Coventry City-nya Frank Lampard Terpuruk: Bukti Jurang Kualitas Premier League dan Kasta Kedua

Asad Arifin | 14 September 2026 17:12
Coventry City-nya Frank Lampard Terpuruk: Bukti Jurang Kualitas Premier League dan Kasta Kedua
Pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, berebut bola dengan pemain Coventry City, Loum Tchaouna, dalam pertandingan Premier League, Sabtu (22/8/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Coventry City menjalani awal musim yang sangat buruk setelah kembali ke Premier League 2026/2027. Tim asuhan Frank Lampard menelan empat kekalahan beruntun tanpa sekalipun mencetak gol.

Status sebagai juara Divisi Championship musim lalu belum mampu menjadi modal positif bagi Coventry di kasta tertinggi. Dari empat pertandingan, mereka gagal meraih poin dan gawangnya sudah 10 kali bergetar.

Advertisement

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan setelah Coventry dihantam Brighton dengan skor 0-5 di kandang sendiri pada pekan ke-4. Hasil itu menjadi gambaran betapa berat tantangan yang harus mereka hadapi setelah menunggu 25 tahun untuk kembali ke Premier League.

Sejumlah catatan negatif pun mulai muncul pada awal perjalanan Coventry. Bahkan, start mereka kini tercatat sebagai yang terburuk sejak musim 1919-20.

1 dari 3 halaman

Rekor Buruk Mulai Menghantui Coventry

Rekor Buruk Mulai Menghantui Coventry

Pemain Manchester City, Elliot Anderson (kanan), berebut bola dengan pemain Coventry City, Jack Rudoni, dalam pertandingan Premier League, Sabtu (5/9/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Coventry menjadi tim kelima dalam sejarah kasta tertinggi sepak bola Inggris yang kalah dalam empat pertandingan pembuka musim tanpa mencetak satu gol pun. Mereka menyamai catatan Derby County pada 1899-1900, Stoke City 1906-07, Preston North End 1924-25, dan Crystal Palace 2017-18.

Situasi tersebut menunjukkan persoalan utama Coventry pada awal musim, yakni ketidakmampuan menghasilkan gol. Dalam empat laga, lini depan mereka belum mampu memecah kebuntuan, sementara pertahanan sudah kebobolan 10 kali.

Jadwal awal musim juga memberikan ujian berat bagi Coventry. Mereka harus menghadapi Arsenal dan Manchester City di laga tandang, selain menjalani pertandingan berat lainnya pada periode awal kompetisi.

Namun, kekalahan telak dari Brighton di kandang sendiri menjadi alarm bagi Lampard dan timnya. Coventry perlu segera menemukan solusi agar start buruk ini tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar sepanjang musim.

2 dari 3 halaman

Coventry Rasakan Tekanan Lebih Besar di Premier League

Coventry Rasakan Tekanan Lebih Besar di Premier League

Coventry City meraih tiket promosi dari Divisi Championship ke Premier League 2026/2027 (c) Dok. Coventry City

Lampard menyadari Premier League menghadirkan tekanan yang berbeda dibandingkan kompetisi yang mereka jalani musim lalu. Pelatih Coventry itu meminta para pemain tetap bekerja keras meski hasil awal sangat mengecewakan.

"Kami harus terus bekerja keras. Kami baru menjalani empat pertandingan musim ini, termasuk dua laga tersulit . Anda harus selalu terus bekerja, dan atmosfer di Premier League memang berbeda," ucap Lampard kepada Sky Sports.

Lampard juga menyadari sebagian pemainnya belum terbiasa menghadapi tekanan di kasta tertinggi. Karena itu, ia meminta skuadnya tidak larut dalam hasil buruk dan terus berusaha memperbaiki performa.

"Tekanannya lebih besar, dan banyak pemain yang belum pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya. Kami tidak akan mengasihani diri sendiri; mereka harus terus bekerja keras tanpa henti. Saya sudah berkali-kali berada dalam situasi seperti ini," imbuh Lampard.

Sumber: BBC Sport

LATEST UPDATE