Jadi Manajer Interim Man United, Carrick Ogah Tiru Hairdryer Treatment Sir Alex Ferguson

Dimas Ardi Prasetya | 20 Februari 2026 20:08
Jadi Manajer Interim Man United, Carrick Ogah Tiru Hairdryer Treatment Sir Alex Ferguson
Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat laga Premier League kontra Arsenal, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Michael Carrick kini memegang kendali di Manchester United dalam situasi yang tidak mudah. Ia ditunjuk sebagai manajer interim setelah Setan Merah memutuskan berpisah dengan Ruben Amorim.

Penunjukan Carrick terjadi setelah periode singkat yang juga melibatkan Darren Fletcher sebagai pelatih sementara. Klub bergerak cepat demi menjaga stabilitas tim di tengah tekanan hasil.

Advertisement

Nama Carrick sempat muncul setelah sejumlah kandidat lain dipertimbangkan, termasuk Ole Gunnar Solskjaer. Namun, manajemen akhirnya mempercayakan kursi panas itu kepada mantan gelandang andalan mereka tersebut.

Tugas Carrick jelas tidak ringan karena ia datang di tengah ekspektasi tinggi publik Old Trafford. Meski begitu, satu hal sudah ia pastikan sejak awal: ia tidak akan meniru gaya legendaris Sir Alex Ferguson yang terkenal keras di ruang ganti.

1 dari 3 halaman

Carrick tak Akan Meniru Gaya Sir Alex

Carrick tak Akan Meniru Gaya Sir Alex

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, saat pertandingan Liga Inggris melawan Manchester City di Stadion Etihad, Minggu (9/12/2012). (c) AP Photo/Clint Hughes

Sebagai sosok yang pernah lama merasakan atmosfer ruang ganti era Sir Alex Ferguson, Carrick paham betul seperti apa standar tinggi yang diterapkan sang legenda. Namun, ia menegaskan tidak akan mencoba menyalin metode terkenal tersebut.

Istilah hairdryer treatment begitu identik dengan Ferguson di masa jayanya. Sang manajer legendaris dikenal tak segan memarahi pemain tepat di depan wajah mereka ketika melakukan kesalahan atau tak disiplin.

Carrick sendiri mengakui bahwa ia bukan tipe pelatih yang gemar berteriak atau mengamuk. Ia merasa setiap manajer memiliki pendekatan berbeda dalam mengelola karakter dan emosi pemain.

Ketika ditanya oleh BBC Sports apakah ia akan memberikan perlakuan keras ala Ferguson, Carrick menjawab tegas: “Ya, saya tidak yakin saya bisa menirunya! Saya tidak akan mencoba!”

2 dari 3 halaman

Pujian Tinggi untuk Sir Alex

Pujian Tinggi untuk Sir Alex

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan Liga Inggris melawan Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Meski tidak ingin meniru gaya tersebut, Carrick tetap menunjukkan rasa hormat luar biasa kepada Ferguson. Ia mengakui metode sang mantan bos terbukti efektif dalam mengeluarkan potensi terbaik pemain.

Carrick mengingat betul bagaimana suasana berubah ketika Ferguson mulai meninggikan suara. Para pemain, termasuk dirinya, bisa langsung merasakan tekanan yang membuat mereka kembali fokus.

Namun, ia juga menilai bahwa keberhasilan Ferguson bukan semata soal teriakan di ruang ganti. Ada kecerdasan dan kemampuan membaca karakter yang membuat pendekatan itu berhasil.

“Beberapa kali saya melihatnya dan itu membuat Anda terkejut, berusaha menjauhinya. Tapi, sekali lagi, Anda berbicara tentang Sir Alex dan ia adalah seorang jenius dalam memanfaatkan orang dan mendapatkan yang terbaik dari orang-orang dengan begitu banyak cara yang berbeda - dukungan, dorongan, terkadang sedikit lebih keras daripada dorongan - tetapi itu berhasil. Itu semua tentang mendapatkan yang terbaik dari para pemainnya," terang Carrick.

Dengan pendekatan yang lebih tenang, Carrick kini berusaha membangun versinya sendiri sebagai manajer interim. Ia mungkin tidak membawa hairdryer ke ruang ganti, tetapi targetnya tetap sama: mengeluarkan performa maksimal dari skuad Manchester United.

LATEST UPDATE