Emosi Meledak di Old Trafford: Gol Michael Owen dan Amarah Mark Hughes
Aga Deta | 6 April 2025 14:45
Bola.net - Derby Manchester pada 20 September 2009 menjadi salah satu laga paling ikonik dalam sejarah Premier League. Gol kemenangan Michael Owen di menit akhir menjadikannya pahlawan di Old Trafford.
Gol tersebut lahir di detik-detik terakhir saat Manchester United menjamu Manchester City. Dengan satu sentuhan kaki, Owen menorehkan namanya dalam buku sejarah klub.
Namun yang menjadi sorotan bukan hanya gol semata. Perayaan emosional Gary Neville justru membuat manajer City saat itu, Mark Hughes, marah besar.
Pertandingan ini memang sarat tensi dan penuh drama. United dan City saling berbalas gol hingga momen penentu di menit ke-96.
Gol Owen yang Menjadi Legenda

Michael Owen baru dua bulan bergabung dengan Manchester United saat ia mencetak gol penentu. Ia menerima umpan matang dari Ryan Giggs dan menyarangkannya ke gawang Shay Given.
Old Trafford pun bergemuruh, para suporter larut dalam euforia. Owen berlari ke sudut stadion dengan tangan terangkat, disambut rekan-rekannya yang datang merayakan.
City sempat menyamakan skor 3-3 lewat Craig Bellamy di menit ke-90. Tapi gol Owen enam menit kemudian membalikkan segalanya dan menjadikan laga ini bersejarah.
Mark Hughes dan Drama Waktu Tambahan

Mark Hughes kesal berat melihat gol Owen yang tercipta di luar waktu tambahan yang diumumkan. Waktu tambahan seharusnya hanya empat menit, tapi gol tercipta di menit ke-96.
Hughes meluapkan emosinya dengan menunjukkan jam tangannya ke arah asisten wasit. Ia merasa City telah dirampok dari hasil imbang yang sudah di depan mata.
Menurut Hughes, perayaan gol Bellamy tidak cukup alasan untuk memperpanjang waktu hingga dua menit lebih. Kekecewaannya terasa wajar, mengingat City nyaris membawa pulang satu poin.
"Dia bilang menambahkan lebih dari satu menit karena selebrasi gol kami, tapi mereka salah. Kami merasa dirampok... Secara historis, ini pernah terjadi sebelumnya," ujar Hughes.
"Saya pernah berada di tim-tim di sini yang diuntungkan oleh hal semacam itu dan dulu saya tidak merasa itu masalah, karena saya pikir kami sering dirugikan oleh wasit. Tapi sejak saya pergi, pandangan saya mungkin sudah berubah."
Gary Neville dan Perayaan yang Memancing Emosi

Gary Neville yang saat itu berada di bangku cadangan ikut larut dalam kegembiraan. Ia berlari di sepanjang garis lapangan sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi.
Namun yang membuat panas adalah arah larinya menuju suporter City, bukan ke tribun Stretford End. Aksi itu tidak luput dari perhatian Mark Hughes.
Hughes yang pernah membela United saat bermain merasa tersinggung. “Saya melihat Gary Neville berlari seperti orang gila,” kata Hughes. “Apa yang saya lihat mengingatkan saya pada Sir Alex dan Brian Kidd.”
Peringatan FA dan Reaksi Neville

Beberapa hari setelah laga, FA merilis pernyataan resmi. Gary Neville diberi peringatan atas aksinya yang dianggap provokatif.
Ini bukan pertama kalinya Neville bersinggungan dengan FA. Ia pernah didenda 5.000 pounds (sekitar Rp100 juta) pada 2006 karena merayakan gol di depan fans Liverpool.
Namun sebagai penggemar sejati United, Neville tampaknya tidak terlalu peduli. Bagi dirinya, gol Owen adalah momen luar biasa yang layak dirayakan.
Sumber: Manchester Evening News
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





