Apakah Ini Titik Terendah Manchester City di Era Guardiola?
Gia Yuda Pradana | 3 Februari 2025 10:22
Bola.net - Manchester City menelan salah satu kekalahan paling menyesakkan dalam sejarah modern mereka. Itu setelah mereka dibantai Arsenal 1-5 di Emirates Stadium, Minggu (2/2/2025).
Lima gol Arsenal dilesakkan oleh Martin Odegaard pada menit 2, Thomas Partey menit 56, Myles Lewis-Skelly menit 62, Kai Havertz menit 76, dan Ethan Nwaneri menit 90+3. Satu-satunya gol Man City diciptakan oleh Erling Haaland di menit 55.
Hasil tersebut semakin mempertegas bahwa musim ini adalah salah satu yang paling sulit bagi tim asuhan Josep Guardiola. Dengan selisih 15 poin dari pemuncak klasemen Liverpool, harapan mempertahankan gelar Premier League tampaknya sudah sirna.
Man City yang Runtuh di Emirates

Kekalahan dari Arsenal menunjukkan betapa rentannya pertahanan Man City musim ini. Arsenal hanya butuh dua menit untuk membuka keunggulan melalui Martin Odegaard dari kesalahan di lini belakang Man City.
Statistik menunjukkan bahwa tim asuhan Guardiola telah melakukan delapan kesalahan yang berujung pada gol lawan di Premier League musim ini – jumlah tertinggi dalam satu musim sejak sang manajer mengambil alih pada 2016.
Meski Erling Haaland sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-55, harapan Man City hanya bertahan selama 105 detik sebelum Thomas Partey membawa Arsenal kembali unggul. Dari titik itu, Man City seakan kehilangan arah. Gol dari dua pemain muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri, serta tambahan satu gol dari Kai Havertz, membuat Man City semakin tenggelam.
Mantan bek Man City, Micah Richards, mengungkapkan kekecewaannya di Sky Sports. "Saya tidak mengharapkan mereka memenangkan liga setiap tahun, tetapi penurunan mereka musim ini begitu drastis. Saya tidak akan mengatakan ini akhir dari era Guardiola, tetapi mungkin era kejayaan mereka mulai mendekati akhir."
Statistik yang Mengkhawatirkan

Untuk pertama kalinya dalam karier kepelatihan Guardiola, timnya kebobolan empat gol atau lebih dalam empat pertandingan berbeda dalam satu musim. Man City juga telah kebobolan 53 gol dalam 36 pertandingan, hanya terpaut satu dari total kebobolan musim lalu yang mencapai 54 gol dalam 59 pertandingan.
John Stones, yang berbicara setelah pertandingan, mengakui buruknya performa tim. "Susah diungkapkan dengan kata-kata setelah pertandingan seperti ini. Kami meminta maaf kepada para fans yang telah jauh-jauh datang untuk menyaksikan kami bermain. Cara kami bermain dalam 30 menit terakhir tidak bisa diterima."
Guardiola sendiri tampak frustrasi. "Saya hanya menyesali 25 menit terakhir. Sebelumnya kami bermain cukup baik, tetapi kemudian kami lupa melakukan apa yang seharusnya kami lakukan," ujarnya kepada BBC.
Tak Ada Tanda-Tanda Kebangkitan

Beberapa musim terakhir, Man City dikenal sebagai tim yang mendekati kesempurnaan. Mereka memenangkan empat gelar Premier League secara beruntun, dan hanya 18 bulan yang lalu, mereka meraih treble dengan memenangkan liga, Piala FA, dan Liga Champions.
Namun, performa mereka musim ini sangat jauh dari standar yang biasa mereka tunjukkan. Sejak November, mereka melalui sederet pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, termasuk kekalahan 4-1 dari Sporting, 2-1 dari Manchester United di derby, dan 4-0 dari Tottenham di kandang sendiri. Mereka juga sempat membuang keunggulan 3-0 melawan Feyenoord untuk akhirnya bermain imbang 3-3.
Saat ini, mereka hanya memiliki 41 poin dari 24 pertandingan liga – catatan terburuk mereka sejak musim 2008/09. Meskipun masih berada di peringkat keempat, Newcastle, Chelsea, dan Bournemouth hanya berjarak satu poin di belakang mereka. Jika tren buruk ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin mereka akan terlempar dari zona Liga Champions.
Guardiola dengan jujur mengakui bahwa City sedang mengalami masalah besar. "Musim ini, kami terlalu banyak memberikan peluang kepada lawan. Kami sadar ini tidak boleh terjadi, tetapi tetap saja terjadi."
Masa Depan Man City di Bawah Bayang-bayang Sanksi

Di luar masalah di lapangan, Man City juga menghadapi ancaman sanksi berat akibat dugaan pelanggaran 115 aturan finansial Premier League. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi pengurangan poin atau bahkan larangan tampil di kompetisi Eropa.
Dengan hasil buruk yang terus berlanjut dan ancaman sanksi yang mengintai, Man City tampaknya berada di persimpangan jalan. Apakah ini benar-benar awal dari akhir era Guardiola? Atau justru ini hanya sekadar fase sulit sebelum mereka kembali bangkit?
Yang jelas, ini bisa dibilang sebagai salah satu titik terendah Man City di era Guardiola. jika ingin kembali mendominasi, perubahan besar harus segera dilakukan sebelum semuanya terlambat.
Sumber: BBC Sport
Klasemen Premier League
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Yang Dibutuhkan Arsenal untuk Saingi Liverpool: Striker Baru Bertipe Finisher dengan Insting Gol Tajam
- Arsenal 5-1 Man City: Eksekusi Taktik, Mentalitas, dan Determinasi yang Berujung Penghancuran
- Alisson Becker, Tembok Kokoh di Balik Kemenangan Liverpool atas Bournemouth
- Aksi Magis dan Penampilan Gemilang Ryan Gravenberch di Vitality Stadium
- 6 Pelajaran dari Kemenangan 2-0 Liverpool vs Bournemouth: Mentalitas hingga Penegasan
- Rapor Pemain Liverpool saat Menang 2-0 vs Bournemouth: Alisson Tangguh, Salah Tajam
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Habis Dihajar MU, Terbitlah Bodo/Glimt: Apa Kata Pep Guardiola?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:19
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
LATEST UPDATE
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


