5 Jebolan Akademi West Ham yang Bersinar di Klub Lain: Dari Carrick Hingga Lampard
Aga Deta | 20 April 2021 11:08
Bola.net - West Ham saat ini tidak dianggap sebagai klub elite di Inggris. Meski begitu, The Hammers memiliki akademi yang telah menelurkan banyak bintang kelas dunia.
Didirikan pada 1895 dengan nama Thames Ironworks, West Ham berkembang sebagai klub bernafaskan pekerja (working class club). Logo palu silang menunjukkan bahwa tim berjulukan The Hammers itu merepresentasikan kaum pekerja.
Tidak banyak prestasi domestik apalagi level Eropa. Satu-satunya gelar prestisius yang pernah didapatkannya adalah Piala Dunia 1966. Ya, anggapan tersebut muncul lantaran Timnas Inggris saat itu dihuni oleh mayoritas pemain West Ham, seperti Geoff Hurst, Bobby Moore, hingga Martin Peters
Sebagai klub medioker yang kondisi finansialnya ngepas, memanfaatkan pemain dari akademi jadi satu cara yang dimanfaatkan West Ham dalam mengarungi ketatnya persaingan di Liga Inggris.
Jangan salah, West Ham mendapatkan julukan The Academy of Football karena sering menelurkan pemain-pemain hebat, baik itu di level domestik maupun internasional.
Berikut ini lima alumnus West Ham tersukses, yang bahkan bisa menjadi legenda di klub lain.
Rio Ferdinand

Rio Ferdinand mengawali kariernya di West Ham sebelum pindah ke Leeds United. Pria yang kini sering muncul sebagai pembicara di program sepak bola itu dianggap sebagai satu di antara lulusan terbaik.
Ia sempat dua kali berstatus bek Inggris termahal. Yang pertama ketika Ferdinand hijrah ke Leeds United, lalu yang kedua saat ia pindah ke Manchester United.
Bersama Manchester United inilah kariernya melesat. Rio Ferdinand jadi langganan Timnas Inggris dan melegenda bersama Setan Merah.
Ia kembali ke tim asal London, Queens Park Rangers, namun tak banyak yang bisa ia berikan lantaran usianya yang uzur. Saat ini ia aktif sebagai pundit, baik di acara TV maupun kanal YouTube pribadinya.
John Terry
Selain Ferdinand, ada satu bek lagi yang merupakan jebolan West Ham. Dia adalah John Terry.
Banyak yang mengira bahwa Terry produk asli Chelsea. Namun sebetulnya, ia pernah menimba ilmu di akademi West Ham selama empat tahun.
Barulah pada usia 14 tahun, Chelsea membajaknya dari West Ham. Akan tetapi, ia memiliki emosi yang kuat dengan The Hammers, dan sering tampil pada laga amal.
Michael Carrick
Fans Manchester United mungkin tak banyak yang tahu bahwa Michael Carrick, salah satu jangkar terbaik yang pernah mereka miliki, merupakan lulusan West Ham.
Kariernya dimulai pada 1997 dan sempat bermain untuk Swindon Town serta Birmingham City sebagai pemain pinjaman. Baru pada 2000/2001, ia masuk skema utama West Ham, di mana ia bermain lebih dari 100 kali di semua kompetisi.
Kontroversi seketika meyeruak tatkala Carrick pindah ke rival, Tottenham Hotspur. Ia pun sempat masuk daftar pengkhianat, sebut saja Jermaine Defoe dan Scott Parker.
Namun demikian, profesionalitas dan emosinya tak terbantahkan. Sama seperti Terry, Carrick masih sering terlibat dengan program-program West Ham.
Frank Lampard
Legenda Chelsea, Frank Lampard, menjadi figur berikutnya. Ia memulai karier bersama West Ham pada 1994. Tak butuh waktu lama, tepatnya pada 1995, ia menandatangani kontrak profesional.
Hanya saja, Lampard memulai debutnya di kancah sepak bola Inggris bersama Swansea City sebagai pemain pinjaman. Baru pada 1996, ia menjalani laga debut bersama West Ham. Sempat dilanda cedera, Super Frank langsung menjadi pilihan utama di lini tengah.
Keberadaannya bersama Paolo Di Canio dan Trevor Sinclair cukup disegani kala itu. Namun pada 2011, dengan biaya 11 juta euro, West Ham melepasnya ke Chelsea.
Sejak saat itu, namanya terus melegenda dan selalu menjadi pilihan utama di Chelsea. Ia merengkuh gelar Liga Champions dan Liga Inggris, dan kerap dipanggil ke skuad Timnas Inggris.
Joe Cole
Joe Cole memulai karirnya di West Ham. Dia mendapat panggilan untuk memperkuat tim utama pada 1999. Joe Cole kemudian pindah ke Chelsea pada 2003, setelah memainkan 120 laga untuk West Ham di Premier League.
Sebelum pindah, Joe Cole punya andil membawa West Ham menjadi juara UEFA Intertoto Cup 1999. Pada musim 2002/2003, dia mendapat gelar West Ham United Hammer of the Year atau pemain terbaik klub dalam satu musim.
Chelsea harus membayar 9,9 juta euro untuk mendapatkan jasa Joe Cole. Saat itu, dia adalah pemain muda dengan potensi besar di Inggris. Chelsea sangat senang dengan kesuksesan membeli seorang Joe Cole.
Joe Cole bermain untuk Chelsea selama tujuh musim. Saat dia pindah ke Stamford Bridge, Chelsea tengah menjalani masa transisi menuju era Roman Abramovich. Chelsea tengah membangun kejayaan dengan uang dari sang taipan Rusia.
Pada musim kedua, 2004/2005, Joe Cole langsung membawa Chelsea menjadi juara Premier League. Saat itu, Joe Cole mencetak delapan gol dari 28 laga yang dimainkan tim racikan Jose Mourinho.
Joe Cole menjadi andalan Jose Mourinho bersama Frank Lampard, Damien Duff, dan Didier Drogba. Mereka adalah pemain kunci di lini serang Chelsea.
Bersama Chelsea, Joe Cole meraih tiga gelar Premier League. Selain itu, dia juga mendapatkan dua Piala FA, satu Piala Liga Inggris, dan menjadi final Liga Champions musim 2007/2008.
Karir Joe Cole di Chelsea berakhir pada 2009/2010, dia tidak mendapat kontrak baru. Joe Cole pindah ke Liverpool.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani
Published: 18 April 2021
Baca Juga:
Trio Gelandang Terbaik di Abad 21: Casemiro-Kroos-Modric Gak Ada Obat!
5 Calon Pengganti Neymar di PSG: Dari Mo Salah Hingga CR7
Perjalanan Athletic Bilbao dan Barcelona Menuju Final Copa del Rey
Deretan Pemain Muslim yang Bermain di Eropa: Dari Mesut Ozil Hingga Mohamed Salah
5 Pemain Paling Bernilai di Serie A Musim Ini, Termasuk 2 Pemain Inter Milan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
Liga Inggris 5 September 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


