Christian Pulisic Menangis di Bangku Cadangan, Kenapa?
Yaumil Azis | 17 Oktober 2019 09:00
Bola.net - Penggawa Chelsea, Christian Pulisic, tengah berupaya untuk membuktikan dirinya sebagai pemain berkualitas. Laga antara Amerika Serikat melawan Kanada di CONCACAF Nations League yang digelar baru-baru ini menjadi panggung pembuktiannya.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk kemenangan Kanada. Sementara Pulisic hanya mampu bertahan selama 60 menit di lapangan.
Sang pelatih, Gregg Berhalter, memutuskan untuk menaruhnya di bangku cadangan pada menit ke-60. Posisinya sendiri diisi oleh pemain yang sedang memperkuat D.C. United, Paul Arriola.
Begitu keluar lapangan, Pulisic langsung duduk di bangku cadangan. Kamera menyorot dirinya yang sedang terduduk lesu sambil menyapu tetesan air matanya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Air Mata Pulisic
Pemandangan tersebut menjadi sorotan utama publik dalam laga kali ini. Mereka coba menduga apa yang menjadi alasan Pulisic menangis usai ditarik keluar lapangan oleh Berhalter.
Dari hasil tayangan ulang di televisi, Pulisic tampak kecewa karena pelatih memutuskan untuk menggantinya. Dikutip dari Metro, Pulisic terlihat berkata "Saya baik-baik saja," saat sedang berjalan melewati sang pelatih.
Usai pertandingan, Berhalter mengungkapkan alasan mengapa dirinya mengganti Pulisic di saat kedudukan masih imbang 0-0. Ia berkata bahwa pemain berumur 21 tahun itu sedang mengalami gejala flu dan demam ringan.
Curhatan Pulisic
Tangisan itu seolah menjadi bukti bahwa Pulisic tengah dalam masa-masa sulit. Beberapa waktu lalu, ia sempat 'curhat' ke media soal beban yang ia rasakan selama berkiprah di Eropa. Terlebih dengan latar belakangnya sebagai warga negara Amerika Serikat.
"Generasi ini bisa terasa berat, terutama bagi pemain muda, karena orang-orang berbicara soal anda, tekanan yang konstan ini ada di punggung anda," ujar Pulisic kepada the Players' Tribune.
"Terutama sebagai orang Amerika, kami tidak memiliki banyak talenta papan atas internasional selama bertahun-tahun. Jika anda tak mampu mengatasinya, maka itu akan menjadi beban untuk anda," tandasnya.
Saat tiba di Chelsea pun, namanya kerap digaungkan sebagai suksesor Eden Hazard yang hengkang ke Real Madrid. Sayang, dalam beberapa laga terakhir, ia belum mampu memenuhi apa yang diharapkan publik terhadap dirinya.
(Metro News)
Baca Juga:
Harapan Tinggi Hudson-Odoi: Sumbang Gol Lebih Banyak untuk Chelsea
Juventus Targetkan Rekrut Tiga Pemain Baru, Siapa Saja?
Tentang Senjata Rahasia Frank Lampard di Chelsea yang Bisa Membuat Pelatih Lain Iri
Newcastle Berbahaya, Chelsea Diprediksi Bakal Kesulitan
Agen Kembali Tebar Kode Kepergian Jorginho dari Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Kapan Dimulai?
Piala Dunia 11 Juni 2026, 21:20
-
MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
Liga Inggris 11 Juni 2026, 17:28
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming Babak Final Australia Open di Vidio, 14 Juni 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:17
-
Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:05
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:05
-
Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 19:45
-
Bisakah Neymar Main di Laga Brasil vs Maroko? Begini Kata Carlo Ancelotti
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:55
-
Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 18:53
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28












