3 Perubahan Taktik Manchester United Era Darren Fletcher Dibanding Ruben Amorim: Peran Baru Benjamin Sesko
Asad Arifin | 8 Januari 2026 16:47
Bola.net - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di Premier League. Bertandang ke markas Burnley pada pekan ke-21, Kamis (8/1) dini hari WIB, Setan Merah ditahan imbang 2-2 di Turf Moor Stadium.
Benjamin Sesko menjadi sorotan dengan dua golnya. Namun, hasil imbang itu juga diwarnai kesalahan individu Ayden Heaven serta satu gol Burnley yang dicetak Anthony.
Meski gagal mengamankan tiga poin, laga ini menyimpan sinyal perubahan penting. MU tampil dengan pendekatan berbeda di bawah arahan Darren Fletcher yang bertindak sebagai manajer karteker.
Fletcher melakukan sejumlah penyesuaian signifikan dibanding Ruben Amorim. Perubahan itu terlihat jelas pada cara membangun serangan, pemanfaatan pemain kunci, hingga struktur formasi.
Kurangi Umpan Jauh, Perbanyak Crossing

Pada era Ruben Amorim, Manchester United sangat mengandalkan umpan jauh sebagai jalur progresi bola. Lisandro Martinez dan Leny Yoro menjadi aktor utama, bahkan kiper Senne Lammens ikut terlibat dalam distribusi panjang.
Darren Fletcher memilih pendekatan berbeda. MU tidak lagi agresif mengirim umpan panjang vertikal. Fletcher lebih mendorong umpan diagonal untuk menggeser blok pertahanan lawan dan membuka ruang di sisi lapangan.
Perubahan ini berdampak pada intensitas crossing. Wingback MU lebih sering melepas umpan silang dari area lebar. Gol kedua Sesko menjadi contoh konkret, sesuatu yang jarang terlihat pada era Amorim yang mengutamakan dribel menusuk.
Peran Benjamin Sesko Lebih Sentral

Benjamin Sesko mencatatkan delapan tembakan saat menghadapi Burnley. Angka tersebut menjadi rekor pribadi sang striker selama berseragam Manchester United.
Fletcher menempatkan Sesko sebagai target man murni. Ia menjadi fokus utama serangan, menerima suplai crossing dan cut-back untuk diselesaikan di kotak penalti.
Situasi ini kontras dengan era Amorim. Sesko lebih sering berperan sebagai pemantul bola. Eksekusi akhir kerap diambil oleh winger atau wingback yang masuk ke kotak penalti, membuat kontribusi gol Sesko relatif tereduksi.
Pergeseran Formasi dan Peran Kunci

Perbedaan paling mencolok terlihat pada struktur permainan. Ruben Amorim konsisten dengan formasi 3-4-3 meski hasilnya kerap mengecewakan dan menuai kritik.
Darren Fletcher langsung mengubah pendekatan tersebut. MU tampil dengan formasi 4-2-3-1, menggunakan empat bek sejajar dan menempatkan Luke Shaw sebagai bek kiri.
Perubahan ini turut menghidupkan kembali peran Bruno Fernandes. Ia kembali dimainkan sebagai playmaker murni di belakang striker. Pada era Amorim, Bruno lebih sering beroperasi sebagai gelandang nomor delapan, jauh dari area krusial.
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Pemain yang Bikin Chelsea Kelabakan, Harry Wilson Punya Sentuhan Magis!
- Puas Dengan Skuad yang Ada, Arne Slot Isyaratkan Liverpool tak Akan Angkut Bek Incaran Man City Ini?
- Malam Kelam Marc Cucurella Kala Chelsea Tumbang di Markas Fulham: Kartu Merah Berujung Hujan Hujatan
- Hanya Perlu 11 Menit di Laga Burnley vs Man Utd, Anak Muda Ini Langsung Bikin Darren Fletcher Kagum
- 5 Pelajaran dari Hasil Imbang Man City vs Brighton: Nasib Kini Ditentukan Terpelesetnya Arsenal
- Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di Vidio, 4-6 Maret 2026
Liga Inggris 3 Maret 2026, 17:23
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 3 Maret 2026, 17:15
-
Nonton Live Streaming Madura United vs Malut United - BRI Super League
Bola Indonesia 3 Maret 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24











