Drama Menit Akhir Liverpool Kembali Terjadi, Slot Akui Timnya Tak Pantas Menang?
Richard Andreas | 24 Februari 2026 23:10
Bola.net - Liverpool kembali menampilkan wajah yang sudah akrab bagi publik Premier League, yaitu drama di menit-menit akhir. Kemenangan tipis atas Nottingham Forest (1-0) diraih lewat gol penentuan yang datang nyaris di detik terakhir pertandingan.
Bagi sebagian pihak, momen tersebut mencerminkan mentalitas pantang menyerah yang telah lama melekat pada klub. Namun di balik euforia, terselip kegelisahan tentang kemampuan Liverpool mengontrol pertandingan.
Musim ini, ketergantungan pada gol telat tidak selalu berbuah manis. Bahkan, kecenderungan tersebut justru ikut membentuk musim yang berjalan tidak sesuai rencana.
Gol Mac Allister dan Evaluasi Jujur Slot

Gol kemenangan Liverpool dicetak Alexis Mac Allister pada menit ke-97 saat menghadapi Nottingham Forest di City Ground. Gol itu memastikan kemenangan 1-0 yang krusial, tetapi juga memperpanjang pola laga dramatis musim ini.
Menurut catatan kompetisi, tujuh dari 27 pertandingan liga Liverpool musim 2025-26 ditentukan oleh gol kemenangan setelah menit ke-90. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam satu musim dalam sejarah Premier League.
Pelatih Arne Slot memberikan penilaian yang jujur seusai laga. Ia mengakui performa timnya, khususnya di babak pertama, jauh dari standar terbaik.
“Emosi saya adalah perasaan bahagia dan lega. Hari ini kami tidak memainkan pertandingan yang bagus," ungkap Slot.
"Performa kami, terutama di babak pertama, tidak seperti yang sudah sering kami tunjukkan musim ini. Kami terlalu sering berada di sisi yang salah dari skor setelah tampil bagus."
"Hari ini, saya pikir kami mendapatkan lebih dari yang pantas kami dapatkan. Hasil imbang akan lebih adil dibandingkan kemenangan bagi kami," imbuhnya.
Mentalitas Lama dan Risiko yang Mengiringi

Kecenderungan Liverpool mencetak gol telat bukan hal baru. Klub ini telah mengoleksi 48 gol kemenangan setelah menit ke-90 di Premier League, setidaknya 12 lebih banyak dari tim mana pun di kompetisi tersebut.
Ciri tersebut identik dengan era Jurgen Klopp, yang pernah menyebut timnya sebagai “mentalitas monster” usai comeback telat melawan Southampton pada 2019. Julukan itu kemudian melekat sebagai simbol daya juang Liverpool.
Kapten Virgil van Dijk juga menegaskan pentingnya mentalitas tersebut usai laga melawan Forest, terutama setelah gol Mac Allister sempat dianulir karena handball.
“Saya sepenuhnya setuju bahwa kami menunjukkan mentalitas yang kuat, karena ketika gol dianulir, momentum bisa berubah dan para pendukung Forest benar-benar berada di belakang tim mereka," kata Van Dijk.
"Namun, saya pikir kami melakukannya dengan baik; kami menciptakan kekacauan dari situasi lemparan ke dalam dan berhasil mencetak gol penentu."
"Ketahanan kami memang sempat dipertanyakan musim ini, tetapi hari ini dan beberapa laga terakhir, kami menunjukkan konsistensi dalam apa yang kami lakukan," lanjutnya.
Sisi Gelap Drama Menit Akhir Liverpool
Di balik pujian atas daya juang, Liverpool juga kerap menjadi korban drama serupa. Mereka telah kebobolan empat gol penentuan di masa injury time musim ini, jumlah terbanyak bersama dalam satu musim liga.
Salah satu momen paling menyakitkan terjadi saat Manchester City mencuri kemenangan 2-1 di Anfield melalui penalti menit ke-93 dari Erling Haaland. Liverpool juga kehilangan poin penting di kandang Leeds United dan Fulham.
Total delapan poin terbuang di masa tambahan waktu menjadi yang terbanyak di liga musim ini, sebuah angka yang signifikan dalam perebutan tiket UEFA Champions League.
Slot menegaskan sulit menunjuk satu penyebab utama dari masalah tersebut. Ia melihat adanya progres dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, meski hal itu belum tercermin di klasemen.
“Jika dibandingkan tiga atau empat bulan lalu, Anda bisa melihat banyak peningkatan, tetapi masalahnya adalah peningkatan itu tidak terlihat di klasemen liga, dan itu selalu menjadi cerminan paling penting.”
Investasi Besar, Dampak Terbatas
Musim lalu pun Liverpool jarang menang dengan margin besar. Hanya tujuh dari 20 laga terakhir musim 2024-25 yang dimenangkan dengan selisih dua gol atau lebih.
Keinginan untuk tampil lebih dominan menjadi salah satu alasan di balik belanja besar mendekati 450 juta pounds pada musim panas lalu. Namun, investasi tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil.
Cedera serius yang menimpa Alexander Isak, Jeremie Frimpong, dan Giovanni Leoni membatasi kontribusi pemain baru. Sementara itu, gelandang bintang Florian Wirtz masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kerasnya Premier League.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukayo Saka Nikmati Kemenangan Arsenal atas Sunderland setelah Pekan Berat
Liga Inggris 13 September 2026, 09:42
-
Mikel Arteta Murka Penalti Sunderland: Tidak Bisa Terjadi di Level Ini
Liga Inggris 13 September 2026, 09:04
-
Rapor Pemain Chelsea saat Imbang Lawan Hull City: Joao Pedro Bersinar, Hato Terpuruk
Liga Inggris 13 September 2026, 08:34
-
Rapor Pemain Arsenal saat Menang atas Sunderland: Raya Gemilang, Saka Penentu
Liga Inggris 13 September 2026, 07:33
LATEST UPDATE
-
Derby Manchester Malam Ini Diprediksi Berakhir Tanpa Pemenang
Liga Inggris 13 September 2026, 17:00
-
Jelang Derby Manchester, Bos City Puji Habis Michael Carrick
Liga Inggris 13 September 2026, 16:30
-
Manchester City Tim Bagus, Tapi MU Siap Menangkan Derby Manchester Perdana di 2026/2027
Liga Inggris 13 September 2026, 16:00
-
Menang di Derby Manchester Terakhir, Michael Carrick Menolak Besar Kepala
Liga Inggris 13 September 2026, 15:30
-
Link Streaming Persita vs Java United di BRI Super League, 13 September 2026
Bola Indonesia 13 September 2026, 15:03
-
Link Streaming PSM vs Arema di BRI Super League, 13 September 2026
Bola Indonesia 13 September 2026, 15:01
-
Jadwal Siaran Langsung Manchester United vs Manchester City Hari Ini
Liga Inggris 13 September 2026, 14:44
-
Manchester United vs Manchester City: Lini Belakang Setan Merah Jadi Perhatian
Liga Inggris 13 September 2026, 14:04
-
Chelsea Masih Rapuh, Xabi Alonso Tuntut Perubahan di Lini Belakang
Liga Inggris 13 September 2026, 13:24
-
Christian Pulisic Bantu AC Milan Bangkit di Markas Lazio
Liga Italia 13 September 2026, 12:44
-
Man Utd vs Man City: 5 Hal yang Perlu Diketahui Jelang Derby Manchester
Liga Inggris 13 September 2026, 12:04
-
Ruben Amorim Ungkap Masalah AC Milan dan Luka Modric Usai Imbang Lawan Lazio
Liga Italia 13 September 2026, 11:24
-
Real Madrid Menang 4-1, Jose Mourinho Beri Peringatan untuk Anak Asuhnya
Liga Inggris 13 September 2026, 10:44
-
Bukayo Saka Nikmati Kemenangan Arsenal atas Sunderland setelah Pekan Berat
Liga Inggris 13 September 2026, 09:42
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


