Barcelona Kalah dari Atletico di UCL, Memori Tersingkir di Copa del Rey Kembali Menghantui

Barcelona Kalah dari Atletico di UCL, Memori Tersingkir di Copa del Rey Kembali Menghantui
Lamine Yamal berebut bola dengan Koke dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona kembali harus menghadapi kenyataan pahit saat berjumpa Atletico Madrid musim ini. Blaugrana takluk 0-2 dalam duel leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 yang digelar di Camp Nou, Kamis 9 April 2026 dini hari WIB.

Kekalahan tersebut membuat langkah tim asuhan Hansi Flick menuju semifinal kini berada dalam posisi sulit. Hasil ini terasa lebih menyakitkan karena memunculkan kembali memori buruk Barcelona ketika disingkirkan Atletico di Copa del Rey beberapa pekan lalu.

Musim ini, duel antara kedua tim memang sudah beberapa kali menghadirkan drama, dan pertemuan terbaru kembali menunjukkan betapa sulitnya Barcelona menaklukkan tim asuhan Diego Simeone di laga-laga krusial.

Meski Barcelona masih memiliki peluang membalikkan keadaan pada leg kedua di Metropolitano pekan depan, kekalahan di kandang sendiri jelas menjadi pukulan besar. Terlebih, ini terjadi setelah mereka sempat menunjukkan dominasi dalam beberapa pertemuan sebelumnya di kompetisi domestik.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Kekalahan di Camp Nou yang Menyakitkan

Kekalahan di Camp Nou yang Menyakitkan

Pemain Barcelona Marcus Rashford bereaksi pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Barcelona, Spanyol, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Barcelona sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik dan sempat menciptakan sejumlah peluang. Namun, jalannya laga berubah drastis menjelang akhir babak pertama ketika bek muda Pau Cubarsi mendapat kartu merah setelah melanggar Giuliano Simeone dalam situasi serangan balik.

Dari tendangan bebas yang dihasilkan dari pelanggaran tersebut, Julian Alvarez mencetak gol pembuka bagi Atletico. Tendangan melengkungnya tak mampu dijangkau kiper Barcelona dan membuat tim tamu unggul sebelum turun minum.

Bermain dengan sepuluh pemain membuat Barcelona kesulitan menjaga intensitas permainan. Atletico memanfaatkan situasi tersebut dengan bermain disiplin dan menunggu peluang serangan balik. Pada menit ke-70, Alexander Sorloth memastikan kemenangan tim tamu lewat gol kedua setelah menyambut umpan dari sisi kiri.

Kemenangan 2-0 itu memberi Atletico keuntungan besar menjelang leg kedua. Barcelona kini harus mengejar defisit dua gol jika ingin menjaga harapan lolos ke semifinal Liga Champions.

Memori Copa del Rey yang Masih Segar

Memori Copa del Rey yang Masih Segar

Aksi Gerard Martin di laga Barcelona vs Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions, 9 April 2026. (c) AP Photo/Joan Monfort

Kekalahan di Liga Champions ini juga mengingatkan Barcelona pada luka yang belum lama terjadi di Copa del Rey musim ini. Kedua tim sebelumnya bertemu di semifinal kompetisi tersebut dan menghasilkan salah satu duel paling dramatis musim ini.

Pada leg pertama di Metropolitano, Barcelona dihancurkan dengan skor telak 0-4. Kekalahan itu membuat mereka berada dalam posisi hampir mustahil untuk membalikkan keadaan.

Meski begitu, pada leg kedua di Camp Nou, Barcelona menunjukkan perlawanan luar biasa. Blaugrana menang 3-0 berkat gol-gol yang membangkitkan harapan comeback. Meski begitu, kemenangan tersebut tetap tidak cukup karena Atletico lolos dengan agregat 4-3.

Kegagalan itu menjadi salah satu momen paling menyakitkan bagi Barcelona musim ini. Mereka tampil dominan di leg kedua, tetapi defisit besar dari leg pertama membuat usaha tersebut berakhir sia-sia.

Pertemuan yang Terus Menjadi Ujian Barcelona

Musim ini kedua tim sudah bertemu beberapa kali dengan hasil yang cukup berimbang. Di La Liga, Barcelona sempat menang 3-1 pada pertemuan pertama sebelum kembali menang 2-1 di Metropolitano beberapa hari sebelum laga Liga Champions ini.

Meski begitu, ketika berhadapan di pertandingan sistem gugur, Atletico justru menunjukkan ketangguhan mereka. Gaya bermain pragmatis dan disiplin khas Simeone kembali terbukti efektif menghadapi Barcelona.

Kini Barcelona kembali berada di posisi sulit, sama seperti saat menghadapi Atletico di Copa del Rey. Bedanya, masih ada satu pertandingan tersisa yang bisa menentukan segalanya.

Leg kedua di Metropolitano pekan depan akan menjadi ujian besar bagi Barcelona. Jika ingin menjaga mimpi di Liga Champions tetap hidup, mereka harus menemukan cara untuk membalikkan situasi.