5 Pelajaran dari Brentford vs Arsenal: Persaingan Gelar Dijamin Panas hingga Akhir
Ari Prayoga | 13 Februari 2026 07:24
Bola.net - Ambisi Arsenal untuk kembali menjauh di puncak klasemen Premier League harus tertunda. Bertandang ke markas Brentford, The Gunners hanya mampu bermain imbang dalam laga di London barat, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB.
Arsenal lebih dahulu membuka keunggulan melalui tandukan Noni Madueke. Namun, Brentford tak tinggal diam dan membalas lewat aksi Keane Lewis-Potter.
Hasil ini membuat keunggulan Arsenal di puncak klasemen terpangkas menjadi empat poin atas Manchester City. Dalam fase krusial perebutan gelar, satu poin terasa seperti kerugian bagi pasukan Mikel Arteta.
Berikut lima pelajaran dari duel Brentford vs Arsenal ini selengkapnya.
Raya Jadi Penyelamat

Sejak awal laga, Brentford tampil agresif dan lebih dominan. Peluang terbaik tuan rumah lahir dari situasi yang hampir menjadi petaka bagi Arsenal.
Kiper Arsenal, David Raya, sempat melakukan kesalahan distribusi yang membuat bola jatuh ke kaki Mathias Jensen. Umpan silang Jensen disambut sundulan keras Igor Thiago yang tampak mengarah tepat ke gawang.
Namun Raya menebus kesalahannya dengan penyelamatan gemilang. Ia membaca arah bola dengan sempurna dan menepis sundulan Thiago lewat aksi terbang yang impresif. Arsenal sendiri tampil tumpul di 45 menit pertama dan hanya mencatatkan satu percobaan tembakan.
Perubahan Tempo dan Gol Madueke

Memasuki babak kedua, Arsenal tampil lebih hidup. Tekanan mulai dibangun secara bertahap hingga akhirnya kebuntuan pecah.
Berawal dari umpan silang Piero Hincapie, Noni Madueke melompat paling tinggi dan menanduk bola ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau Caoimhin Kelleher. Gol tersebut menjadi pembuktian bagi Madueke, yang bukan dikenal sebagai pencetak gol ulung.
Di saat yang hampir bersamaan, Bukayo Saka tengah bersiap masuk dari bangku cadangan. Namun Madueke lebih dulu mencuri perhatian dengan kontribusi krusialnya.
Eze Lagi-lagi Flop

Kesempatan yang diberikan kepada Eberechi Eze di laga kontra Brentford sejatinya menjadi momen pembuktian yang telah lama dinanti. Setelah lebih sering menghangatkan bangku cadangan dalam beberapa pekan terakhir, Eze akhirnya dipercaya tampil sebagai starter untuk pertama kalinya dalam sembilan minggu.
Namun, alih-alih menjawab kepercayaan tersebut dengan performa meyakinkan, gelandang kreatif itu justru kesulitan memberi dampak signifikan bagi permainan Arsenal.
Eze tampak kesulitan menemukan ritme permainan. Ia kerap terlambat dalam mengambil keputusan, kurang agresif dalam duel, dan gagal membuka ruang di antara lini tengah serta pertahanan lawan. Sentuhan-sentuhan yang biasanya menjadi ciri khasnya tidak terlihat dominan.
Alih-alih menciptakan peluang atau memberikan ancaman nyata, kontribusi paling mencoloknya justru terjadi saat melakukan pelanggaran taktis untuk menghentikan potensi serangan balik Brentford.
Dalam laga dengan intensitas tinggi seperti ini, Arsenal membutuhkan kreativitas dan keberanian mengambil risiko.dua hal yang sayangnya tidak muncul dari Eze.
Melihat minimnya pengaruh sang pemain, Mikel Arteta tak menunggu lama untuk melakukan perubahan. Saat jeda turun minum, Eze langsung ditarik keluar dan digantikan Martin Odegaard, keputusan yang mencerminkan ketidakpuasan terhadap performanya.
Senjata Lemparan Jauh Brentford

Keunggulan Arsenal tak bertahan lama. Brentford kembali menunjukkan kekuatan utama mereka: bola mati dan lemparan ke dalam jarak jauh.
Lemparan keras Michael Kayode disambut sundulan Sepp van den Berg yang mengubah arah bola. Si kulit bundar kemudian jatuh di area berbahaya dan dimanfaatkan Keane Lewis-Potter dengan sundulan terjun untuk menyamakan kedudukan.
Brentford bahkan nyaris membalikkan keadaan di penghujung laga. Cristian Mosquera melakukan tekel krusial untuk menggagalkan peluang Thiago, sebelum penyerang asal Brasil itu kembali menyia-nyiakan kesempatan emas di masa injury time.
Di sisi lain, Kelleher juga harus sigap keluar dari sarangnya untuk menggagalkan peluang emas Gabriel Martinelli dalam duel satu lawan satu.
Balapan Gelar Semakin Panas

Laga ini memang diprediksi sulit bagi Arsenal. Brentford dikenal tangguh saat bermain di kandang dan tengah berada dalam performa stabil.
Tekanan semakin terasa karena kemenangan meyakinkan Manchester City atas Fulham beberapa hari sebelumnya. Situasi tersebut membuat Arsenal wajib meraih tiga poin demi menjaga jarak aman.
Meski tidak sampai menelan kekalahan, hasil imbang ini tetap bisa dikategorikan sebagai langkah mundur dalam perburuan gelar. Dengan kompetisi yang memasuki fase penentuan, setiap poin menjadi sangat berarti.
Persaingan papan atas kini kian memanas. Arsenal masih memimpin, tetapi bayang-bayang Manchester City semakin dekat dan siap memanfaatkan setiap celah yang terbuka.
Sumber: Mirror
Klasemen Premier League 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Charles De Ketelaere Tak Menyesal Gabung AC Milan, Akui Kurang Percaya Diri
Liga Italia 30 Maret 2026, 13:08
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia Kalah Tipis, Jay Idzes Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:57
-
Timnas Indonesia Terhubung dengan Baik Selama 90 Menit
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:51
-
Timnas Indonesia Dominan, tapi Tumbang
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:45
-
Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah di Final FIFA Series 2026
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:03
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56










