Kritik Keras untuk FIFA: Pemain Butuh Istirahat, Bukan Ternak yang Dieksploitasi!
Richard Andreas | 11 September 2025 06:58
Bola.net - Legenda Liverpool, Jamie Carragher kembali menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap semakin padatnya kalender pertandingan sepak bola global. Mantan bek andal The Reds itu menyoroti bagaimana para pemain kini berada dalam situasi kritis akibat intensitas kompetisi yang terus meningkat.
Carragher berpendapat jika badan sepak bola dunia FIFA terus menambah turnamen baru, performa para bintang akan mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, setiap pemain berhak menampilkan kemampuan puncak mereka di lapangan, bukan dijadikan sebagai "robot" yang dieksploitasi tanpa henti.
Pandangan tersebut disampaikan Carragher saat sesi diskusi media bersama sejumlah tokoh sepak bola ternama. Dalam kesempatan itu, ia berbincang dengan Thierry Henry, Micah Richards, dan Kate Scott mengenai masa depan sepak bola dunia.
Carragher secara khusus menyinggung turnamen FIFA Club World Cup yang dinilainya sebagai beban tambahan tidak perlu. Ia menganggap penyelenggara tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan para atlet.
FIFA Club World Cup dan Rencana Ekspansi
Edisi inaugural FIFA Club World Cup dengan melibatkan 32 klub akan diselenggarakan pada musim panas mendatang di Amerika Serikat. Bahkan FIFA dikabarkan sedang mengeksplorasi opsi untuk memperluas cakupan kompetisi ini lebih jauh lagi.
Salah satu kemungkinan yang tengah dikaji adalah mengubah turnamen menjadi ajang yang digelar setiap dua tahun. Namun hingga saat ini, FIFA belum merilis pengumuman resmi terkait perubahan format tersebut.
Pihak penyelenggara menegaskan akan melakukan konsultasi mendalam dengan berbagai stakeholder sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Proses ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas kompetisi.
FIFA sendiri mengklaim sukses besar untuk edisi perdana turnamen ini. Berdasarkan data dari Nielsen Sports, total penonton dari berbagai platform media mencapai angka fantastis 2,7 miliar orang di seluruh dunia.
Carragher: Potensi Besar, Tapi Risiko Lebih Besar
Carragher mengakui turnamen ini berpotensi menjadi prestise tersendiri bagi klub-klub peserta seperti Chelsea. Ia memahami bahwa setiap kompetisi besar pasti bermula dari skala kecil sebelum berkembang seperti Liga Champions atau Piala Dunia saat ini.
Meski demikian, mantan kapten timnas Inggris itu menekankan kekhawatirannya terhadap rencana jadwal dua tahunan. Format tersebut akan menghilangkan kesempatan pemain untuk beristirahat di musim panas.
Carragher menilai hal ini sangat tidak masuk akal mengingat kalender sepak bola sudah dipenuhi turnamen bergengsi lainnya. Euro dan Piala Dunia sudah cukup menjadi beban bagi para pemain internasional.
"Turnamen ini hanya akan mencuri perhatian selama sebulan dalam periode empat tahun," ungkap Carragher. "Bandingkan dengan Liga Champions yang membangun excitement dari fase grup sampai partai puncak."
Kritik Terhadap FIFA dan Dampak pada Pemain
Carragher tidak segan mengkritisi motivasi di balik penciptaan kompetisi ini. Menurutnya, turnamen tersebut hanya diciptakan untuk menyaingi dominasi Liga Champions di kancah sepak bola Eropa.
Ia menuduh FIFA, di bawah kepemimpinan Gianni Infantino, sekadar mencari sumber pendapatan tambahan. Hal ini karena badan sepak bola dunia harus menunggu empat tahun untuk menggelar Piala Dunia sebagai turnamen utama mereka.
Carragher juga menyoroti kurangnya perhatian FIFA terhadap kondisi fisik para pemain. Ia mencatat banyak bintang sepak bola yang mengalami cedera, meskipun faktor penyebabnya bisa bermacam-macam.
"Menurut saya, pemain-pemain ini diperlakukan layaknya ternak," tegas Carragher. "Mereka membutuhkan waktu istirahat yang memadai untuk pulih."
"Para penggemar dan komentator berhak menyaksikan mereka tampil di level tertinggi," lanjutnya. "Namun jika mereka terus dipaksa bermain tanpa jeda musim panas yang cukup, hal itu mustahil tercapai."
Jangan sampai ketinggalan infonya
AS Rencanakan Laga Uji Coba vs Portugal Maret 2026, Cristiano Ronaldo Kembali ke Amerika Setelah 10 Tahun
Daftar Negara yang Sudah Lolos Piala Dunia 2026: Uzbekistan dan Yordania Cetak Sejarah Perdana
Ketidakpastian Messi di Piala Dunia 2026 Bikin Scaloni Enggan Berkomentar
Man of the Match Jerman vs Irlandia Utara: Florian Wirtz
Man of the Match Turki vs Spanyol: Mikel Merino
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
Piala Dunia 21 Juli 2026, 19:40
LATEST UPDATE
-
Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Tak Dominan, tetapi Sangat Efektif
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 23:11
-
Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Berebut Trofi Juara
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala Presiden 2026: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:21
-
Hasil Piala Presiden 2026: Persebaya Lolos ke Final Usai Kalahkan Arema FC
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:08
-
Pindah ke PSG atau Bertahan di Barcelona? Ini Kata Ferran Torres
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 21:00
-
Myles Lewis-Skelly Diminta Tolak MU dan Tetap Berjuang di Arsenal
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 20:30
-
Arsenal Terus Pepet Newcastle untuk Transfer Bruno Guimaraes
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 20:00
-
Manchester United Ngebet Lewis Hall, Newcastle: Gak Dulu!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:40
-
Pesan Moises Caicedo untuk Enzo Fernandez: Plis, Jangan Pergi!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:20
-
Manchester United Kepincut Gelandang Juventus ini?
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16









