Langgar Aturan, Mourinho Akui Ingin 'Bunuh' Staf Pelatihnya
Editor Bolanet | 2 Maret 2015 18:47
- Pelatih , Jose Mourinho mengakui bahwa dirinya sempat marah dengan asistennya Sylvinho, jelang laga final Capital One Cup melawan Tottenham Hotspur. Menurutnya, asistennya itu telah melanggar aturan yang ia terapkan.
Disampaikan Mourinho, sebelum pertandingan final tersebut, ia telah menerapkan aturan bahwa timnya tak boleh menonton televisi. Bahkan ia juga meminta hotel tempat pemain menginap dan juga bus pemain 'bersih' dari televisi.
Semua itu diharapkan mampu membuat fokus Chelsea untuk berlaga di final tak terganggu dengan hasil pertandingan Manchester City vs Liverpool yang dimainkan empat jam sebelum final.
Namun ternyata bukan para pemain yang melanggar aturan tersebut, tapi justru asistennya sendiri, Sylvinho. Bahkan saking marahnya, Mourinho sampai menyebut ingin 'membunuh' asistennya itu.
Hari yang sempurna untuk memenangkan final. Saya menyiapkan tim untuk misi yang mustahil, di mana mereka tak tahu hasil Manchester City. Saya tak ingin ada televisi di hotel atau di dalam bus, ujarnya.
Saya tak ingin ada reaksi atas hal itu, kami berhasil, tapi satu staf pelatih saya, Sylvinho berlaku kurang ajar di bus. Saya ingin membunuhnya, anggota staf saya sendiri melanggar aturan. Saya ingin menghentikan reaksi mereka dan fokus atas apa yang harus mereka lakukan, tandasnya.[initial]
(cfc/dzi)
Disampaikan Mourinho, sebelum pertandingan final tersebut, ia telah menerapkan aturan bahwa timnya tak boleh menonton televisi. Bahkan ia juga meminta hotel tempat pemain menginap dan juga bus pemain 'bersih' dari televisi.
Semua itu diharapkan mampu membuat fokus Chelsea untuk berlaga di final tak terganggu dengan hasil pertandingan Manchester City vs Liverpool yang dimainkan empat jam sebelum final.
Namun ternyata bukan para pemain yang melanggar aturan tersebut, tapi justru asistennya sendiri, Sylvinho. Bahkan saking marahnya, Mourinho sampai menyebut ingin 'membunuh' asistennya itu.
Hari yang sempurna untuk memenangkan final. Saya menyiapkan tim untuk misi yang mustahil, di mana mereka tak tahu hasil Manchester City. Saya tak ingin ada televisi di hotel atau di dalam bus, ujarnya.
Saya tak ingin ada reaksi atas hal itu, kami berhasil, tapi satu staf pelatih saya, Sylvinho berlaku kurang ajar di bus. Saya ingin membunuhnya, anggota staf saya sendiri melanggar aturan. Saya ingin menghentikan reaksi mereka dan fokus atas apa yang harus mereka lakukan, tandasnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















