Bruno Fernandes Sering Menghilang di Laga Besar
Aga Deta | 1 Oktober 2024 10:08
Bola.net - Mantan pemain Arsenal Emmanuel Petit mengkritik penampilan Bruno Fernandes saat Manchester United dikalahkan Tottenham. Ia menilai Fernandes tidak bisa menunjukkan kontribusinya di pertandingan besar.
Pada akhir pekan kemarin, Manchester United menelan kekalahan besar di Premier League. Mereka dikalahkan Tottenham di Old Trafford dengan skor telak 3-0.
Bertanding di kandang, Manchester United memulai laga dengan buruk. Gawang Andre Onana sudah kebobolan hanya dalam waktu tiga menit.
Setelah Bruno Fernandes mendapat kartu merah karena pelanggarannya terhadap James Maddison, Manchester United tidak mampu untuk membalas. Mereka justru kebobolan dua gol di babak kedua.
Kekalahan ini membuat Manchester United tercecer di peringkat 13 klasemen sementara Premier League. Dengan raihan tujuh poin, Setan Merah tertinggal enam poin dari zona empat besar.
Performa Fernandes

Petit mengkritik penampilan Fernandes dalam pertandingan melawan Manchester United. Menurutnya, gelandang asal Portugal itu tidak bisa memberikan dampak positif di pertandingan penting.
“Bruno Fernandes adalah pemain yang bagus, tetapi dia bukan pemain terbaik bagi saya. Saya tidak pernah melihatnya bermain bagus melawan tim-tim papan atas seperti Manchester United atau Portugal,” kata Petit kepada BetBrain.
"Ia akan mencetak gol dan assist melawan tim-tim yang biasa-biasa saja karena dia memiliki visi dan kemampuan menembak yang bagus, tetapi secara mental dan fisik dia tidak ada di sana ketika pertandingan yang sulit datang.
"Kita melihatnya kemarin melawan Tottenham – sekali lagi, ia tidak ada di sana sama sekali."
Bukan Pemimpin yang Dibutuhkan MU

Petit juga mempertanyakan kualitas Fernandes sebagai kapten Manchester United. Menurutnya, Fernandes bukan pemimpin yang dibutuhkan Setan Merah.
“Fernandes bukanlah pemimpin yang dibutuhkan Manchester United di lapangan," lanjutnya.
"Saya setuju bahwa pengusiran kemarin agak keras, tetapi Anda membutuhkan pemimpin dan pemain untuk menunjukkan kepada orang lain bagaimana cara bertindak.
"Dia terkadang melakukan itu melawan tim yang lebih lemah, tetapi saya tidak pernah melihatnya melawan tim-tim papan atas. Bahkan sebelum dia diusir, dia selalu mengeluh dan melambaikan tangannya. Sesuatu harus berubah.”
Sumber: DAZN
Klasemen Premier League 2024/2025
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Siap Bertahan di AC Milan, Ini 2 Syarat Utamanya
Liga Italia 24 Mei 2026, 19:19
-
Jadwal Siaran Langsung Man City vs Aston Villa: Tayang di TV Mana?
Liga Inggris 24 Mei 2026, 18:59
-
Klasemen Pembalap Moto4 European Cup 2026
Otomotif 24 Mei 2026, 18:40
-
Bagaimana Torino dan Juventus Membentuk Bremer Jadi Bek Elite
Liga Italia 24 Mei 2026, 18:31
-
Dusan Vlahovic Masuk Radar Real Madrid, Juventus Hadapi Situasi Sulit
Liga Italia 24 Mei 2026, 18:26
-
Penghargaan Rising Star Serie A untuk Kenan Yildiz
Liga Italia 24 Mei 2026, 18:23
-
Jadwal Siaran Langsung Sunderland vs Chelsea: Tayang di TV Mana?
Liga Inggris 24 Mei 2026, 18:15
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25












