Bukan Winger Biasa, Jeremy Doku Kini Belajar Jadi Mesin Gol Manchester City

Richard Andreas | 11 Mei 2026 17:27
Bukan Winger Biasa, Jeremy Doku Kini Belajar Jadi Mesin Gol Manchester City
Pemain Manchester City Jeremy Doku (tengah) merayakan gol bersama rekan setimnya Antoine Semenyo pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brentford, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Jeremy Doku kembali mencuri perhatian bersama Manchester City. Winger asal Belgia itu sedang menikmati periode terbaiknya setelah mencetak tiga gol dalam lima hari terakhir untuk tim asuhan Pep Guardiola.

Gol terbaru Doku lahir saat City mengalahkan Brentford 3-0, Sabtu lalu. Tendangan kerasnya ke pojok atas gawang menjadi pembuka kemenangan penting yang menjaga asa City dalam persaingan gelar Premier League.

Advertisement

Performa itu membuat Guardiola semakin yakin bahwa pemain berusia 23 tahun tersebut sedang berkembang menjadi sosok yang mampu menentukan pertandingan sendirian. Namun di balik deretan gol indahnya, Doku justru merasa masih punya kekurangan besar yang harus diperbaiki.

1 dari 4 halaman

Jeremy Doku Mulai Menjawab Tantangan Besar

Jeremy Doku Mulai Menjawab Tantangan Besar

Pemain Manchester City merayakan gol Jeremy Doku ke gawang Everton, 5 Mei 2026 pada laga lanjutan Liga Inggris. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kurang dari sebulan lalu, Doku sempat mengatakan bahwa tambahan gol akan membawanya masuk ke dalam perbincangan winger terbaik dunia. Pernyataan itu perlahan mulai terlihat di atas lapangan.

Saat menghadapi Everton, ia mencetak dua gol dalam hasil imbang 3-3. Salah satunya lahir pada masa injury time dan menyelamatkan satu poin penting untuk Manchester City dalam perebutan gelar.

Laga melawan Brentford menjadi bukti lain perkembangan Doku. Guardiola memasukkan Phil Foden dan Omar Marmoush untuk menambah energi serangan setelah permainan City terlihat mandek. Namun justru Doku yang langsung memberi dampak lewat gol spektakuler lainnya.

“Semua orang tahu dia sudah mengambil langkah luar biasa dengan berkata, ‘Saya Jeremy Doku, saya akan memenangkan pertandingan!’,” kata Guardiola.

“Pemain besar dan pemain terbaik selalu punya mentalitas seperti itu.”

2 dari 4 halaman

Doku Ingin Jadi Mesin Gol Sederhana

Doku Ingin Jadi Mesin Gol Sederhana

Winger Manchester City Jeremy Doku diapit dua pemain Real Madrid di Liga Champions, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Menariknya, Doku justru tidak terlalu fokus pada gol-gol spektakuler yang kini mulai rutin ia cetak. Menurutnya, aspek yang paling perlu ditingkatkan adalah kemampuan mencetak gol mudah.

Sebelum semifinal Piala FA melawan Southampton, Doku mengaku ingin lebih sering berada di posisi ideal untuk menyambar umpan sederhana di depan gawang.

“Umpan kunci dan assist saya rasa sudah cukup baik,” ujar Doku. “Saya harus lebih sering berada di area untuk mencetak gol mudah, seperti tap-in dan hal-hal seperti itu.”

Doku merasa sebagian besar golnya lahir dari aksi individu dan dribel. Karena itu, ia ingin mulai menambah koleksi gol sederhana yang bisa meningkatkan produktivitasnya secara signifikan.

“Ketika saya melihat semua gol saya musim ini, semuanya datang dari dribel atau aksi sendiri. Saya juga ingin mencetak lima gol tap-in dalam semusim,” lanjutnya.

Usai laga kontra Brentford, ia kembali menyinggung bagaimana Raheem Sterling dulu sangat produktif bersama City lewat gol-gol sederhana di tiang jauh. Menurut Doku, aspek itu masih menjadi pekerjaan rumah terbesar dalam permainannya.

3 dari 4 halaman

Manchester City Kini Sangat Bergantung Pada Doku

Manchester City Kini Sangat Bergantung Pada Doku

Winger Manchester City, Jeremy Doku. (c) dok.ManCity

Walau produktivitas golnya masih belum sempurna, perkembangan permainan Doku secara keseluruhan dinilai meningkat drastis musim ini.

Saat baru datang ke City pada 2023, ia langsung menjadi pusat serangan tim. Dengan Kyle Walker lebih sering berada di sisi kanan, aliran bola terus diarahkan ke kiri tempat Doku beroperasi.

Pada periode itu, Doku sempat mencatat satu gol dan empat assist melawan Bournemouth, termasuk penampilan impresif saat membuat James Milner kewalahan dalam laga kontra Brighton.

Keendati demikian, kala itu masih ada keraguan soal konsistensi dan efektivitas akhirnya. Kini situasinya mulai berubah.

Melawan Brentford, City kembali terus mengalirkan serangan ke sisi kiri. Doku menerima 41 operan di area sepertiga akhir lapangan, lebih dari dua kali lipat dibanding rekan setim lainnya.

Manchester City juga mencatat 47,3 persen sentuhan serangan mereka dari sisi kiri, menjadi salah satu distribusi tertinggi musim ini. Itu menunjukkan betapa besar ketergantungan tim terhadap kemampuan Doku dalam membuka pertahanan lawan.

4 dari 4 halaman

Masih Belum Sempurna, Tapi Potensinya Sangat Besar

Di usia 23 tahun, Doku masih dianggap belum mencapai bentuk terbaiknya. Namun, potensinya mulai terlihat semakin jelas.

Persaingan winger elite Eropa memang tetap sangat ketat. Nama-nama seperti Khvicha Kvaratskhelia, Lamine Yamal, dan Michael Olise masih menjadi standar tinggi di posisi tersebut.

Meeski begitu, dengan peningkatan pengambilan keputusan, tambahan gol sederhana, dan kemampuan mencetak gol spektakuler yang sudah ia miliki, Doku mulai memperlihatkan tanda-tanda bisa masuk ke level yang sama.

Manchester City pun tampaknya siap terus menjadikan Doku sebagai senjata utama mereka di momen-momen penting musim ini.

LATEST UPDATE