Kisah Penolakan Paolo Di Canio Pada Sir Alex Ferguson Pada 2001 Silam
Dimas Ardi Prasetya | 8 April 2020 19:28
Bola.net - Salah satu penyerang asal Italia yang pernah merumput di Premier League, Paolo Di Canio, mengaku ia pernah menolak pinangan dari Sir Alex Ferguson untuk gabung Manchester United pada tahun 2001 silam.
Di Canio termasuk cukup sukses di Italia. Ia pernah membela Lazio, Juventus, Napoli, dan AC Milan.
Ia juga memenangkan gelar UEFA Super Cup, Serie A dan UEFA Super Cup. Namun ia kemudian enggan meneruskan karirnya di Italia karena di klub-klub itu ia bukan termasuk seorang protagonista.
Ia sempat bermain di Celtic semusim sebelum akhirnya gabung Sheffield Wednesday. Performanya cukup apik namun ia hanya bertahan dua tahun di sana karena masalah kedisiplinan dan berpisah dengan tidak baik-baik.
Di Canio sempat disebut tak punya masa depan lagi di Inggris. Tapi pada tahun 1999, ia ditampung oleh West Ham United. Di sini ia kembali menunjukkan permainan terbaiknya.
Panggilan dari Sir Alex Ferguson
Performa Paolo Di Canio ini ternyata mampu memikat Sir Alex Ferguson. Manajer asal Skotlandia itu pun berusaha mengajaknya pindah ke Manchester United.
Itu adalah Hari Natal, 2001, ketika istri Di Canio mengulurkan telepon kepadanya. "Ini orang yang bernama Alex Ferguson," bukanya pada Sky Sports.
"Saya pikir itu lelucon," kenangnya sembari tertawa. "Saya mengira itu teman saya dari Italia."
Itu adalah yang pertama dari dua kali percobaan Sir Alex Ferguson untuk memcoba membuatnya meninggakan West Ham dan pindah ke Manchester United.
Terasa Aneh
Paolo Di Canio mengaku saat mengetahui bahwa memang Sir Alex Ferguson memang ingin merekrutnya ke Manchester United, ia sempat merasa senang. Namun ketika pada akhirnya menyatakan penolakannya pada Sir Alex, ia merasa aneh.
“Perut saya sedikit bergerak karena itu membuat Anda berpikir Anda telah meremehkan diri sendiri, bahwa Anda lebih besar dari apa yang Anda pikirkan. Man United memanggil Anda, cobalah membujuk Anda untuk pindah karena mereka menginginkan Anda. Selama beberapa menit Anda merasa besar dan kuat."
“Aneh bagi saya untuk mengatakan tidak kepada Sir Alex. Saya berkata "terima kasih, 1000 kali terima kasih, tetapi saya tidak bisa. West Ham adalah keluarga yang menghangatkan saya di saat terburuk dalam hidup saya, saya kapten, saya tidak bisa.'"
Tidak Menyesal
Paolo Di Canio menjelaskan alasannya menolak pindah ke Manchester United. Sir Alex Ferguson pun bisa memahami keputusannya itu.
Di Canio juga mengatakan ia tidak menyesali keputusannya bertahan di West Ham. Meskipun Setan Merah saat itu sedang jaya-jayanya.
“Ia memberi tahu saya,‘ Paolo, saya menghormati ini, saya suka orang-orang yang berpikir seperti ini. Anda persis seperti pria yang saya duga',” kata Di Canio.
“Saya pindah ke West Ham tidak dengan cara yang normal, di saat terburuk dalam hidup saya."
"Pada akhirnya saya tetap di West Ham dan saya tidak menyesal, bahkan jika United menjadi yang terbaik, memenangkan Liga Champions, memenangkan liga. Saya tidak akan pernah berubah dengan memenangkan liga-liga itu selama empat setengah tahun saya mengenakan jerse West Ham," pungkasnya.
Paolo Di Canio baru meninggakan West Ham pada tahun 2003 untuk pindah ke Charlton Athletic. Semusim di sana ia akhirnya balik ke Lazio.
Paolo Di Canio bermain dua tahun di Olimpico. Ia kemudian pindah ke Cisco Roma sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2008.
(sky sports)
Baca Juga:
- Komparasi 3 Tim Terkuat MU di Bawah Ferguson: Era Cantona, Class of '92, dan Duet Ronaldo-Rooney
- Sebelum Newcastle, Shearer Ternyata Sempat Putuskan Gabung Man United
- Tuanzebe dkk Ingin Ulangi Kisah Sukses Class of 92 Manchester United
- 10 Rekrutan Termahal Sir Alex Ferguson, Yang Termahal Hanya 1/3 Harga Paul Pogba
- Ranking 31 Rekrutan MU setelah Sir Alex Ferguson Pensiun, Alexis Sanchez Posisi Buncit
- Fernando Redondo, Sihirnya Pernah Membuat Old Trafford Terhenyak
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Berpotensi Raup Lebih dari Rp4 Triliun dari Hak Nama Stadion Baru
Liga Inggris 28 Januari 2026, 21:09
-
Mengapa Erling Haaland Mandul, Guardiola?
Liga Inggris 28 Januari 2026, 11:36
LATEST UPDATE
-
Hasil UCL: Sejarah Bodo/Glimt dan Kekalahan Atletico Madrid di Metropolitano
Liga Champions 29 Januari 2026, 08:31
-
Klasemen Akhir Liga Champions: Arsenal Perkasa dengan Poin Sempurna
Liga Champions 29 Januari 2026, 08:05
-
Momen Gila Mourinho: Benfica Kalahkan Real Madrid Lewat Gol Kiper di Menit 98!
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:59
-
Dortmund vs Inter: Apa Rahasia Kemenangan Nerazzurri di Tanah Jerman, Chivu?
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:51
-
Man of the Match Arsenal vs Kairat: Viktor Gyokeres
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:48
-
Napoli Tersingkir dari Liga Champions, Ini Penjelasan Antonio Conte
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:43
-
Man of the Match PSG vs Newcastle: Vitinha
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:38
-
Napoli vs Chelsea 2-3: Pembeda itu Bernama Joao Pedro
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:37
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang Dramatis di Markas Napoli: Joao Pedro Fantastis
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:31
-
Man of the Match PSV vs Bayern: Luis Diaz
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:29
-
Juventus yang Loyo di Markas Monaco
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:28
-
Daftar Tim Lolos 16 Besar Liga Champions: 8 Klub Dipastikan Lolos Langsung
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:15
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04





