Yuliana Tasno Sebut Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Digelar di Bali Bukan untuk Menjauh dari Suporter

Asad Arifin | 21 April 2026 03:45
Yuliana Tasno Sebut Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Digelar di Bali Bukan untuk Menjauh dari Suporter
Ekspresi pemain PSIM Yogyakarta pada laga melawan Persijap Jepara di pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. PSIM

Bola.net - Duel panas pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta kontra Persija Jakarta harus berpindah lokasi. Laga yang dijadwalkan pada Rabu (22/4) ini batal digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.

Pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin keamanan untuk menggelar pertandingan tersebut di wilayah Yogyakarta. Akibatnya, manajemen terpaksa mengalihkan laga ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Advertisement

Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, menegaskan kepatuhan klub terhadap keputusan pihak berwenang demi ketertiban umum. Baginya, keselamatan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan tetap menjadi prioritas utama manajemen.

"PSIM menghormati keputusan pihak kepolisian dan seluruh otoritas terkait, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pertandingan adalah prioritas utama," ujar Liana Tasno, Senin (20/4/2026).

1 dari 3 halaman

Solusi Teknis Demi Kelangsungan Kompetisi

Bermain di luar Yogyakarta diakui manajemen sebagai situasi yang sangat tidak ideal bagi tim dan pendukung.

"Bermain di luar Yogyakarta bukan keputusan yang ideal bagi kami. Sebagai tuan rumah tentu kami ingin bermain di hadapan suporter sendiri," katanya.

Liana meminta suporter untuk tidak patah arang dan terus mengirimkan energi positif meski dari jarak jauh.

"Kami memahami rasa kecewa para suporter, namun energi dan kecintaan itu sangat berarti bagi tim. Saat ini yang dibutuhkan pemain adalah dukungan positif, bukan perpecahan," imbuh Liana.

2 dari 3 halaman

Berharap PSIM Bisa Segera Kembali

Berharap PSIM Bisa Segera Kembali

Para pemain PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. PSIM

Pemindahan ke Bali disebut sebagai bentuk tanggung jawab klub agar tidak terjadi penundaan jadwal pertandingan. Manajemen berjanji akan terus berkomunikasi dengan pemangku kepentingan agar PSIM bisa segera kembali ke kandang sendiri.

"Penggunaan stadion di Bali adalah solusi teknis agar pertandingan tetap dapat terlaksana sesuai jadwal. Ini bukan bentuk menjauh dari Jogja, melainkan bentuk tanggung jawab penuh klub terhadap kompetisi dan nama besar PSIM," tutur Liana.

"Manajemen akan terus berupaya agar PSIM dapat kembali bermain di kandang sendiri pada kesempatan berikutnya. Kami akan terus membangun komunikasi dengan seluruh stakeholder."

"Kami percaya suporter PSIM dikenal sebagai suporter yang loyal, cerdas, dan mencintai klub dengan hati besar.Mari tunjukkan bahwa kita bisa menghadapi situasi sulit dengan elegan," sambungnya.

3 dari 3 halaman

Kedewasaan Suporter Menjaga Kondusivitas Kota

Dua wadah suporter besar, Brajamusti dan The Maident, menunjukkan sikap dewasa dalam menghadapi situasi sulit ini. Mereka berkomitmen menjaga keamanan di Yogyakarta meski tidak bisa mendukung langsung di stadion.

Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin, menyampaikan permohonan maaf kepada pendukung Persija, The Jakmania.

"Pertandingan ini sangat ditunggu-tunggu, baik oleh Brajamusti, The Maident, maupun Jakmania. Tapi karena dinamika yang terjadi di Jogja, kami belum bisa menyambut dan memfasilitasi dengan maksimal. Untuk itu, kami mohon maaf," ucapnya.

Brajamusti tetap menyambut Jakmania yang berada di Jogja dengan menyiapkan beberapa titik nonton bareng. Lokasi seperti Jogja National Museum hingga XT Square menjadi opsi berkumpul untuk menjaga persaudaraan.

Ketua The Maident, Rendy Prasetya, juga mengajak anggotanya untuk tetap legawa dan mengambil pelajaran dari kejadian ini. "Kami berharap teman-teman legowo dengan situasi ini. Ini menjadi pembelajaran bagi semua agar ke depan bisa lebih baik," harapnya.

Disadur dari: Bola.com/Ana Dewi

LATEST UPDATE