Howard Webb Bela Keputusan VAR dalam Kontroversi Arsenal vs West Ham

Ari Prayoga | 13 Mei 2026 09:57
Howard Webb Bela Keputusan VAR dalam Kontroversi Arsenal vs West Ham
Callum Wilson mencetak gol yang kemudian dianulir dalam laga West Ham vs Arsenal, Minggu (10/5/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Kepala wasit Inggris, Howard Webb, memberikan pembelaan tegas terhadap keputusan VAR yang menganulir gol penyeimbang West Ham United saat menghadapi Arsenal. Menurut Webb, keputusan tersebut “secara mutlak benar” meski memicu perdebatan besar di kalangan penggemar maupun pengamat sepak bola.

Kontroversi terjadi ketika gol menit ke-95 yang dicetak Callum Wilson dibatalkan setelah pemeriksaan VAR yang berlangsung cukup lama. Wasit Chris Kavanagh membutuhkan waktu lebih dari empat menit untuk meninjau total 17 tayangan ulang sebelum akhirnya memutuskan gol tidak sah.

Advertisement

Keputusan itu langsung menuai reaksi keras. Pundit Sky Sports, Gary Neville, bahkan menyebut insiden tersebut sebagai “keputusan VAR terbesar dalam sejarah Premier League”. Menurutnya, hasil laga itu bisa berdampak besar terhadap persaingan gelar Arsenal sekaligus peluang West Ham terdegradasi.

Gol tersebut dianulir karena pemain pengganti West Ham, Pablo, dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya. Dalam tayangan ulang, Pablo terlihat menahan lengan Raya sehingga sang penjaga gawang dinilai tidak dapat bergerak bebas untuk mengantisipasi bola.

1 dari 4 halaman

Penjelasan Howard Webb

Penjelasan Howard Webb

Pemain memprotes wasit Chris Kavanagh dalam laga West Ham vs Arsenal, Minggu (10/5/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Webb menjelaskan bahwa tindakan tersebut memang termasuk pelanggaran sesuai pedoman yang sudah disampaikan kepada klub-klub sejak pramusim.

“Jika seorang kiper dihalangi oleh lawan dengan cara menarik atau menahan lengannya sehingga tidak bisa menjalankan tugasnya, maka itu harus dihukum sebagai pelanggaran,” ujar Webb dalam program Match Officials Mic’D Up.

Ia menambahkan bahwa sudut kamera terbaik memperlihatkan dengan jelas kontak yang dilakukan Pablo terhadap Raya. Menurut Webb, walaupun wasit utama sulit melihat kejadian tersebut karena padatnya pemain di kotak penalti, VAR wajib turun tangan ketika menemukan kesalahan yang jelas.

2 dari 4 halaman

Tantangan untuk Wasit

Webb juga menyoroti tantangan yang dihadapi perangkat pertandingan dalam menilai kontak fisik di area penalti musim ini. Ia menegaskan bahwa tidak semua sentuhan dapat dianggap pelanggaran, namun wasit akan fokus pada insiden yang benar-benar berdampak terhadap permainan.

“Kami memahami besarnya pertandingan dan pentingnya keputusan ini. Karena itu proses pengecekan dilakukan dengan sangat teliti,” tambahnya.

Selain pelanggaran terhadap Raya, rekaman komunikasi VAR juga mengungkap bahwa ofisial pertandingan sempat meninjau dua potensi pelanggaran lain dalam proses terciptanya gol tersebut.

VAR lebih dulu memeriksa dugaan pelanggaran Leandro Trossard terhadap Pablo, namun wasit menilai kontak tersebut tidak signifikan. Mereka juga meninjau kemungkinan pelanggaran Declan Rice terhadap Konstantinos Mavropanos.

Meski demikian, VAR menyimpulkan bahwa pelanggaran terhadap Raya terjadi lebih dahulu sehingga menjadi alasan utama gol dibatalkan.

3 dari 4 halaman

Keputusan Kontroversial Lainnya

Dalam episode yang sama, program Match Officials Mic’D Up turut membahas beberapa kontroversi lain di Premier League. Salah satunya adalah keputusan tidak mengusir kiper Newcastle United, Nick Pope, usai insidennya dengan striker Arsenal, Viktor Gyokeres.

Ofisial pertandingan juga menilai gol Benjamin Sesko ke gawang Liverpool sah menurut aturan.

Namun, terdapat satu evaluasi yang diakui kurang tepat oleh perangkat pertandingan, yakni insiden handball gelandang West Ham, Mateus Fernandes, saat melawan Everton. Dalam kasus itu, Webb mengakui bahwa publik sepak bola kemungkinan besar mengharapkan hadiah penalti diberikan.

LATEST UPDATE