Kalah Lagi, Chelsea Memang Tidak Punya Pemimpin di Lapangan
Richard Andreas | 22 Maret 2026 18:45
Bola.net - Chelsea kembali menelan kekalahan menyakitkan setelah dipermalukan Everton dengan skor 0-3 dalam lanjutan kompetisi domestik. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif The Blues yang kini telah menelan empat kekalahan beruntun di semua ajang.
Kekalahan ini tidak hanya soal skor. Laga di Hill Dickinson Stadium memperlihatkan masalah yang lebih dalam di tubuh Chelsea: kurangnya kepemimpinan di lapangan ketika tim berada dalam tekanan.
Situasi itu menjadi semakin kontras ketika satu-satunya pemain yang terlihat mencoba membangkitkan semangat tim justru seorang pemain berusia 18 tahun, Estevao.
Gol Everton Memperlihatkan Perbedaan Mentalitas

Momen paling menggambarkan situasi Chelsea terjadi setelah gol ketiga Everton tercipta. Iliman Ndiaye berlari menuju tribun untuk merayakan gol bersama rekan-rekannya setelah menempatkan bola ke sudut kanan atas gawang Robert Sanchez.
Sebaliknya, para pemain Chelsea terlihat terpaku di lapangan. Banyak dari mereka berdiri dengan tangan di pinggang, menunduk, atau menatap langit tanpa reaksi berarti.
Satu-satunya pemain yang bergerak cepat adalah Estevao. Pemain muda itu berlari melewati Sanchez untuk mengambil bola dari dalam gawang, lalu membawanya kembali ke lingkaran tengah dan meletakkannya di depan Cole Palmer, seolah ingin segera memulai kembali pertandingan.
Tindakan itu terasa kontras. Bagi pemain yang baru berusia 18 tahun, baru bergabung musim panas lalu, dan baru enam menit kembali bermain setelah absen lebih dari sebulan karena cedera, upaya tersebut menunjukkan semangat yang justru tidak terlihat dari pemain-pemain senior.
Kesalahan Lama Chelsea Kembali Terulang

Kekalahan 0-3 tersebut juga mencerminkan sejumlah masalah lama yang terus menghantui Chelsea sepanjang musim.
Everton mampu menembus pertahanan Chelsea dengan relatif mudah melalui permainan direct. Pola tersebut menghasilkan gol pertama dan ketiga mereka.
Gol kedua bahkan lahir dari kesalahan Robert Sanchez, yang gagal mengamankan situasi dengan baik di depan gawangnya.
Di sisi lain, lini serang Chelsea kembali memperlihatkan masalah yang sama seperti beberapa laga sebelumnya: penyelesaian akhir yang buruk.
Masalah tersebut terlihat sejak awal pertandingan. Dalam 20 menit pertama, Chelsea berulang kali kehilangan bola akibat umpan yang tidak akurat. Bahkan pada menit ke-10, Sanchez hampir saja membuat timnya tertinggal setelah kehilangan bola dari Beto sebelum Moises Caicedo menyapu bola.
Chelsea Tanpa Pemimpin di Lapangan

Ketika Everton mencetak gol pertama, momen tersebut sebenarnya bisa menjadi titik untuk menenangkan situasi dan menyatukan tim.
Nahas, yang terjadi justru sebaliknya. Para pemain Chelsea terlihat berdiri terpencar di lapangan tanpa ada diskusi atau koordinasi.
Padahal, Chelsea memiliki sejumlah pemain berpengalaman di lapangan. Kapten sementara Enzo Fernandez merupakan juara dunia bersama Argentina, sementara Marc Cucurella pernah menjuarai Euro bersama Spanyol.
Sayangnya, tak satu pun terlihat berusaha mengumpulkan rekan-rekannya untuk membicarakan apa yang salah atau bagaimana merespons situasi.
Hal ini terasa kontras dengan Everton. Tim asuhan David Moyes tampil terorganisir, komunikatif, dan penuh percaya diri sepanjang pertandingan.
Komentar Rosenior dan Situasi di Ruang Ganti
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengakui timnya kehilangan momentum setelah kebobolan lebih dulu.
Ia menjelaskan bahwa kondisi mental tim dapat menurun ketika menghadapi lawan kuat dan tertinggal lebih dahulu dalam pertandingan.
“Jika Anda sedang menjalani rangkaian pertandingan sulit melawan tim-tim besar, energi dan kepercayaan diri bisa turun ketika lawan mencetak gol lebih dulu, dan itu yang terjadi,” kata Rosenior.
“Ini soal alur permainan dan momentum, dan kami tidak memilikinya dalam pertandingan hari ini.” Rosenior juga menegaskan bahwa ia tidak melihat kurangnya usaha dari para pemainnya.
Setelah jeda internasional, Chelsea akan menghadapi rangkaian pertandingan berat melawan Manchester City, Manchester United, dan Liverpool.
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
Jangan sampai ketinggalan infonya
Semakin Jauh dari 4 Besar, Liam Rosenior Pede Chelsea Bisa Lolos ke Liga Champions
Chelsea Dipecundangi Everton, Liam Rosenior: Kami Memang Layak Kalah!
Ditarik Keluar Lawan Brighton, Seberapa Parah Cedera Hugo Ekitike?
Liverpool Kalah dari Brighton, Begini Kilah Arne Slot
5 Pelajaran dari Kekalahan Liverpool di Markas Brighton: Sudah Kalah, Badai Cedera The Reds Semakin Parah Pula
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Baik MU! Klub Inggris Ini Siap Tebus Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juni 2026, 21:01
-
Julian Alvarez Sulit, Barcelona Kejar Striker Manchester United Ini
Liga Spanyol 22 Juni 2026, 20:47
-
2 Alasan MU Pede Mateus Fernandes Tidak akan Berpaling ke Tottenham
Liga Inggris 22 Juni 2026, 20:35
-
Update Transfer Ederson ke MU: Kapan Bakal Diumumkan Setan Merah?
Liga Inggris 22 Juni 2026, 19:03
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Kolombia vs RD Kongo: Daniel Munoz
Piala Dunia 24 Juni 2026, 11:12
-
Hasil Kolombia vs RD Kongo: Gol Daniel Munoz Antar Los Cafeteros Lolos
Piala Dunia 24 Juni 2026, 10:58
-
Rapor Pemain Portugal Saat Hajar Uzbekistan: Ronaldo Balik Bungkam Kritik
Piala Dunia 24 Juni 2026, 09:23
-
Man of the Match Panama vs Kroasia: Cristian Martinez
Piala Dunia 24 Juni 2026, 08:31
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Ekuador vs Jerman 26 Juni 2026
Piala Dunia 24 Juni 2026, 08:02
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Curacao vs Pantai Gading 26 Juni 2026
Piala Dunia 24 Juni 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28










