Ketika Chelsea dan Liverpool Jadi Korban Gol Skema Pratama Arhan
Dimas Ardi Prasetya | 27 Oktober 2025 17:10
Bola.net - Dua klub raksasa Premier League yakni Chelsea dan Liverpool menjadi korban dari skema lemparan ke dalam panjang ala bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan.
Di era kepelatihan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia berusaha mencari segala cara untuk meraih kemenangan. Salah satunya melalui keunggulan mereka yakni lemparan ke dalam yang jauh alias long throw.
Tiap mendapat lemparan ke dalam, eksekutornya adalah Pratama Arhan. Aksi pemain yang kini berlaga di Bangkok United tersebut kerap menghasilkan gol bagi Timnas Indonesia.
Sayangnya meski skema itu unik karena tak semua bisa melakukannya dan ‘halal’ digunakan untuk mencetak gol, ada saja suporter yang meremehkan dan mengkritik taktik tersebut. Kini di saat Timnas Indonesia tak lagi memakai skema itu, senjata long throw malah mulai diandalkan oleh beberapa tim luar negeri, termasuk dari Premier League.
Simak informasi selengkapnya di bawah ini Bolaneters.
Chelsea Jadi Korbannya Saat Melawan Sunderland

Chelsea menjamu Sunderland di Stamford Bridge di pekan ke sembilan Premier League 2025/2026, Sabtu (25/10/2025). Di pertandingan tersebut, The Blues unggul lebih dahulu melalui sepakan Alejandro Garnacho.
Akan tetapi Sunderland kemudian bisa membalikkan skor menjadi 1-2. Gol pertama mereka cetak melalui Wilson Isidor pada menit ke-22 dan yang kedua melalui Chemsdine Talbi pada menit 90+3’.
Gol Isidor dicetak melalui skema long throw. Nordi Mukiele mengirimkan umpan jauh ke kotak penalti Chelsea dari sisi kanan, dan Daniel Ballard mendapatkan sentuhan pertama yang krusial.
Bertrand Traore berebut bola kedua, mengincar sudut kiri bawah, tetapi bolanya terdefleksi - Isidor bereaksi paling cepat, menceploskan bola tepat di depan gawang Sanchez dan menyamakan skor menjadi 1-1.
Liverpool Juga Jadi Korban Saat Lawan Brentford

Liverpool bertamu ke markas Brentford di Gtech Community Stadium di pekan ke sembilan Premier League 2025/2026, Minggu (26/10/2025). Sang tuan rumah unggul dua gol lebih dahulu melalui Dango Outtara pada menit kelima dan Kevin Schade pada menit ke-45.
Liverpool memperkecil ketertinggalan melalui Milos Kerkez pada menit 45+5. Namun Igor Thiago kembali melebarkan keunggulan Brentford menjadi 3-1 berkat golnya pada menit ke-60.
Liverpool sempat mencetak gol lagi pada menit ke-89 melalui Mohamed Salah. Namun Brentford bisa mempertahankan skor 3-2 sampai menit akhir.
Di laga itu, Brentford mencetak gol pertamanya melalui skema long throw. Liverpool berhasil mengatasi lemparan jauh pertama, tetapi tidak dengan lemparan kedua sang tuan rumah.
Bola dilempar Michael Kayode dari sisi kiri lapangan dan Nathan Collins mengarahkannya ke tiang jauh, di mana Ouattara berada. Meski dikawal Milos Kerkez, ia bisa menyambut bola dengan tendangan kaki kirinya.
Dua skema lemparan ke dalam ini telah berhasil membuat dua tim besar tumbang. Jadi tak akan mengherankan jika ke depannya taktik ini masih akan digunakan lagi khususnya di Premier League.
Klasemen Liga Inggris
Baca Juga:
Fenomena Senne Lammens: Man United Akhirnya Menemukan Stabilitas di Bawah Mistar Gawang
Ruben AmoWWWin! Bedah Tiga Kemenangan Beruntun Manchester United
Man United Lagi Bagus Menang 3 Kali Beruntun, Prediksi Supercomputer Malah Bikin Nyesek: Kans Degradasi Lebih Besar dari Juara!
9 Catatan Tersisa dari Kemenangan MU atas Brighton: Taktik Amorim Mulai Bekerja?
Aston Villa vs Man City 1-0: Masterplan Unai Emery Memang untuk Matikan Erling Haaland
Hasil Chelsea vs Sunderland: Kebobolan dari Lemparan ke Dalam Jauh, The Blues Kalah di Kandang
Hasil Brentford vs Liverpool: Si Lebah Paksa The Reds Telan 4 Kekalahan Beruntun di Liga Inggris
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Catatan Menarik Man City vs Man United: Haaland Jadi Raja Derby Manchester
Liga Inggris 14 September 2026, 07:52
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 14 September 2026, 05:35
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 14 September 2026, 05:19
LATEST UPDATE
-
Enzo Maresca Yakin Gol Haaland Tidak Offside
Liga Inggris 14 September 2026, 10:22
-
Michael Carrick Murka dengan Penjelasan VAR soal Gol Erling Haaland
Liga Inggris 14 September 2026, 09:52
-
Barcelona Punya Modal Lengkap untuk Pertahankan Gelar La Liga, 5 Faktor Ini Jadi Kuncinya
Lain Lain 14 September 2026, 09:16
-
Catatan Menarik Man City vs Man United: Haaland Jadi Raja Derby Manchester
Liga Inggris 14 September 2026, 07:52
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 14 September 2026, 05:35
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 14 September 2026, 05:28
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 14 September 2026, 05:19
-
Luciano Spalletti Ungkap Penyebab Juventus Kalah dari Sassuolo
Liga Italia 14 September 2026, 04:55
-
Man of the Match Sassuolo vs Juventus: Sebastiano Esposito
Liga Italia 14 September 2026, 04:11
-
Hasil Sassuolo vs Juventus: Sempat Samakan Skor 2 Kali, Bianconeri Keok
Liga Italia 14 September 2026, 03:54
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





