Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir

Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
FILE - Presiden Donald Trump mengangkat kartu merah saat bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Selasa, 28 Agustus 2018 (c) AP Photo/Evan Vucci, File

Bola.net - Gianni Infantino kembali mendapat kritik keras setelah Presiden La Liga, Javier Tebas, menilai era kepemimpinannya di FIFA telah berakhir. Tebas bahkan meminta perubahan besar dalam tata kelola sepak bola dunia karena menilai kepentingan liga domestik semakin terpinggirkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Tebas dalam wawancara dengan Le Monde pada 5 Agustus 2026 dan muncul di tengah tekanan terhadap kepemimpinan FIFA. Kritiknya semakin kuat setelah FIFA membatalkan rencana pembentukan entitas komersial yang melibatkan investor eksternal.

Tebas tidak melihat persoalan FIFA sebagai masalah yang hanya berkaitan dengan satu sosok. Menurutnya, perubahan kepemimpinan harus diikuti pembenahan menyeluruh agar sistem lama tidak kembali bertahan dengan wajah baru.

Tebas Nilai Era Infantino Telah Berakhir

Tebas menilai masa Infantino sebagai pemimpin FIFA sudah melewati batas yang seharusnya. "Bagi saya, era Gianni Infantino sudah lama berlalu," ujar Tebas dalam wawancara tersebut.

Ia juga menilai sejumlah proyek FIFA justru mengancam fondasi kompetisi domestik. "Infantino bukan seseorang yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sepak bola," kata Tebas, seraya menilai kebijakan tersebut dapat merusak esensi sepak bola, yaitu liga nasional.

Kritik Tidak Hanya untuk Satu Sosok

Tebas berharap pergantian pemimpin FIFA nantinya tidak sekadar mengganti sejumlah pejabat dengan orang baru. "Masalahnya bukan hanya satu orang: ini tentang keseluruhan sistem," ujar Tebas.

Ia menginginkan hadirnya tata kelola baru yang melibatkan lebih banyak pihak dalam proses pengambilan keputusan sepak bola internasional. Pandangan tersebut sejalan dengan kritik Tebas terhadap kurangnya transparansi dan keterlibatan liga dalam sejumlah keputusan besar FIFA.

Tekanan terhadap Infantino Meningkat

Tekanan terhadap Infantino juga datang dari sejumlah pihak di Eropa, termasuk asosiasi sepak bola Norwegia yang secara terbuka meminta pengunduran dirinya. Sejumlah federasi Eropa juga dikabarkan menarik dukungan mereka untuk masa jabatan berikutnya.

Akan tetapi, posisi Infantino belum otomatis berada di ujung karena ia masih memiliki dukungan kuat dari sejumlah negara di luar Eropa. Ancaman boikot turnamen FIFA oleh UEFA juga berpotensi memperbesar konflik dan menciptakan perpecahan serius dalam sepak bola dunia.

Bagi Tebas, pergantian sosok di kursi Presiden FIFA harus menjadi awal perubahan yang lebih luas. "Untuk saya, era Infantino sudah berakhir," tegasnya, sementara masa depan kepemimpinan FIFA masih akan bergantung pada perkembangan tekanan dari berbagai konfederasi dan federasi nasional.

Sumber: GOAL