Kisah di Balik Kesuksesan Arsenal Menjadi Juara Premier League: Dari Masa Sulit hingga Era Keemasan Mikel Arteta
Ari Prayoga | 20 Mei 2026 18:44
Bola.net - Arsenal akhirnya kembali ke puncak sepak bola Inggris. Setelah penantian selama 22 tahun, klub asal London Utara itu resmi menjuarai Premier League dan mengakhiri dahaga panjang para pendukungnya akan trofi liga.
Kesuksesan ini tentu tak bisa dilepaskan dari peran besar sosok Mikel Arteta. Pelatih asal Spanyol tersebut berhasil mengubah wajah Arsenal menjadi tim yang solid, modern, dan ditakuti lawan.
Namun perjalanan menuju gelar ini sejatinya dimulai jauh sebelum Arteta datang ke Emirates Stadium.
Warisan Arsene Wenger dan Awal Masa Sulit Arsenal

Untuk memahami kebangkitan Arsenal, nama Arsene Wenger tak bisa diabaikan. Wenger merupakan manajer terakhir yang membawa Arsenal juara liga sebelum era Arteta.
Saat Arsenal pindah ke Emirates Stadium pada 2006, klub memiliki ambisi besar untuk berkembang menjadi kekuatan utama sepak bola Eropa. Stadion baru dengan kapasitas lebih dari 60 ribu penonton diharapkan membawa pemasukan lebih besar agar klub mampu bersaing secara finansial.
Namun kenyataannya tidak mudah. Arsenal justru tertinggal dari klub-klub kaya seperti Manchester City dan Chelsea yang mendapat suntikan dana besar dari pemilik baru mereka.
Di tengah keterbatasan finansial, Arsenal tetap mencoba bersaing lewat perekrutan pemain seperti Mesut Ozil dan Alexis Sanchez. Namun pengeluaran mereka masih jauh dibanding rival-rival utama.
Akuisisi Kroenke dan Awal Perubahan Besar

Perubahan besar mulai terlihat ketika Stan Kroenke mengambil alih penuh kepemilikan klub pada 2018 setelah membeli saham milik Alisher Usmanov.
Meski sempat menuai penolakan dari suporter, keluarga Kroenke perlahan menunjukkan keseriusan mereka membangun Arsenal. Sosok Josh Kroenke disebut memiliki pengaruh besar dalam mendukung proyek Arteta secara penuh.
Arsenal mulai berani menggelontorkan dana besar di bursa transfer. Investasi pemain mencapai hampir £1 miliar dalam beberapa musim terakhir. Tidak hanya mahal, perekrutan pemain kali ini juga jauh lebih efektif dibanding era sebelumnya.
Peran Edu Gaspar juga sangat penting dalam membangun fondasi skuad bersama Arteta. Meski sempat melakukan beberapa kesalahan transfer, mayoritas keputusan mereka terbukti sukses mengangkat level tim.
Mikel Arteta dan Misi Mengubah Mentalitas Arsenal

Saat Arteta ditunjuk sebagai pelatih Arsenal pada 2019, situasi klub jauh dari ideal. Bahkan Arteta mengaku sempat terkejut melihat atmosfer Emirates Stadium ketika masih menjadi asisten pelatih Manchester City.
Menurutnya, stadion yang separuh kosong saat itu mencerminkan hilangnya kepercayaan suporter terhadap klub. Situasi semakin sulit ketika pandemi COVID-19 membuat pertandingan harus digelar tanpa penonton.
Namun dari situ Arteta mulai membangun ulang Arsenal dari nol. Ia tidak hanya memperbaiki taktik tim, tetapi juga mengubah budaya dan mentalitas klub secara keseluruhan.
Meski sempat membawa Arsenal menjuarai Piala FA pada 2020, perjalanan Arteta tetap penuh tekanan. Dokumenter “All or Nothing” bahkan memperlihatkan berbagai drama internal klub, termasuk kepergian Pierre-Emerick Aubameyang.
Di saat bersamaan, Arsenal juga gagal lolos ke Liga Champions usai disalip Tottenham Hotspur pada akhir musim.
Transfer Kunci yang Mengubah Arsenal

Musim panas 2022 menjadi titik balik penting. Arsenal mendatangkan dua mantan pemain Manchester City, yakni Gabriel Jesus dan Oleksandr Zinchenko.
Keduanya membawa pengalaman juara dan mental pemenang ke ruang ganti Arsenal. Kehadiran mereka langsung meningkatkan kualitas tim secara signifikan.
Tak berhenti di situ, Arsenal kemudian mendatangkan pemain-pemain penting lain seperti Declan Rice dan Kai Havertz. Kedua pemain itu melihat potensi besar Arsenal untuk menjadi juara.
Arteta juga sukses mengembangkan pemain muda seperti Bukayo Saka menjadi salah satu winger terbaik dunia. Selain itu, keputusannya memberi kesempatan kedua kepada William Saliba terbukti sangat krusial bagi kekuatan pertahanan tim.
Arsenal Kini Tak Lagi Jadi Bahan Olokan

Pada era 2010-an, Arsenal sering menjadi sasaran ejekan rival karena dianggap gagal bersaing di level tertinggi. Mereka rutin tersingkir di babak 16 besar Liga Champions dan kesulitan menantang gelar liga.
Kini situasinya berubah total.
Arsenal menjadi salah satu tim paling menakutkan di Eropa. Mereka berhasil mencapai perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, lalu melangkah hingga semifinal pada musim berikutnya.
Bahkan Arsenal mampu mencetak lima gol ke gawang Real Madrid di kompetisi Eropa meski tidak diperkuat striker utama.
Pertahanan Arsenal juga menjadi salah satu yang terbaik musim ini. Bek Harry Maguire bahkan mengakui sulitnya menghadapi Arsenal karena tim asuhan Arteta hampir tidak memberi celah kepada lawan.
Mental Baja Jadi Pembeda Arsenal

Musim 2025/26 menjadi ujian terbesar Arsenal. Setelah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up, tekanan untuk menjadi juara semakin besar.
Belanja besar senilai hampir £300 juta juga membuat ekspektasi publik meningkat drastis. Arteta beberapa kali terlihat tegang menghadapi tekanan tersebut, termasuk saat bersitegang dengan suporter di tribun karena perbedaan pandangan soal gaya bermain tim.
Namun justru dalam situasi penuh tekanan itulah Arsenal berkembang menjadi tim yang matang secara mental.
Arteta mulai membangun mentalitas “melawan semua pihak” di dalam skuadnya. Pemain seperti Eberechi Eze bahkan secara terbuka menyatakan tak peduli dengan berbagai kritik dan kebisingan di luar lapangan.
Arsenal memilih fokus pada permainan mereka sendiri. Hasilnya, The Gunners mampu melewati tekanan, kritik, hingga kontroversi sepanjang musim dan akhirnya keluar sebagai juara Premier League.
Arteta Ukir Namanya dalam Sejarah Arsenal

Keberhasilan ini menempatkan Mikel Arteta dalam jajaran pelatih terbaik sepanjang sejarah Arsenal. Ia bukan hanya membawa trofi, tetapi juga mengubah identitas klub menjadi tim elite yang kembali disegani di Inggris maupun Eropa.
Kini Arsenal tidak lagi dikenal sebagai “raksasa tidur”. Mereka telah bangkit, menjadi juara Premier League, dan berpeluang menutup musim dengan status double winners.
Bagi para pendukung Arsenal, skuad musim ini sudah layak dikenang sebagai salah satu generasi terbaik dalam sejarah klub, tim yang mengakhiri penantian panjang dan mengembalikan kejayaan ke Emirates Stadium.
Klasemen Premier League 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
-
Unai Emery Tutup Pintu untuk Gabung Manchester United
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:52
-
Michael Carrick Pimpin Sesi Latihan MU Hari Ini, Gak Jadi Dipecat?
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:42
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







