Man City vs Real Madrid: Arbeloa Akan Ulangi Taktik yang Sama Untuk Bikin Haaland Mati Kutu

Man City vs Real Madrid: Arbeloa Akan Ulangi Taktik yang Sama Untuk Bikin Haaland Mati Kutu
Aksi penyerang Manchester City, Erling Haaland saat melawan Real Madrid di leg pertama 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid kembali dihadapkan pada ujian berat saat bertandang ke markas Manchester City di Etihad Stadium. Duel leg kedua babak 16 besar Liga Champions ini akan digelar Rabu (18/03/2026) dini hari WIB.

Los Blancos datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih kemenangan telak 3-0 di leg pertama. Hasil tersebut menjadi modal penting untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Menariknya, kemenangan di Santiago Bernabeu tak hanya soal ketajaman lini depan Madrid. Ada satu aspek yang diam-diam menjadi kunci sukses mereka, yakni cara meredam ancaman Erling Haaland.

Kini, jelang laga penentuan di Etihad, sinyal dari Alvaro Arbeloa mengisyaratkan sesuatu yang tidak biasa. Madrid tampaknya siap mengulang strategi yang sama untuk kembali membungkam mesin gol City tersebut.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Taktik tak Biasa yang Bikin Haaland tak Berkutik

Taktik tak Biasa yang Bikin Haaland tak Berkutik

Pemain Manchester City Erling Haaland merayakan gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Liverpool vs Man City di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu, 8 Februari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Pada leg pertama, Real Madrid tampil dominan dengan kemenangan 3-0 yang seluruh golnya dicetak Federico Valverde. Bahkan, mereka nyaris menambah keunggulan jika penalti Vinicius Junior tidak gagal.

Namun di balik pesta gol tersebut, perhatian juga tertuju pada bagaimana Madrid menutup ruang gerak Haaland. Striker asal Norwegia itu dibuat nyaris tak terlihat sepanjang pertandingan.

Salah satu momen paling unik adalah keputusan Madrid menugaskan Arda Guler untuk mengawal Haaland saat situasi bola mati. Dalam skema sepak pojok, pemain muda itu justru menjadi penjaga khusus sang striker.

Strategi ini bukan tanpa alasan karena laporan menunjukkan Haaland lebih sering berperan sebagai pengalih perhatian. Sementara ancaman utama City justru datang dari pemain lain seperti Rodri, Marc Guehi, dan Ruben Dias.

Hasilnya sangat efektif karena Haaland gagal menebar ancaman dari situasi bola mati. Secara keseluruhan, ia juga tak mencatatkan satu pun tembakan sepanjang laga dan hanya sekali menyentuh bola di dalam kotak penalti Madrid.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 12 April 2026
Chelsea Chelsea
22:30 WIB
Man City Man City
La Liga La Liga | 23 Maret 2026
Real Madrid Real Madrid
03:00 WIB
Atletico Madrid Atletico Madrid

Arbeloa Beri Sinyal Strategi Lama Akan Dipakai Lagi

Arbeloa Beri Sinyal Strategi Lama Akan Dipakai Lagi

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa usai laga melawan Manchester City di leg I babak 16 besar Liga Champions yang dimenangkan Los Blancos 3-0. (c) AP Photo/Jose Breton

Keberhasilan meredam Haaland di leg pertama tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi Real Madrid. Arbeloa pun tak menutup kemungkinan akan mengulang pendekatan yang sama khususnya dalam situasi bola mati.

Menurutnya, meski secara teori bek seperti Antonio Rudiger lebih ideal menjaga Haaland, pendekatan tak biasa justru terbukti efektif. Fleksibilitas taktik menjadi kunci dalam menghadapi gaya permainan City.

Situasi di Etihad diprediksi akan jauh lebih sulit karena City bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Namun Madrid tampaknya tidak ingin mengubah formula yang sudah terbukti berhasil.

Arbeloa bahkan secara terbuka memberikan isyarat bahwa strategi tersebut bisa kembali digunakan. "Kita harus menjaga Erling, dan ia sangat tinggi, tetapi Guler melakukannya dengan sangat baik, dan kita harus melihat besok apakah kita bisa mengulanginya," ujarnya, seperti dilansir Goal.