6 Hal yang Harus Dilakukan Roberto De Zerbi untuk Menyelamatkan Tottenham Hotspur
Aga Deta | 1 April 2026 11:18
Bola.net - Tottenham Hotspur menghadapi situasi genting menjelang akhir musim. Klub asal London itu berada dalam tekanan besar setelah serangkaian hasil buruk.
Pergantian pelatih menjadi langkah yang diambil untuk mengubah arah tim. Roberto De Zerbi kini disebut sebagai sosok yang akan memimpin misi penyelamatan.
Performa buruk di bawah Igor Tudor memperparah kondisi tim. Dalam waktu singkat, Spurs terjerumus mendekati zona degradasi.
Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, waktu menjadi musuh terbesar. Setiap laga kini ibarat final yang harus dimenangkan.
De Zerbi tidak memiliki ruang untuk eksperimen panjang. Ia harus langsung menemukan solusi efektif untuk membangkitkan tim.
1. Tetap Gunakan Formasi Empat Bek

Salah satu pelajaran penting dari era sebelumnya adalah kegagalan sistem tiga bek. Pendekatan tersebut tidak mampu memberikan stabilitas bagi tim.
Para pemain terlihat kesulitan beradaptasi dengan skema tersebut. Akibatnya, lini tengah sering kalah jumlah dan mudah ditembus lawan.
Perubahan ke formasi empat bek sempat memberikan dampak positif. Tim terlihat lebih seimbang dan mampu bersaing lebih baik.
Dalam situasi krisis, kesederhanaan menjadi kunci. De Zerbi perlu menghindari sistem yang terlalu kompleks agar pemain lebih nyaman.
2. Hindari Menempatkan Pemain di Posisi Asing

Kesalahan lain yang terjadi sebelumnya adalah eksperimen posisi pemain. Banyak pemain dimainkan di luar posisi aslinya tanpa hasil maksimal.
Hal ini justru memperburuk performa tim secara keseluruhan. Para pemain tidak bisa menampilkan kemampuan terbaiknya.
Dengan kondisi cedera yang mulai membaik, opsi pemain kini lebih banyak. De Zerbi memiliki kesempatan menyusun komposisi ideal.
Dalam situasi genting, stabilitas lebih penting daripada eksperimen. Pemain harus bermain di posisi terbaiknya agar performa optimal.
3. Atasi Masalah Disiplin Pemain

Masalah disiplin menjadi salah satu faktor yang merugikan Tottenham. Kartu merah yang tidak perlu membuat tim kehilangan kekuatan di momen krusial.
Beberapa pemain kunci gagal menjaga emosi di lapangan. Hal ini berdampak langsung pada hasil pertandingan.
Tottenham tidak bisa lagi melakukan kesalahan serupa. Bermain dengan jumlah pemain penuh menjadi keharusan dalam setiap laga.
De Zerbi juga harus mengontrol emosinya sendiri. Ia perlu memastikan tim tetap fokus dan tidak terpancing tekanan.
4. Bangun Kembali Permainan dari Belakang

Tottenham kehilangan identitas permainan mereka musim ini. Pola build-up dari belakang tidak lagi berjalan efektif.
Padahal gaya tersebut sempat menjadi kekuatan utama tim sebelumnya. Perubahan taktik membuat tim kehilangan arah.
De Zerbi dikenal dengan filosofi penguasaan bola. Namun ia harus realistis dalam penerapannya.
Keseimbangan antara umpan pendek dan direct play perlu dijaga. Adaptasi cepat menjadi kunci dalam situasi darurat.
5. Maksimalkan Peran Xavi Simons

Kreativitas menjadi masalah besar bagi Tottenham musim ini. Tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.
Xavi Simons adalah salah satu pemain yang memiliki kemampuan tersebut. Namun ia belum dimaksimalkan secara optimal.
Perannya harus menjadi pusat permainan tim. Kemampuannya menciptakan peluang bisa menjadi pembeda.
Dalam situasi genting, pemain kreatif sangat dibutuhkan. De Zerbi harus menjadikan Simons sebagai motor serangan.
6. Tinggalkan Strategi Lemparan Jauh

Tottenham mencoba mengandalkan lemparan jauh sebagai senjata tambahan. Namun strategi ini tidak memberikan hasil signifikan.
Statistik menunjukkan efektivitasnya sangat rendah. Bahkan peluang yang tercipta pun minim.
Dalam beberapa kasus, strategi ini justru berujung bumerang. Tim menjadi rentan terhadap serangan balik.
De Zerbi perlu meninggalkan pendekatan tersebut. Fokus harus dialihkan pada metode yang lebih efektif dan terukur.
Sumber: The Analyst
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cabor Mendayung Sumbangkan Medali Perak Ketiga Indonesia di Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 24 September 2026, 15:38
-
Cristiano Ronaldo dan Ambisi Mengejar 1000 Gol
Piala Eropa 24 September 2026, 15:20
-
Kabar Baik MU! Amad Diallo Segera Comeback!
Liga Inggris 24 September 2026, 15:00
-
Xavi Hanya Butuh 10 Detik untuk Yakinkan Virgil van Dijk Tidak Pensiun dari Timnas Belanda
Piala Eropa 24 September 2026, 14:40
LATEST UPDATE
-
UEFA Nations League: Imbang di Debut Xavi dan Klopp, Juara Bertahan Portugal Menang
Piala Eropa 25 September 2026, 06:17
-
Jalan Juventus Mendapatkan Alisson Becker Makin Lapang
Liga Italia 25 September 2026, 00:17
-
Target Timnas Voli Putra Indonesia di Asian Games 2026: Medali Perunggu
Voli 24 September 2026, 22:33
-
Link Siaran FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia vs Singapura
Tim Nasional 24 September 2026, 20:48
-
Barcelona Bakal Jual Jules Kounde ke Manchester United?
Liga Spanyol 24 September 2026, 20:29
-
Jadwal Siaran Langsung FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia vs Singapura
Tim Nasional 24 September 2026, 20:12
-
Badminton Beregu Putra Menangkan Medali Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Bulu Tangkis 24 September 2026, 20:06
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura 25 September 2026
Tim Nasional 24 September 2026, 19:39
-
Prediksi Bangladesh vs Malaysia 25 September 2026
Tim Nasional 24 September 2026, 19:21
-
Hitung-hitungan Ranking FIFA Timnas Indonesia vs Singapura: Jika Menang, Bisa Naik 2 Tingkat
Tim Nasional 24 September 2026, 19:16
-
Ranking FIFA Peserta FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Masuk 3 Besar, Thailand Teratas
Tim Nasional 24 September 2026, 18:49
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





