
Bola.net - Chelsea menatap laga krusial di London Utara dengan beban defisit satu gol. Namun, semangat pantang menyerah yang belakangan menjadi identitas baru The Blues bisa menjadi mimpi buruk bagi Arsenal.
Kekalahan tipis 2-3 pada leg pertama semifinal Carabao Cup di Stamford Bridge menempatkan Chelsea dalam posisi yang tidak menguntungkan. Pasukan Liam Rosenior harus bertandang ke Emirates Stadium dengan kewajiban membalikkan keadaan di kandang lawan.
Meski statistik di atas kertas tidak memihak, Chelsea datang dengan bekal psikologis yang kuat. Rentetan hasil dramatis belakangan ini membuktikan bahwa The Blues memiliki napas panjang untuk menghukum kelengahan lawan di menit-menit akhir.
Tengok saja bagaimana mereka bangkit dari ketertinggalan 1-2 di kandang Napoli untuk mengamankan tiket fase gugur Liga Champions.
Belum lagi aksi heroik melawan West Ham, di mana mereka membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 di babak pertama menjadi kemenangan 3-2 saat peluit akhir berbunyi.
Liam Rosenior menyadari betul potensi ledakan timnya. Sang pelatih kini menaruh harapan besar pada kedalaman skuadnya, terutama dampak instan yang kerap dihadirkan oleh para pemain dari bangku cadangan.
Senjata Rahasia dari Bangku Cadangan

Kemenangan dramatis atas Napoli dan West Ham memiliki satu benang merah: performa babak kedua yang luar biasa. Rosenior secara khusus menyoroti kontribusi vital para pemain pengganti yang masuk dan mengubah jalannya pertandingan, sebuah tren yang ia harapkan berlanjut di Emirates.
Rasa lapar para pemain yang tidak masuk starting eleven justru menjadi bahan bakar utama bagi Chelsea saat ini.
"Para pemain menunjukkan kepada saya bahwa mereka saling terhubung. Mereka yang merupakan pemain yang sangat penting dan pemain yang merasa kecewa karena tidak menjadi starter, semuanya masuk dan memberikan dampak signifikan," tegas pelatih kepala Chelsea tersebut.
Realitas Pahit dan Strategi "Long Game"

Kendati memiliki modal mentalitas yang tangguh, Rosenior tetap bersikap realistis memandang peta kekuatan lawan. Arsenal bermain di kandang sendiri dengan keunggulan agregat gol, sebuah situasi yang jelas menempatkan The Gunners di atas angin.
Rosenior mengisyaratkan bahwa kesabaran akan menjadi kunci. Ia tak ingin timnya gegabah, melainkan membawa permainan sejauh mungkin hingga momentum itu tiba.
"Realitasnya adalah Arsenal menjadi favorit dalam duel ini—mereka unggul satu gol dan bermain di kandang, jadi mereka pasti berekspektasi untuk lolos," akunya jujur.
Namun, ia juga memberikan sinyal peringatan bagi kubu Mikel Arteta untuk mewaspadai paruh kedua pertandingan.
"Kami harus membawa permainan ini sejauh dan sedalam mungkin, dan babak kedua, harapannya, akan menjadi momen masif untuk membalikkan keadaan," imbuh Rosenior.
DNA Juara di Panggung Besar
Taruhannya sangat tinggi malam nanti, dengan satu tiket final di Wembley dan peluang meraih trofi pertama musim ini sebagai hadiahnya. Beruntung, Rosenior memiliki skuad yang sudah teruji di laga-laga bertekanan tinggi.
Pengalaman menjuarai UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA tahun lalu menjadi bukti sahih. Belum lagi keberadaan figur juara dunia seperti Enzo Fernandez yang memberikan ketenangan di lini tengah.
"Pemain-pemain saya, saya melihat sosok seperti Enzo Fernandez yang telah memenangkan Piala Dunia, serta grup ini yang memenangkan dua trofi tahun lalu, mereka bisa bermain di laga-laga besar," kenang Rosenior dengan nada optimis.
Ia pun tak ragu menyebut laga di Emirates nanti sebagai panggung yang tepat untuk para pemain bermental baja tersebut.
"Mereka mampu tampil di pertandingan besar, dan hari Selasa nanti jelas merupakan pertandingan yang besar," tegasnya lagi.
Masalah utama yang kini menghantui Rosenior hanyalah faktor kebugaran fisik. Jadwal padat dengan tiga pertandingan dalam sepekan memaksa tim pelatih memutar otak untuk menjaga kondisi pemain tetap prima jelang laga fisik melawan Arsenal dan lawatan ke Wolverhampton Wanderers akhir pekan nanti.
"Kekhawatiran saya adalah soal istirahat, karena ini adalah pekan dengan tiga pertandingan lagi. Kami perlu memulihkan diri karena laga Selasa akan sangat menguras fisik, dan kemudian ini soal mempersiapkan tim sebaik mungkin yang saya bisa," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 3 Februari 2026 12:16Resmi: Liverpool Menangi Persaingan dengan Chelsea untuk Jeremy Jacquet
-
Editorial 3 Februari 2026 11:42
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 3 Februari 2026 12:41 -
Otomotif 3 Februari 2026 12:27 -
Liga Inggris 3 Februari 2026 12:16 -
Liga Inggris 3 Februari 2026 12:01 -
Liga Inggris 3 Februari 2026 12:00 -
Liga Inggris 3 Februari 2026 11:42
MOST VIEWED
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 31 Januari - 3 Februari 2026
- 6 Fakta Menarik di Balik Drama Old Trafford Saat MU Bungkam Fulham: Ketika Carrick Kian Bersinar
- Man United Resmi Lepas Striker, tapi Bukan Joshua Zirkzee
HIGHLIGHT
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
- 7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Cham...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...













:strip_icc()/kly-media-production/medias/5113316/original/077255200_1738220218-Paulus_Tannos.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5379848/original/015496500_1760397382-PHOTO-2025-10-14-04-51-30.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6334/original/gedung-kpk-ilustrasi-130604c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4007063/original/023821000_1650961513-20220426-PPATK-Ivan-Yustiavandana-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491415/original/012016700_1770095262-seskab_tedd.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4007075/original/009562400_1650961561-20220426-PPATK-Ivan-Yustiavandana-5.jpg)

