6 Poin dari City dan Arsenal: Stop Ragukan Michael Carrick!

Richard Andreas | 26 Januari 2026 19:17
6 Poin dari City dan Arsenal: Stop Ragukan Michael Carrick!
Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Perdebatan soal masa depan kursi manajer Manchester United kembali menghangat setelah dua kemenangan beruntun di laga besar. Hasil tersebut datang di bawah kepemimpinan sementara Michael Carrick.

United menumbangkan Manchester City di Old Trafford sebelum melanjutkannya dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal di Emirates.

Advertisement

Rangkaian hasil itu memicu dorongan dari sebagian pendukung agar Carrick dipertahankan secara permanen.

Namun, pandangan tersebut tidak disepakati semua pihak. Roy Keane termasuk yang menilai United membutuhkan sosok dengan nama lebih besar, pandangan yang langsung ditentang keras oleh Rio Ferdinand.

1 dari 3 halaman

Ferdinand Kecam Keraguan terhadap Carrick

Ferdinand Kecam Keraguan terhadap Carrick

Selebrasi Bryan Mbeumo dan Casemiro bersama pemain Manchester United di laga melawan Man City, Sabtu 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Rio Ferdinand menilai penolakan terhadap peluang Carrick sebagai manajer permanen terlalu cepat dan tidak adil. Ia menyebut anggapan bahwa Carrick tak layak diberi kesempatan sebagai bentuk ketidakmenghormatan.

“Orang-orang mengatakan kepada saya, apa pun yang Michael Carrick lakukan, dia seharusnya tidak mendapatkan kesempatan untuk melatih Manchester United,” kata Ferdinand dalam podcast Rio Reacts.

Ferdinand mengingatkan kondisi klub sebelum Carrick masuk. Ia menggambarkan situasi United dua pekan sebelumnya sebagai titik nadir dengan performa yang menjadi bahan olok-olok.

“Dua minggu lalu, keadaannya menyedihkan, kami jadi bahan lelucon, benar-benar berantakan,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Enam Poin dari Dua Laga Terberat

Enam Poin dari Dua Laga Terberat

Kiper Manchester United Senne Lammens (kanan) menepis sundulan pemain Arsenal Martin Zubimendi (kiri) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Man Utd, 25 Januari 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Ferdinand menilai Carrick langsung memberi struktur yang jelas kepada tim. Menurutnya, Carrick menyesuaikan sistem dengan karakter pemain yang tersedia dan menanamkan kerja keras.

“Michael Carrick datang, berkata kepada para pemain untuk berada di belakangnya, menempatkan mereka dalam struktur yang cocok, membuat tim sulit dikalahkan, bekerja keras, dan tetap berbahaya,” ucap Ferdinand.

Ia menekankan konteks dua laga pertama Carrick yang sangat berat. Lawan yang dihadapi adalah Manchester City dan Arsenal.

“Dan omong-omong, dua pertandingan pertamanya adalah melawan City dan Arsenal. Dia mendapatkan enam poin,” katanya.

3 dari 3 halaman

Perdebatan yang Belum Usai

Ferdinand mengaku tak habis pikir dengan argumen yang tetap menutup pintu bagi Carrick. Ia mempertanyakan dasar penilaian tersebut.

“Dan orang-orang masih mengatakan apa pun yang dilakukan Michael Carrick, dia tidak pantas mendapat kesempatan,” ujar Ferdinand.

“Dari mana orang-orang mendapatkan pemikiran seperti ini? Sikap tidak hormatnya luar biasa.”

Kemenangan atas City dan Arsenal mengangkat Manchester United ke posisi empat klasemen. Mereka kini unggul satu poin dari Chelsea setelah Liverpool kehilangan poin pada akhir pekan.