Arsenal Menanti Martin Odegaard: Kembalinya Sang Kreator Bisa Jadi Kunci Amankan Trofi
Richard Andreas | 2 April 2026 10:16
Bola.net - Kekalahan Arsenal dari Manchester City di final Carabao Cup meninggalkan kekecewaan tersendiri bagi skuad Mikel Arteta. Namun, di balik hasil itu, ada satu pelajaran penting yang kembali terlihat jelas: tim elite membutuhkan gelandang kreatif untuk membuka pertahanan lawan.
Masalahnya, Arsenal justru kehilangan beberapa opsi kreatif di lini tengah dalam periode tersebut. Cedera betis yang dialami Eberechi Eze memperparah situasi, karena Martin Odegaard dan Mikel Merino juga sempat absen dalam waktu yang hampir bersamaan.
Kabar baiknya, Odegaard diperkirakan segera kembali menjalani latihan penuh. Jika itu terjadi, Arteta akhirnya kembali memiliki opsi yang lebih beragam di lini tengah untuk menghadapi padatnya jadwal pertandingan.
Arsenal Kehilangan Variasi Tanpa Odegaard, Eze, dan Merino

Ketiadaan tiga gelandang dengan karakter berbeda membuat Arsenal kesulitan mengubah dinamika permainan. Dalam laga melawan Manchester City, Arteta praktis tidak memiliki cukup pilihan untuk menggeser pendekatan taktik di tengah pertandingan.
Arteta sendiri mengakui pentingnya memiliki banyak opsi pemain, terutama di tengah jadwal yang sangat padat.
“Kembalinya mereka membantu tim dan membantu setiap individu. Kami ingin memiliki opsi dengan banyaknya pertandingan dalam jadwal kami,” kata Arteta kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa Arsenal musim ini belum sepenuhnya menikmati kedalaman skuad tersebut.
“Sejauh ini kami belum merasakan itu. Jadi saya menantikan semua pemain kembali, sehingga kami bisa mengubah profil permainan, melakukan perubahan selama pertandingan, dan memilih pemain dengan kondisi terbaik setiap saat.”
Pernyataan Arteta tentang mengubah profil pemain menjadi poin krusial. Pasalnya, Odegaard, Eze, dan Merino menawarkan karakter yang sangat berbeda di lini tengah Arsenal.
Perbedaan Karakter Tiga Gelandang Arsenal

Eberechi Eze memberikan dimensi ancaman lewat tembakan jarak jauh. Keberaniannya menembak dari luar kotak penalti menjadi faktor penting dalam kebangkitan performanya musim ini.
Golnya ke gawang Bayer Leverkusen menjadi salah satu contoh paling menonjol. Namun bahkan ketika tidak mencetak gol, keberanian Eze menembak tetap membantu Arsenal menjaga momentum serangan, seperti saat menang 2-0 atas Everton.
Di sisi lain, Mikel Merino membawa kualitas berbeda. Ia dikenal memiliki insting posisi yang tajam, yang membuatnya beberapa kali mencetak gol penting ketika Arsenal kehilangan para penyerang utama akibat cedera.
Sementara itu, Odegaard tetap menjadi pengatur utama kreativitas tim. Walau kontribusi playmaking-nya tidak seproduktif musim-musim sebelumnya, kapten Arsenal itu tetap terlibat dalam sejumlah gol penting sepanjang musim.
Statistik Menunjukkan Pengaruh Besar Odegaard

Secara jumlah menit bermain di Premier League musim ini, Odegaard memang tidak berada di posisi teratas dalam skuad Arsenal. Ia hanya mencatat 1.076 menit bermain dan berada di peringkat ke-13 dari 24 pemain yang digunakan Arteta.
Meski begitu, kontribusinya tetap signifikan. Odegaard masih menjadi salah satu pemain dengan assist terbanyak di Arsenal dengan lima assist liga.
Jika dilihat dari statistik per 90 menit, pengaruhnya bahkan lebih jelas. Ia memimpin dalam rata-rata assist dengan angka 0,42 per pertandingan.
Tanpa tembakan jarak jauh Eze atau pergerakan Merino di kotak penalti, umpan-umpan kreatif seperti inilah yang semakin dibutuhkan Arsenal untuk membongkar pertahanan lawan.
Cedera Membuat Musim Odegaard Tidak Stabil
Musim Odegaard sejauh ini terganggu oleh enam cedera berbeda. Akibatnya, kemampuan umpan terobosannya hanya terlihat sesekali, bukan secara konsisten seperti musim sebelumnya.
Assist pertamanya di liga musim ini datang dari situasi bola mati saat melawan Newcastle pada September. Umpan sepak pojoknya disundul masuk oleh Gabriel.
Meski begitu, kreativitas Odegaard lebih terlihat dalam permainan terbuka. Contohnya saat Arsenal menang 3-2 atas Bournemouth di awal Januari.
Dalam laga itu, ia mengirim umpan terobosan dari sisi kanan yang membelah lini belakang Bournemouth untuk dikejar Bukayo Saka. Situasi tersebut memaksa kiper dan bek lawan keluar dari posisinya, membuka ruang bagi Declan Rice untuk mencetak gol.
Jenis umpan seperti ini tidak terlalu sering diterima Saka musim ini. Padahal, kombinasi keduanya sebelumnya menjadi salah satu sumber ancaman utama Arsenal.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Chelsea Catatkan Kerugian Terbesar dalam Sejarah Premier League
Kepingan Puzzle Carrick: Denzel Dumfries Jadi Kunci Rotasi Sayap Manchester United?
Iliman Ndiaye Siap Buka Hati untuk Manchester United?
Duel Pramusim Leeds United vs Manchester United Digelar di Croke Park?
Harry Maguire Terancam Sanksi Tambahan Usai Emosi ke Ofisial di Laga Bournemouth vs Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Sudah Beres di Lini Tengah, Kini Fokus Cari Bek Kiri?
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 11:29
-
Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:57
-
3 Transfer yang Bisa Dikejar Real Madrid pada Pekan Terakhir
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 09:23
-
Chelsea Sepakat Jual Liam Delap ke Nottingham Forest
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 08:26
-
Tawaran Gaji Fantastis untuk Gabriel Martinelli di Al Hilal, Jauh di Atas Arsenal
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 06:23
LATEST UPDATE
-
Transfer Youri Tielemans ke Manchester United Dapat Nilai 9
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 15:43
-
Arsenal dan Misi Treble Musim 2026/2027
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 15:12
-
Manchester United Siapkan Tawaran Rp1,03 Triliun untuk Eduardo Camavinga
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 15:00
-
Chelsea Sudah Siapkan Pengganti Enzo Fernandez, Nilainya Capai 90 Juta Pounds
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 14:00
-
Tak Ada Darurat Lini Depan di Barcelona
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 13:17
-
Carlos Baleba Resmi Gabung Manchester United, Wayne Rooney Yakin Dampaknya Besar
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 13:01
-
Barcelona Masih Butuh Bek Tengah Kidal? Ini 3 Kandidat Potensialnya
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 12:40
-
AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
Liga Italia 26 Agustus 2026, 12:19
-
Liverpool Belum Ajukan Tawaran Ketiga untuk Yankuba Minteh, Ada Apa?
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 12:14
-
Manchester United Sudah Beres di Lini Tengah, Kini Fokus Cari Bek Kiri?
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 11:29
-
AC Milan Lirik Bek Manchester United untuk Perkuat Sektor Pertahanan
Liga Italia 26 Agustus 2026, 11:24
-
Gagal Dapatkan Rodri, Jose Mourinho Tetap Puas dengan Skuad Real Madrid
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 10:43
-
Vinicius Junior Bukan Satu-satunya Alasan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 10:20
-
Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:57
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59

