4 Perbedaan Besar yang Mungkin Terjadi Seandainya MU Dilatih Pep Guardiola
Richard Andreas | 8 Januari 2020 07:20
Bola.net - Manchester United tidak akan pernah dilatih oleh Josep Guardiola, sang pelatih sudah mengonfirmasi langsung. MU punya kesempatan mendatangkan Pep pada tahun 2016 lalu, tapi akhirnya mereka memilih Jose Mourinho.
Sebelumnya, Sir Alex Ferguson sempat berharap Guardiola bakal memilih MU, tapi rupanya mantan pelatih Barcelona itu tidak tertarik.
Guardiola kemudian memilih Manchester City, pilihan tepat yang melahirkan banyak trofi. Keduanya begitu cocok, Guardiola bisa mendapatkan dukungan yang dia butuhkan untuk membentuk tim.
Kini, tiga tahun lebih telah berlalu sejak keputusan besar itu. Express merumuskan 4 perbedaan besar yang mungkin terwujud apabila Guardiola memilih Manchester merah, bukan yang biru.
Apa saja? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Transfer Besar
MU sebenarnya menghabiskan banyak uang untuk transfer pemain, sama seperti Man City. Bedanya, sebagian besar transfer Man City sukses, sementara MU mengalami sebaliknya.
Pembelian awal Guardiola mungkin tidak benar-benar tepat, tapi dia memperbaikinya pada bursa transfer berikutnya. Guardiola tahu betul pemain yang dia butuhkan, dan Man City bisa mewujudkannya.
Di MU, yang terjadi justru sebaliknya. Jose Mourinho pernah meminta banyak pemain, sebagian gagal, sebagian tidak bisa didatangkan MU.
Masalah Paul Pogba
Seandainya MU ditangani Guardiola, mungkin perkara Paul Pogba tidak akan sebesar ini. Pogba dianggap gagal memenuhi ekspektasi sejak bergabung dengan MU beberapa tahun lalu.
Tidak hanya kekurangan di lapangan, Pogba juga doyan membuat kontroversi di luar. Dua masalah ini jelas tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Guardiola.
Dia mungkin bakal menerima Pogba sebagai salah satu pemain terbaik, lalu perlahan-lahan membentuknya jadi bintang MU yang sebenarnya.
Gaya Bermain yang Jelas
MU hampir kehilangan identitas beberapa tahun terakhir. Mereka tidak punya gaya bermain yang jelas, sampai Solskjaer mencoba memperbaikinya baru-baru ini.
Di bawah David Moyes, permainan MU tidak jelas. Van Gaal tidak bisa memperbaikinya. Mourinho mencoba, tapi gaya bermainnya dianggap tidak sesuai dengan identitas klub.
Seandainya dilatih Guardiola, MU mungkin bisa menyuguhkan permainan sehebat Man City sekarang. Umpan yang mengalir dan serangan sayap mematikan.
Trofi
Terakhir dan yang paling penting: trofi. Guardiola selalu meraih trofi di mana pun dia melatih, MU mungkin tidak perlu menatap nanar klasemen papan atas Premier League apabila dilatih Guardiola.
Bicara soal skuad, sebenarnya skuad yang diterima Guardiola tidak lebih baik dari skuad yang diterima Mourinho. Perbedaannya terletak pada perubahan besar yang diwujudkan Pep.
Terbukti, Guardiola telah membawa Man City meraih trofi, banyak. Mereka merosot musim ini, tapi peluang meraih trofi masih terbuka lebar.
Rabu (8/1/2020) dini hari WIB, Guardiola membuktikannya dengan menuntun Man City mengalahkan MU 3-1 pada leg pertama semifinal Carabao Cup.
Sumber: Express
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Habis Dihajar MU, Terbitlah Bodo/Glimt: Apa Kata Pep Guardiola?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:19
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
LATEST UPDATE
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


