Arsenal vs Man City: Mengapa Memilih Kepa Ketimbang Raya, Arteta?
Afdholud Dzikry | 23 Maret 2026 09:00
Bola.net - Mikel Arteta akhirnya buka suara terkait keputusannya menurunkan Kepa Arrizabalaga di bawah mistar gawang saat final Carabao Cup kontra Manchester City. Kekalahan 0-2 di Wembley tersebut seketika memicu gelombang pertanyaan publik mengenai alasan di balik parkirnya David Raya.
Banyak yang menilai pemilihan Kepa sebagai perjudian besar yang berakhir antiklimaks bagi The Gunners. Apalagi, dua gol cepat lawan di babak kedua lahir dari situasi yang tidak terduga dan krusial.
Arsenal sebenarnya sempat tampil dominan dan mendapatkan peluang emas di paruh pertama yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga. Namun, kegagalan mengonversi peluang dan keretakan di lini belakang pada menit-menit kritis menjadi pembeda hasil akhir.
Kekecewaan mendalam pun menyelimuti skuad asal London Utara tersebut setelah harapan mengangkat trofi pertama musim ini sirna. Arteta tak menampik bahwa hasil ini meninggalkan rasa pahit yang sulit untuk ditelan oleh seluruh tim.
Pelatih asal Spanyol tersebut kini membeberkan pertimbangan nurani dan rasa adil yang mendasari pemilihan susunan pemainnya.
Pembelaan Arteta atas Kepercayaan pada Kepa

Arteta menegaskan bahwa keputusannya memilih Kepa bukanlah didasari oleh janji manis di awal musim. Baginya, kiper asal Spanyol tersebut telah membuktikan kepantasannya sepanjang turnamen ini berlangsung.
"Saya memahami hal itu, namun saya harus melakukan apa yang saya rasa benar, jujur, dan adil," tegas sang manajer saat dimintai keterangan usai laga.
Menurut Arteta, Kepa memiliki pemahaman yang baik dan telah memainkan seluruh pertandingan di kompetisi ini sejak babak awal. Menggantinya di partai puncak dianggap sebagai tindakan yang tidak menghargai kontribusi sang pemain sebelumnya.
"Sangat tidak adil bagi dirinya dan tim jika saya melakukan sesuatu yang berbeda," imbuh Arteta membela keputusannya.
Bukan Soal Janji, Tapi Soal Pembuktian

Spekulasi mengenai adanya jaminan menit bermain bagi Kepa saat ia didatangkan langsung dibantah keras oleh Arteta. Di Arsenal, posisi utama harus diraih melalui kerja keras di lapangan, bukan melalui kesepakatan di atas kertas.
"Tidak, saya tidak pernah bisa menjanjikan seorang pemain untuk bermain di kompetisi tertentu karena pada akhirnya mereka harus mendapatkannya sendiri," ujar pria berusia 43 tahun tersebut dengan nada serius.
Arteta menjelaskan bahwa tim kepelatihan dipandu oleh apa yang mereka lihat selama proses latihan dan performa nyata di lapangan. Kepa dianggap telah berjasa membawa Arsenal hingga ke titik final di Wembley.
"Kesalahan adalah bagian dari sepak bola dan hari ini hal itu terjadi sayangnya di momen yang sangat krusial," tutur Arteta meratapi gol yang bersarang di gawang timnya.
Penyesalan di Tengah Dominasi yang Sia-sia
Menganalisis jalannya pertandingan, Arteta merasa timnya sempat menjadi kubu yang lebih baik, terutama pada babak pertama. Arsenal memiliki peluang paling bersih yang jika berbuah gol, diyakini akan meruntuhkan mental Manchester City.
"Sangat sedih, ini hasil yang sangat sulit untuk diterima, terutama bagi pemain dan pendukung kami," ucapnya lirih.
Memasuki babak kedua, kendali permainan mulai lepas setelah 20 menit berjalan akibat tekanan blok tinggi dari lawan. Arsenal kehilangan bola dengan cara yang tidak terduga, yang kemudian dihukum secara klinis oleh pasukan Pep Guardiola.
"Kami harus memberikan kredit kepada lawan ketika mereka tampil begitu baik dalam periode tersebut dan memanfaatkannya," pungkas Arteta menutup konferensi pers.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terungkap, Ruang Ganti Real Madrid Sempat Yakin Vinicius Junior Bakal Gabung Arsenal
Liga Spanyol 22 September 2026, 19:24
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
-
Manchester City Menangkan Drama 8 Gol Lawan Sunderland, Perasaan Enzo Maresca Campur Aduk
Liga Inggris 21 September 2026, 10:00
-
Man of the Match Man City vs Sunderland: Antoine Semenyo
Liga Spanyol 20 September 2026, 22:26
LATEST UPDATE
-
Luke Vickery dan Dion Markx Menanti Debut Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 24 September 2026, 16:46
-
Bintang Bangladesh Terpukau Progres Timnas Indonesia: Kaget Jika Gagal ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 24 September 2026, 16:16
-
Timnas Indonesia Jadi Skuad Termuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Rerata Usia 26,7 Tahun
Tim Nasional 24 September 2026, 16:04
-
Diincar MU, Bintang Crystal Palace Ini Siap untuk Geser ke Old Trafford?
Liga Inggris 24 September 2026, 16:00
-
Sayu Bella Sukma Dewi Tambah Medali Tim Indonesia di Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 24 September 2026, 15:53
-
Gigi Dall'Igna Prediksi Drama Panas Perebutan Gelar MotoGP 2026
Otomotif 24 September 2026, 15:42
-
Rodri akui Tergoda Bujuk Rayu Jose Mourinho dan Real Madrid
Liga Spanyol 24 September 2026, 15:40
-
Cabor Mendayung Sumbangkan Medali Perak Ketiga Indonesia di Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 24 September 2026, 15:38
-
Aldi Satya Mahendra Bidik Podium di Cremona
Otomotif 24 September 2026, 15:30
-
Cristiano Ronaldo dan Ambisi Mengejar 1000 Gol
Piala Eropa 24 September 2026, 15:20
-
Kabar Baik MU! Amad Diallo Segera Comeback!
Liga Inggris 24 September 2026, 15:00
-
Xavi Hanya Butuh 10 Detik untuk Yakinkan Virgil van Dijk Tidak Pensiun dari Timnas Belanda
Piala Eropa 24 September 2026, 14:40
-
Cristiano Ronaldo Nyaris Pensiun dari Timnas Portugal usai Piala Dunia 2026!
Piala Eropa 24 September 2026, 14:20
-
Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 14:08
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


