Kepingan-Kepingan Taktik Ruben Amorim Mulai Utuh: Manchester United Siap Ngegas Musim Ini!
Richard Andreas | 13 Agustus 2025 15:23
Bola.net - Ruben Amorim tiba di Manchester United dengan reputasi sebagai pelatih berprinsip teguh. Filosofi taktiknya yang jelas dan konsisten menjadi ciri khas sejak menangani Sporting.
Namun, menerapkannya di Old Trafford ternyata jauh dari kata mudah. Musim lalu, Amorim mengambil alih tim setelah 11 laga liga berjalan.
Meski demikian, United justru terpuruk hingga finis di posisi ke-15 Premier League, terburuk dalam sejarah mereka. Adaptasi pemain terhadap gaya main barunya berjalan lambat dan penuh tantangan.
Kini, Amorim punya keuntungan besar: satu pramusim penuh dan amunisi anyar di lini depan seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko. Harapan pun tumbuh bahwa musim ini akan membawa perubahan nyata.
Tantangannya jelas, mengubah United menjadi tim yang terstruktur, terkontrol, dan konsisten tanpa mengorbankan kreativitas serta daya serang. Inilah perjalanan taktik Amorim yang akan menjadi sorotan sepanjang musim.
Filosofi Taktik Ruben Amorim di Manchester United

Amorim teguh dengan formasi 3-4-2-1 yang mengandalkan tiga bek tengah, dua wing-back, dua gelandang pivot, dan dua gelandang serang di belakang striker tunggal. Di Premier League musim lalu, dia menjadi manajer yang paling jarang mengubah formasi saat pertandingan.
Menurut Amorim, kestabilan sistem adalah kunci agar pola permainan menjadi kebiasaan alami bagi pemain. Dia ingin United mengontrol jalannya laga, berlawanan dengan gaya transisi cepat yang kerap dimainkan pelatih sebelumnya.
Statistik membuktikan sedikit kemajuan. United kini lebih sabar dalam membangun serangan dan termasuk yang terbaik di Eropa dalam sirkulasi bola lewat area tengah.
Hanya Manchester City yang mencatat kecepatan serangan langsung lebih lambat. Pendekatan ini juga berdampak pada pertahanan.
Meski jumlah kebobolan hanya turun empat gol dari musim sebelumnya, expected goals against mereka turun signifikan dari 70,1 menjadi 55,1.
Kelemahan Struktur dan Peran Bek Tengah
Formasi tiga bek memang membantu organisasi pertahanan, tetapi mengorbankan progresi bola. Sepertiga umpan United musim lalu datang dari bek tengah, banyak di antaranya bersifat pasif.
Amorim menginginkan bek tengah yang bisa membantu membangun serangan, tapi musim lalu dia kehilangan dua profil idealnya: Leny Yoro dan Lisandro Martinez. Keduanya masuk lima besar bek Premier League untuk umpan memecah lini pertahanan lawan, tetapi cedera membuat kontribusi mereka terbatas.
Melihat Yoro tampil impresif di pramusim dan Martinez berusaha pulih dari cedera ACL, ketersediaan mereka akan menjadi faktor krusial. Bek progresif ini dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan jumlah di lini tengah saat membangun serangan.
Namun, kelemahan lain muncul saat bertahan. Dua gelandang pivot kerap kewalahan menutup ruang, apalagi ketika wing-back maju tinggi.
Zona tengah dekat garis tengah menjadi titik rawan yang lawan sering manfaatkan.
Masalah di Lini Tengah dan Alternatif Solusi

Contoh paling nyata kelemahan tersebut terjadi saat kalah 0-1 dari Tottenham. Bruno Fernandes dan Casemiro bermain sebagai pivot, tetapi keduanya kesulitan mengawal area tengah.
Fernandes terlalu ofensif, sementara Casemiro yang berusia 33 tahun tak lagi mampu menjangkau area yang luas. Amorim memiliki opsi lain seperti Manuel Ugarte dan Kobbie Mainoo.
Ugarte menawarkan agresivitas dan kemampuan merebut bola, tapi kurang dalam jangkauan umpan. Mainoo lebih mirip Fernandes dalam kecenderungan menyerang.
Bagaimana Amorim menyeimbangkan lini tengah menjadi kunci. Kelemahan di area ini bisa merusak seluruh rencana permainan jika tak segera teratasi.
Potensi Serangan Baru United
Meski masalah bertahan masih ada, lini serang United mendapat suntikan besar. Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha adalah dua rekrutan yang cocok dengan sistem Amorim.
Dalam formasi 3-4-2-1, dua gelandang serang punya kebebasan bergerak di antara lini lawan. Pergerakan wing-back membuka ruang yang bisa dimanfaatkan Mbeumo dan Cunha sebagai pembawa bola.
Selain itu, kedatangan Benjamin Sesko memberi dimensi baru di lini depan. Striker Slovenia ini lebih kuat di udara dan lebih mumpuni sebagai target man dibanding Rasmus Hojlund.
Sesko juga mampu mengalirkan bola dan melakukan take-on, menambah variasi serangan United. Jika kombinasi ini berjalan lancar, United berpeluang menjadi lebih berbahaya di sepertiga akhir lapangan.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Nekat Beli Carlos Baleba Seharga Rp1,6 Triliun, Man United Harus Siap Kehilangan Dia di 6 Laga Krusial!
- Terbukti Ampuh! Magnet Manchester United Bikin Bintang Incaran Tolak Klub Lain, Selanjutnya Carlos Baleba?
- Rio Ferdinand Prediksi Nasib Manchester United di Premier League Musim Ini: Finis Posisi Berapa?
- Jadon Sancho Rela Nganggur di MU Kalau Keinginannya Tak Terpenuhi
- Manchester United Diminta Lepas Andre Onana jika Ingin Sukses Musim Ini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Skuad Manchester United Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Permanen
Liga Inggris 1 Maret 2026, 15:25
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persib 2 Maret 2026
Bola Indonesia 1 Maret 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persita 2 Maret 2026
Liga Italia 1 Maret 2026, 20:02
-
Otomotif 1 Maret 2026, 16:08

-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 1 Maret 2026, 16:04
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Thailand di Buriram
Otomotif 1 Maret 2026, 16:02
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21













