Hari-hari Baru Manchester City Tanpa Pep Guardiola, Dimulai dari Kekalahan Lawan Inter Milan

Asad Arifin | 2 Agustus 2026 16:31
Hari-hari Baru Manchester City Tanpa Pep Guardiola, Dimulai dari Kekalahan Lawan Inter Milan
Duel Manchester City vs Inter Milan di Hongkong, Sabtu 1 Agustus 2026 (c) AP Photo/Chan Long Hei

Bola.net - Manchester City resmi memasuki babak baru setelah berakhirnya era Pep Guardiola. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, The Citizens menjalani musim tanpa sosok yang mengubah wajah klub menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa.

Guardiola mengakhiri masa baktinya pada penghujung musim 2025-2026 setelah memimpin Manchester City sejak 1 Juli 2016. Selama 10 tahun, pelatih asal Spanyol itu menghadirkan berbagai trofi sekaligus membangun identitas permainan yang menjadi acuan banyak klub.

Advertisement

Kini, tongkat estafet berada di tangan Enzo Maresca. Pelatih asal Italia tersebut datang dengan bekal gelar Championship bersama Leicester City dan trofi Piala Dunia Antarklub saat menangani Chelsea.

Transisi menuju era baru tidak diawali dengan hasil ideal. Pada laga pramusim pertamanya sebagai manajer Manchester City, Maresca harus melihat timnya kalah dari Inter Milan melalui babak adu penalti.

1 dari 2 halaman

Mewarisi Tim Hebat, Menggantikan Sosok Legendaris

Mewarisi Tim Hebat, Menggantikan Sosok Legendaris

Enzo Maresca resmi menjadi manajer baru Manchester City (c) MCFC Official

Tantangan terbesar Maresca bukan hanya soal hasil pertandingan. Ia harus mengambil alih ruang ganti yang selama satu dekade dipimpin oleh Guardiola, sosok yang membentuk budaya, filosofi bermain, dan standar tinggi di Manchester City.

Pergantian tersebut tentu membutuhkan proses adaptasi, baik bagi staf pelatih maupun para pemain. Tidak mengherankan apabila setiap langkah Maresca pada musim pertamanya akan selalu dibandingkan dengan pencapaian pendahulunya.

Bek Manchester City, Josko Gvardiol, mengungkapkan bahwa keputusan Guardiola mengumumkan kepergiannya pada akhir musim dinilai sebagai waktu yang tepat. Menurutnya, pengumuman lebih awal justru bisa memengaruhi fokus dan mental tim.

"Beberapa orang mengatakan dia seharusnya memberi tahu kami lebih awal, beberapa orang mengatakan tidak," kata bek Man City, Josko Gvardiol.

2 dari 2 halaman

Guardiola Pergi, Manchester City Menatap Masa Depan

Guardiola Pergi, Manchester City Menatap Masa Depan

Bek Manchester City, Josko Gvardiol bereaksi setelah gagal memaksimalkan peluang melawan West Ham, 21 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Menurut Gvardiol, kepergian Guardiola dari Man City memang tidak diharapkan. Namun, sebagai pemain maupun tim, semua harus siap. Apalagi, pengumuman kepergian Pep dilakukan sejak jauh hari dan ada waktu untuk bersiap.

"Kami tahu pada suatu saat dia harus memberi tahu kami. Dia telah berada di sini selama 10 tahun dan sudah waktunya untuk beristirahat sejenak dan pensiun. Kami bisa merasakannya," ucap Gvardiol.

" dia berada di antara dua pilihan, hampir pergi, lalu dia tetap tinggal. Bagus karena itu adalah musim lain untuk mencoba memenangkan sesuatu. Dua musim lalu kami kesulitan, 13 pertandingan tanpa kemenangan," ucap bek asal Kroasia.

"Sayangnya sudah waktunya untuk pergi tetapi siapa tahu dengannya, mungkin setelah enam bulan ketika dia mendapatkan kembali energinya," tutup mantan pemain RB Leipzig itu.

Sumber: BBC Sport

LATEST UPDATE