Kata-Kata Liam Rosenior Usai Resmi Jadi Pelatih Chelsea: Alasan Keluarga dan Panggilan Juara
Richard Andreas | 6 Januari 2026 18:33
Bola.net - Chelsea resmi memasuki era baru di pinggir lapangan setelah mengonfirmasi penunjukan Liam Rosenior sebagai manajer anyar. Pengumuman ini sekaligus menandai berakhirnya spekulasi panjang terkait siapa yang akan menggantikan Enzo Maresca di Stamford Bridge.
Bagi Rosenior, kepindahan ini bukan sekadar lompatan karier, tetapi juga keputusan personal yang sarat emosi. Setelah 18 bulan membangun reputasi bersama Strasbourg di Ligue 1, ia akhirnya menerima tawaran yang disebutnya mustahil ditolak.
Keputusan tersebut membawa Rosenior kembali ke Inggris, mendekatkan dirinya dengan keluarga, sekaligus menempatkannya di pucuk pimpinan salah satu klub terbesar dunia yang berstatus juara Piala Dunia Antarklub.
Penunjukan Resmi dan Kontrak Jangka Panjang
Chelsea mengonfirmasi Rosenior sebagai manajer baru pada Selasa pagi, menggantikan Enzo Maresca yang sebelumnya diberhentikan. Manajer berusia 41 tahun itu menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2032.
Penunjukan ini mengakhiri spekulasi intens yang mengaitkan Rosenior dengan kepulangan ke Premier League. Setelah pengumuman resmi, ia akhirnya angkat bicara mengenai keputusannya menerima tawaran dari klub London Barat tersebut.
Dalam pernyataannya, Rosenior menegaskan bahwa status Chelsea sebagai salah satu klub terbesar dunia menjadi faktor kunci. Ia juga menyebut pencapaian klub sebagai juara dunia sebagai daya tarik utama.
“Saya sepenuhnya fokus pada pertandingan terakhir Strasbourg, tetapi yang terjadi setelahnya adalah saya diberi izin oleh salah satu klub terbesar di dunia, juara Piala Dunia Antarklub,” ujar Rosenior.
“Merupakan sebuah kehormatan bisa berbicara dengan klub seperti itu dan pada hari ini terlihat bahwa saya akan menjadi manajer klub sepak bola tersebut.”
Alasan Emosional di Balik Kepindahan
Selain faktor profesional, keputusan Rosenior dipengaruhi kuat oleh alasan keluarga. Selama bekerja di Prancis, ia harus berpisah dengan anak-anaknya yang tinggal di Inggris.
Kesempatan melatih Chelsea memberinya jalan keluar dari dilema tersebut. Ia dapat bekerja di level tertinggi tanpa harus terus hidup terpisah dari keluarga.
Rosenior secara terbuka mengakui bahwa pengorbanan itu menjadi beban tersendiri selama masa baktinya di Alsace. Tawaran dari Chelsea dianggapnya sebagai titik temu antara ambisi dan kebutuhan personal.
“Ini adalah kesempatan luar biasa di klub yang luar biasa, juara dunia, dan kesempatan yang tidak bisa saya tolak,” kata Rosenior.
“Dan saya bisa pulang, bertemu anak-anak saya. Saya telah membuat pengorbanan dengan berada jauh dari mereka.”
Warisan Positif di Strasbourg
Masa jabatan Rosenior di Strasbourg dinilai sebagai kesuksesan besar. Ia diberi tugas mengembangkan pemain muda, termasuk sejumlah pemain pinjaman dari Chelsea, sambil tetap menjaga daya saing tim di Ligue 1.
Di bawah arahannya, Strasbourg tampil dengan gaya sepak bola progresif dan mencapai posisi yang solid di liga. Pendekatan inilah yang disebut menarik perhatian kelompok pemilik klub.
Kepergian Rosenior memang sudah diperkirakan, mengingat struktur kepemilikan Strasbourg yang terkait dengan Chelsea. Namun, momen perpisahannya tetap berlangsung emosional saat ia berbicara kepada media setelah laga terakhirnya di Prancis.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Resmi! Chelsea Perkenalkan Liam Rosenior Sebagai Manajer Baru
Carragher dan Neville Kompak Ragukan Liam Rosenior: Penurunan Standar Chelsea?
Baru Dipecat Chelsea, Enzo Maresca Merapat ke Manchester United?
Setelah Kejutan Pemecatan Enzo Maresca, Chelsea Siap Beri Kejutan Lagi: Pecahkan Rekor Transfer Demi Vinicius Junior!
Alasan Emosional Nicky Butt Tolak Enzo Maresca Gantikan Amorim: Saya Fans MU, Bukan Man City!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



