Chelsea di Era Rosenior: Antara Progres Nyata dan Jalan di Tempat
Gia Yuda Pradana | 24 Maret 2026 07:21
Bola.net - Chelsea memasuki fase krusial musim dengan tekanan besar di bawah pelatih anyar Liam Rosenior. Kekalahan 0-3 dari Everton di Premier League akhir pekan kemarin memperpanjang tren negatif yang memicu pertanyaan soal arah tim.
Posisi Chelsea kini berada di peringkat keenam Liga Inggris dengan peluang finis lima besar masih terbuka. Namun, jarak dengan zona empat besar mulai melebar dan menyisakan ruang kesalahan yang semakin kecil.
Di tengah situasi ini, manajemen klub tetap memberikan dukungan penuh kepada Rosenior. Akan tetapi, performa di lapangan menunjukkan inkonsistensi yang perlu segera diperbaiki.
Awal Menjanjikan, Laju Mulai Tersendat

Rosenior memulai kariernya di Chelsea dengan impresif melalui empat kemenangan beruntun di Liga Inggris. Saat itu, tim berhasil naik ke zona Liga Champions dan meredam keraguan awal.
Namun, performa Chelsea menurun dengan hanya satu kemenangan dari enam laga terakhir. Hasil ini membuat mereka kembali turun ke posisi keenam klasemen sementara.
Adaptasi Taktik Jadi Tantangan

Pada bulan pertama, Rosenior masih mengandalkan pendekatan taktik peninggalan Enzo Maresca. Hal ini dilakukan karena minimnya waktu latihan sejak kedatangannya di pertengahan musim.
Namun, setelah mulai menerapkan filosofi sendiri, performa tim justru mengalami penurunan. Intensitas permainan dan konsistensi menjadi masalah yang terus muncul di setiap pertandingan.
Jadwal Padat dan Rotasi Berlebihan

Chelsea menghadapi beban pertandingan yang sangat tinggi dalam dua musim terakhir. Total 113 laga sejak awal musim lalu membuat kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama.
Untuk mengatasinya, Rosenior melakukan 99 perubahan susunan pemain di Liga Inggris musim ini. Akan tetapi, rotasi masif ini berdampak pada kurangnya kestabilan permainan tim.
Tekanan Internal dan Eksternal

Kritik tidak hanya datang dari luar, tetapi juga muncul dari dalam tim. Wakil kapten Enzo Fernandez mengungkapkan kekecewaan atas perubahan arah tim setelah pergantian pelatih.
Rosenior merespons dengan menegaskan bahwa sang gelandang tetap berkomitmen. Namun, situasi ini menunjukkan adanya ketegangan yang perlu dikelola dengan hati-hati.
Chelsea juga menghadapi tekanan dari suporter yang mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap kepemilikan klub. Di sisi lain, target lolos ke Liga Champions tetap menjadi prioritas utama yang menentukan masa depan banyak pihak.
Rosenior masih memiliki waktu untuk membuktikan kapasitasnya bersama Chelsea. Namun, hasil dalam beberapa pekan ke depan akan sangat menentukan apakah proyek ini benar-benar menunjukkan progres atau justru berjalan di tempat.
Sumber: BBC Sport
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Robert Sanchez Yakin Chelsea Bisa Raih Hal Besar Bersama Xabi Alonso
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 09:33
-
Arsenal Siap Tikung Liverpool dalam Perburuan Bradley Barcola
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 08:33
-
Michael Carrick Jelaskan Kondisi Mason Mount Usai Ditendang Pemain PSG
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 06:33
-
Hasil Uji Coba: Chelsea Hajar AC Milan 3-0 di SUGBK
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 21:16
-
Bruno Guimaraes Siap Jadi Pejuang Arsenal dan Bantu Raih Banyak Trofi
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 21:00
LATEST UPDATE
-
Detail Kesepakatan Transfer Ronald Araujo ke Liverpool
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 22:11
-
Hasil MotoGP Silverstone 2026: Raul Fernandez Dominan, Marc Marquez Posisi Ke-7
Otomotif 9 Agustus 2026, 19:57
-
Endrick Mulai Mencari Jalan ke Premier League, Berpeluang Gabung MU?
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 16:35
-
Mason Mount Buka Suara soal Cedera di Laga MU vs PSG
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 15:23
-
Jadi Asisten Jose Mourinho, Apa Peran Sami Khedira di Real Madrid?
Liga Spanyol 9 Agustus 2026, 13:28
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59









