Arsenal vs Chelsea di Leg 2 Semifinal Carabao Cup: Misi Membalikkan Nasib Bermodal DNA Juara Dunia

Editor Bolanet | 3 Februari 2026 11:25
Arsenal vs Chelsea di Leg 2 Semifinal Carabao Cup: Misi Membalikkan Nasib Bermodal DNA Juara Dunia
Selebrasi Joao Pedro dan Wesley Fofana bersama pemain Chelsea saat melawan West Ham di Premier League 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Chelsea menatap laga krusial di London Utara dengan beban defisit satu gol. Namun, semangat pantang menyerah yang belakangan menjadi identitas baru The Blues bisa menjadi mimpi buruk bagi Arsenal.

Kekalahan tipis 2-3 pada leg pertama semifinal Carabao Cup di Stamford Bridge menempatkan Chelsea dalam posisi yang tidak menguntungkan. Pasukan Liam Rosenior harus bertandang ke Emirates Stadium dengan kewajiban membalikkan keadaan di kandang lawan.

Advertisement

Meski statistik di atas kertas tidak memihak, Chelsea datang dengan bekal psikologis yang kuat. Rentetan hasil dramatis belakangan ini membuktikan bahwa The Blues memiliki napas panjang untuk menghukum kelengahan lawan di menit-menit akhir.

Tengok saja bagaimana mereka bangkit dari ketertinggalan 1-2 di kandang Napoli untuk mengamankan tiket fase gugur Liga Champions.

Belum lagi aksi heroik melawan West Ham, di mana mereka membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 di babak pertama menjadi kemenangan 3-2 saat peluit akhir berbunyi.

Liam Rosenior menyadari betul potensi ledakan timnya. Sang pelatih kini menaruh harapan besar pada kedalaman skuadnya, terutama dampak instan yang kerap dihadirkan oleh para pemain dari bangku cadangan.

1 dari 3 halaman

Senjata Rahasia dari Bangku Cadangan

Senjata Rahasia dari Bangku Cadangan

Pemain Chelsea Enzo Fernandez merayakan gol ketiga timnya pada laga Premier League/Liga Inggris antara Chelsea vs West Ham di London, Sabtu, 31 Januari 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Kemenangan dramatis atas Napoli dan West Ham memiliki satu benang merah: performa babak kedua yang luar biasa. Rosenior secara khusus menyoroti kontribusi vital para pemain pengganti yang masuk dan mengubah jalannya pertandingan, sebuah tren yang ia harapkan berlanjut di Emirates.

Rasa lapar para pemain yang tidak masuk starting eleven justru menjadi bahan bakar utama bagi Chelsea saat ini.

"Para pemain menunjukkan kepada saya bahwa mereka saling terhubung. Mereka yang merupakan pemain yang sangat penting dan pemain yang merasa kecewa karena tidak menjadi starter, semuanya masuk dan memberikan dampak signifikan," tegas pelatih kepala Chelsea tersebut.

2 dari 3 halaman

Realitas Pahit dan Strategi "Long Game"

Realitas Pahit dan Strategi Long Game

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Kendati memiliki modal mentalitas yang tangguh, Rosenior tetap bersikap realistis memandang peta kekuatan lawan. Arsenal bermain di kandang sendiri dengan keunggulan agregat gol, sebuah situasi yang jelas menempatkan The Gunners di atas angin.

Rosenior mengisyaratkan bahwa kesabaran akan menjadi kunci. Ia tak ingin timnya gegabah, melainkan membawa permainan sejauh mungkin hingga momentum itu tiba.

"Realitasnya adalah Arsenal menjadi favorit dalam duel ini—mereka unggul satu gol dan bermain di kandang, jadi mereka pasti berekspektasi untuk lolos," akunya jujur.

Namun, ia juga memberikan sinyal peringatan bagi kubu Mikel Arteta untuk mewaspadai paruh kedua pertandingan.

"Kami harus membawa permainan ini sejauh dan sedalam mungkin, dan babak kedua, harapannya, akan menjadi momen masif untuk membalikkan keadaan," imbuh Rosenior.

3 dari 3 halaman

DNA Juara di Panggung Besar

Taruhannya sangat tinggi malam nanti, dengan satu tiket final di Wembley dan peluang meraih trofi pertama musim ini sebagai hadiahnya. Beruntung, Rosenior memiliki skuad yang sudah teruji di laga-laga bertekanan tinggi.

Pengalaman menjuarai UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA tahun lalu menjadi bukti sahih. Belum lagi keberadaan figur juara dunia seperti Enzo Fernandez yang memberikan ketenangan di lini tengah.

"Pemain-pemain saya, saya melihat sosok seperti Enzo Fernandez yang telah memenangkan Piala Dunia, serta grup ini yang memenangkan dua trofi tahun lalu, mereka bisa bermain di laga-laga besar," kenang Rosenior dengan nada optimis.

Ia pun tak ragu menyebut laga di Emirates nanti sebagai panggung yang tepat untuk para pemain bermental baja tersebut.

"Mereka mampu tampil di pertandingan besar, dan hari Selasa nanti jelas merupakan pertandingan yang besar," tegasnya lagi.

Masalah utama yang kini menghantui Rosenior hanyalah faktor kebugaran fisik. Jadwal padat dengan tiga pertandingan dalam sepekan memaksa tim pelatih memutar otak untuk menjaga kondisi pemain tetap prima jelang laga fisik melawan Arsenal dan lawatan ke Wolverhampton Wanderers akhir pekan nanti.

"Kekhawatiran saya adalah soal istirahat, karena ini adalah pekan dengan tiga pertandingan lagi. Kami perlu memulihkan diri karena laga Selasa akan sangat menguras fisik, dan kemudian ini soal mempersiapkan tim sebaik mungkin yang saya bisa," pungkasnya.