Kutukan 34 Tahun! Mengapa Manajer Inggris Tak Bisa Lagi Juara Premier League?
Richard Andreas | 15 Mei 2026 20:45
Bola.net - Howard Wilkinson masih menyimpan kegelisahan yang sama meski sudah lama pensiun dari sepak bola. Pada usia 82 tahun, pria yang membawa Leeds United juara liga musim 1991/1992 itu kini memegang status yang terasa semakin sulit dipatahkan, yaitu sebagai manajer Inggris terakhir yang memenangkan kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Sudah 34 tahun berlalu sejak pencapaian tersebut. Dalam era Premier League modern, dominasi pelatih asing semakin mutlak, sementara jumlah manajer lokal terus menyusut hingga menimbulkan pertanyaan besar: apakah pelatih Inggris memang kalah kualitas, atau mereka sekadar kehilangan kesempatan?
Situasi itu kini semakin mencolok. Musim ini Premier League hanya memiliki dua manajer Inggris dalam posisi permanen, sementara klub-klub elite lebih memilih nama dari Spanyol, Portugal, Italia, hingga Jerman.
Howard Wilkinson Melihat Perubahan Besar di Sepak Bola Inggris

Wilkinson mengaku sedih melihat kondisi tersebut. Menurutnya, lanskap sepak bola Inggris sudah berubah total dibanding era ketika dirinya masih aktif melatih.
Ia menilai Premier League kini menjadi kompetisi global yang menarik pelatih dari berbagai negara. Akibatnya, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin berat bagi pelatih lokal.
“Ini memang mengecewakan dan membuat saya sedih,” kata Wilkinson kepada The Athletic.
Ia menambahkan bahwa sepak bola Inggris kini berbeda dibanding satu dekade lalu. Klub-klub papan atas lebih terbuka terhadap ide dan profil internasional, sehingga peluang pelatih Inggris semakin terbatas.
Wilkinson juga mengakui bahwa kemampuan saja tidak cukup. Menurutnya, seorang pelatih bisa saja memiliki kualitas terbaik, tetapi tanpa kepercayaan dari pemilik klub, kesempatan itu tidak akan pernah datang.
Premier League Kini Didominasi Pelatih Asing

Perubahan terbesar terlihat jelas jika membandingkan Premier League era awal dengan situasi sekarang.
Pada musim pertama Premier League tahun 1992/1993, hanya ada satu manajer non-Britania, yakni Joe Kinnear di Wimbledon. Bahkan Kinnear sudah lama tinggal di Inggris dan berbicara dengan aksen lokal.
Empat musim pertama Premier League juga nyaris sepenuhnya diisi pelatih Inggris dan Britania Raya. Ossie Ardiles di Tottenham menjadi satu-satunya sosok dari luar kawasan tersebut.
Kini situasinya berbalik drastis. Musim ini hanya lima dari 28 manajer Premier League yang berasal dari Inggris. Musim lalu bahkan hanya ada empat dari 26 pelatih permanen, jumlah terendah sepanjang sejarah kompetisi.
Dalam dua musim terakhir, hanya sembilan dari total 54 manajer permanen Premier League yang merupakan orang Inggris. Artinya, persentasenya hanya sekitar 16,7 persen.
Sementara itu, negara-negara lain justru tetap mempertahankan identitas lokal di liga mereka. Serie A musim ini memiliki 15 pelatih Italia dari total 20 klub. La Liga memiliki 12 pelatih Spanyol, sedangkan Bundesliga dan Ligue 1 masing-masing punya 13 pelatih lokal.
Di Premier League, jumlah pelatih Spanyol bahkan lebih banyak dibanding manajer Inggris.
Frank Lampard Sebut Masalah Utamanya Adalah Kesempatan

Frank Lampard termasuk sosok yang menolak anggapan bahwa pelatih Inggris kekurangan kualitas. Menurut mantan gelandang Chelsea dan timnas Inggris itu, persoalan utamanya justru terletak pada peluang.
Lampard mengatakan sepak bola modern membuat klub memiliki akses terhadap kandidat dari seluruh dunia. Pemilik klub dan direktur olahraga kini berasal dari berbagai negara, sehingga proses perekrutan juga semakin internasional.
“Saya tidak merasa mereka diabaikan,” ujar Lampard. “Hanya saja sekarang kumpulan kandidat jauh lebih besar.”
Lampard sendiri baru saja membawa Coventry City promosi ke Premier League. Ia juga berhasil memperbaiki reputasinya setelah sempat gagal di Everton dan mengalami periode sulit saat menjadi caretaker Chelsea.
Menurutnya, banyak pelatih Inggris yang sebenarnya bekerja sangat baik, tetapi mereka harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan pengakuan.
Ia mencontohkan Eddie Howe dan Scott Parker sebagai pelatih yang layak mendapat apresiasi lebih besar. Lampard menilai publik terlalu cepat menghakimi pelatih hanya berdasarkan hasil akhir, padahal bertahan di Premier League bukan perkara mudah.
Mantan Bintang Inggris Tak Lagi Otomatis Jadi Manajer

Ada perubahan lain yang ikut memengaruhi kondisi sulitnya manajer Inggris. Pada masa lalu, mantan pemain top Inggris sering langsung mendapat kesempatan melatih setelah pensiun.
Kini situasinya berbeda. Klub-klub lebih menuntut bukti kemampuan taktik dan kepelatihan, bukan sekadar reputasi sebagai mantan pemain besar.
Banyak nama terkenal gagal memenuhi ekspektasi saat menjadi manajer, mulai dari Bryan Robson, Stuart Pearce, Tony Adams, Paul Ince, Steven Gerrard, hingga Peter Shilton.
Ashley Cole bahkan mengaku sempat merasa putus asa dengan minimnya peluang di Inggris sebelum menerima tawaran dari Cesena di Serie B Italia. Jermain Defoe juga memulai karier kepelatihannya dari klub kasta kelima, Woking.
Apakah Premier League Akan Tanpa Manajer Inggris?
Meski peluang semakin kecil, beberapa pelatih Inggris masih mampu menciptakan prestasi penting.
Eddie Howe membawa Newcastle United mengakhiri penantian 70 tahun untuk trofi domestik setelah menjuarai Carabao Cup musim lalu.
Steve McClaren pernah menjuarai Eredivisie bersama Twente pada 2010, sementara Roy Hodgson membawa Fulham ke final Liga Europa di tahun yang sama.
Meski begitu, secara keseluruhan, jumlah pencapaian besar pelatih Inggris tetap sangat sedikit. Manajer Inggris terakhir yang memenangkan FA Cup adalah Harry Redknapp bersama Portsmouth pada 2008.
Karena itu, muncul pertanyaan yang kini terasa semakin realistis, butuh berapa lama lagi sampai Premier League akan benar-benar tanpa manajer Inggris?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Menguliti Liverpool dan Masalahnya Musim Ini
Liga Inggris 15 Mei 2026, 21:55
-
Prediksi Genoa vs Milan 17 Mei 2026
Liga Italia 15 Mei 2026, 21:30
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01

















