5 Alasan untuk Percaya Arsenal Bisa Raih Quadruple Musim Ini
Richard Andreas | 5 Februari 2026 16:57
Bola.net - Akhir Januari biasanya menjadi titik penentu arah sebuah musim. Namun, bagi Arsenal, fase ini justru membuka peluang yang jarang terjadi dalam sejarah klub, yaitu kemungkinan meraih quadruple pada musim 2025/26.
The Gunners saat ini memimpin klasemen Premier League, mencatat rekor sempurna di Liga Champions, sudah menjejak satu kaki di final Piala Liga, dan masih bertahan di Piala FA. Kombinasi performa dan situasi kompetisi membuat optimisme itu tidak terdengar berlebihan.
Dengan setengah musim masih tersisa, sejumlah faktor konkret mulai terlihat. Dari kembalinya pemain kunci hingga kondisi para pesaing, ada alasan kuat mengapa Arsenal bisa bermimpi besar musim ini.
1. Kembalinya Kai Havertz, Potongan Puzzle yang Hilang

Performa Arsenal sepanjang musim memang impresif, tetapi ada satu fase di mana lini depan mereka tampak tidak padu. Absennya Kai Havertz membuat struktur serangan The Gunners kehilangan keseimbangan, terutama dalam fase build-up dan pressing.
Viktor Gyokeres sempat menjadi tumpuan, namun kontribusinya belum sepenuhnya konsisten. Kembalinya Havertz memberi dimensi berbeda, bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga penghubung antar lini yang selama ini dibutuhkan.
Mikel Arteta menegaskan pentingnya peran pemain asal Jerman itu. Ia menilai Havertz mampu mengangkat level permainan tim jika digunakan dengan tepat, terutama memasuki paruh kedua musim yang sarat tekanan.
Kehadiran kembali Havertz memberi Arsenal opsi taktis yang lebih fleksibel, sesuatu yang krusial ketika target tidak lagi satu, melainkan empat kompetisi sekaligus.
2. Pesaing Utama Tidak Berada di Level Terbaik

Sebelum musim dimulai, Liverpool dan Manchester City diprediksi menjadi penghalang utama Arsenal dalam perburuan gelar. Namun kenyataannya, kedua klub tersebut belum menunjukkan konsistensi yang sama seperti musim-musim sebelumnya.
Liverpool diproyeksikan menutup musim dengan raihan poin terendah mereka sejak 2010/11. Sementara itu, Manchester City juga berada di jalur yang kemungkinan tidak cukup untuk mempertahankan gelar Premier League.
Di Eropa, situasinya tak jauh berbeda. PSG tidak lagi terlihat dominan seperti saat menjuarai Liga Champions, sementara Real Madrid menjalani musim yang naik-turun.
Bayern Munchen memang masih menjadi ancaman terbesar di kompetisi Eropa, tetapi Arsenal sudah membuktikan bahwa mereka mampu mengalahkan raksasa Jerman tersebut. Ketika banyak klub besar berada dalam fase transisi, konsistensi Arsenal menjadi pembeda.
3. Jadwal Kompetisi yang Lebih Bersahabat

Perburuan quadruple selalu identik dengan jadwal yang melelahkan. Namun Arsenal mendapat keuntungan dari susunan pertandingan yang relatif bersahabat di momen-momen krusial.
Di Piala FA, mereka menghadapi Wigan Athletic di putaran keempat, tim yang tengah berjuang menghindari degradasi di League One. Secara kualitas, Arsenal jelas berada jauh di atas lawannya.
Di Liga Champions, status juara grup memastikan Arsenal selalu memainkan leg kedua fase gugur di kandang. Dengan rekor kandang yang sangat kuat musim ini, keuntungan tersebut tidak bisa diremehkan.
Sementara di Premier League, enam dari sepuluh laga terakhir Arsenal akan menghadapi tim penghuni papan bawah. Ini membuka peluang rotasi tanpa kehilangan momentum, sesuatu yang vital dalam perburuan empat trofi.
4. Kedalaman Skuad yang Teruji
Memasuki fase akhir musim, kedalaman skuad sering menjadi faktor penentu. Dalam hal ini, Arsenal termasuk salah satu tim dengan komposisi pemain paling merata di Eropa.
Cedera mendadak Bukayo Saka sebelum laga kontra Leeds United sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun kehadiran Noni Madueke sebagai pelapis membuat situasi tetap terkendali.
Nama-nama seperti Eberechi Eze, Ben White, Gabriel Jesus, dan Gabriel Martinelli juga memberi Arteta banyak pilihan. Meski tidak selalu menjadi starter, mereka siap memberi dampak saat dibutuhkan.
Kondisi ini memungkinkan Arsenal menjaga intensitas permainan di berbagai kompetisi tanpa bergantung pada sebelas pemain yang sama.
5. Kekuatan Kolektif, Bukan Satu Superstar
Arsenal kerap dikritik karena dianggap tidak memiliki satu sosok superstar dominan di lini depan. Namun justru di sinilah letak kekuatan utama mereka musim ini.
Berbeda dengan Manchester City yang sangat bergantung pada Erling Haaland, atau Manchester United dengan Bruno Fernandes, Arsenal membangun ancaman dari banyak arah.
Di Premier League saja, sudah ada 13 pencetak gol berbeda. Gyokeres, Leandro Trossard, Saka, Declan Rice, Mikel Merino, hingga Gabriel Magalhaes berkontribusi dalam jumlah gol yang relatif seimbang.
Pendekatan kolektif ini membuat Arsenal lebih tahan terhadap risiko cedera. Kehilangan satu pemain tidak serta-merta merusak keseluruhan sistem, sebuah keunggulan besar dalam perburuan quadruple.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- MU Cari Winger Baru, Bintang Juventus Ini Jadi Sasaran?
- Performa Tokcer, Manchester United Kebut Negosiasi Kontrak Kobbie Mainoo
- Usai Tinggalkan MU, Inikah Klub Baru Casemiro?
- Borok Chelsea Dibongkar Mantan Pemain, Bukan Soal Taktik, Apa Itu?
- Enzo Fernandez Ingin Pergi dari Chelsea dan Bermimpi ke Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Malam Emosional di Emirates: Gol Kai Havertz Antar The Gunners ke Final
Liga Inggris 5 Februari 2026, 17:29
-
5 Alasan untuk Percaya Arsenal Bisa Raih Quadruple Musim Ini
Liga Inggris 5 Februari 2026, 16:57
-
MU Cari Winger Baru, Bintang Juventus Ini Jadi Sasaran?
Liga Inggris 5 Februari 2026, 15:57
-
Performa Tokcer, Manchester United Kebut Negosiasi Kontrak Kobbie Mainoo
Liga Inggris 5 Februari 2026, 15:35
-
Usai Tinggalkan MU, Inikah Klub Baru Casemiro?
Liga Inggris 5 Februari 2026, 15:21
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Malut United 6 Februari 2026
Bola Indonesia 5 Februari 2026, 17:53
-
Christopher Nkunku Bangkit di Lapangan, Tapi Hubungannya dengan AC Milan Merenggang
Liga Italia 5 Februari 2026, 17:35
-
KapanLagi Buka Bareng Festival 2026 Hadirkan 'Area Main Bareng Minagi' yang Ramah Anak
Lain Lain 5 Februari 2026, 17:31
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 5 Februari 2026, 17:30
-
Malam Emosional di Emirates: Gol Kai Havertz Antar The Gunners ke Final
Liga Inggris 5 Februari 2026, 17:29
-
AC Milan Menang Telak 3-0, Ini 5 Pelajaran Dari Duel di Markas Bologna
Liga Italia 5 Februari 2026, 17:27
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 5 Februari 2026, 17:27
-
5 Alasan untuk Percaya Arsenal Bisa Raih Quadruple Musim Ini
Liga Inggris 5 Februari 2026, 16:57
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42






