Legenda Chelsea Sebut Fans 'Bodoh' Jika Berharap Juara, Kebijakan Transfer Jadi Biang Kerok!
Afdholud Dzikry | 21 Juni 2025 18:12
Bola.net - Chelsea sebenarnya menutup musim lalu dengan torehan yang cukup menjanjikan. Mereka berhasil mengamankan tiket Liga Champions dan menjuarai Liga Konferensi Eropa 2024-2025.
Harapan para penggemar pun membuncah tinggi menyambut musim baru. Namun, realita pahit langsung menghantam mereka di ajang Piala Dunia Antarklub 2025.
Setelah memulai dengan kemenangan atas Los Angeles FC, The Blues justru takluk 1-3 di tangan Flamengo. Kekalahan ini memicu kritik pedas dari legenda mereka sendiri, Frank Leboeuf.
Ia bahkan tak segan melabeli para penggemar yang berharap Chelsea bisa bersaing memperebutkan gelar musim depan sebagai orang 'bodoh'. Lantas, apa yang menjadi dasar dari pernyataan keras sang legenda?
Kritik Keras untuk Kebijakan Transfer

Menurut Frank Leboeuf, akar dari semua masalah Chelsea terletak pada kebijakan transfer mereka. Ia menilai selama klub terus-menerus hanya merekrut pemain muda, maka harapan untuk bersaing di level tertinggi akan selamanya menjadi mimpi.
Ia mencontohkan perekrutan Liam Delap senilai 30 juta pounds sebagai bukti dari kebijakan tersebut. Baginya, strategi ini akan membuat Chelsea kesulitan menantang dominasi Liverpool dan Manchester City.
Menurutnya, skuad yang diisi oleh mayoritas pemain muda akan selalu rapuh dan tidak konsisten. Penampilan mereka akan sangat sulit untuk ditebak dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.
"Kekhawatiran utama Anda seharusnya adalah bahwa kita semua tahu, karena kita pernah menjadi pemain sepak bola, bahwa mereka itu rapuh, mereka tidak konsisten," ujar Leboeuf kepada ESPN FC.
"Anda tahu Anda tidak tahu ke mana Anda akan melangkah. Satu pertandingan akan sempurna dan tiga hari setelahnya Anda akan mendapatkan sesuatu yang mengerikan," sambungnya.
Skuad Rapuh Tanpa Pemain Berpengalaman

Leboeuf juga merasa pesimistis dengan prospek Chelsea di musim depan. Ia tidak melihat akan ada perubahan signifikan jika klub tidak mengubah pendekatan mereka dalam membangun tim.
Kritik utamanya adalah tidak adanya sosok pemain senior yang berpengalaman di dalam skuad. Padahal, pemain seperti inilah yang menurutnya bisa menjadi fondasi dasar bagi tim.
Tanpa kehadiran pemimpin di lapangan, ia yakin Chelsea akan terus terjebak dalam siklus yang sama. Performa tim akan terus naik turun secara drastis.
"Mereka tidak memiliki, seperti yang selalu saya tuntut, satu atau dua pemain berpengalaman di mana Anda bisa meletakkan dasar-dasar permainan," tegasnya.
"Anda bertaruh pada pemain muda yang bisa melakukan hal-hal hebat tetapi juga bisa tiba-tiba kehilangan arah. Selama Anda bekerja dengan cara itu, akan seperti inilah jadinya," lanjut Leboeuf.
Kartu Merah Konyol Nicolas Jackson
Semua kritik Leboeuf mengenai kenaifan dan kerapuhan skuad Chelsea seolah mendapatkan pembenaran sempurna. Hal itu tercermin dari kartu merah konyol yang diterima oleh Nicolas Jackson dalam laga melawan Flamengo.
Striker asal Senegal itu langsung diusir wasit hanya empat menit setelah masuk dari bangku cadangan. Ia melakukan tekel berbahaya dengan kaki terangkat tinggi ke arah Ayrton Lucas.
Momen kegilaan itu terjadi dalam periode enam menit yang menjadi bencana bagi The Blues. Dalam rentang waktu tersebut, mereka juga kebobolan dua gol yang membuat keunggulan di babak pertama sirna.
Bagi Jackson, ini adalah kartu merah keduanya hanya dalam empat penampilan terakhir. Sebelumnya, ia juga pernah diusir wasit karena menyikut Sven Botman dari Newcastle bulan lalu.
Penyesalan Mendalam Jackson
Insiden kartu merah ini terasa semakin menyakitkan bagi Jackson karena terjadi tepat di hari ulang tahunnya yang ke-24. Ia pun mengungkapkan penyesalan mendalamnya melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam pesannya, ia meminta maaf secara tulus kepada klub, staf, rekan satu tim, dan seluruh penggemar. Ia merasa telah mengecewakan semua orang yang telah memberinya kepercayaan.
Jackson mengaku sangat marah pada dirinya sendiri atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pelanggaran itu sama sekali tidak disengaja.
"Saya ingin meminta maaf. Kepada klub, staf, rekan satu tim saya, dan semua penggemar yang menonton, saya telah mengecewakan kalian," tulis Jackson..
"Lagi-lagi kartu merah... Dan jujur, saya sangat marah pada diri saya sendiri. Saya bekerja keras setiap hari untuk membantu tim, bukan untuk menempatkan kami dalam situasi seperti ini," sesalnya.
"Saya masih tidak sepenuhnya mengerti bagaimana itu terjadi. Tapi satu hal yang jelas: itu tidak disengajakan. Hanya sebuah momen dalam sepak bola yang berjalan salah," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Wajib Waspada, Masih Ada Ujian Berat yang Menantinya di Man United
Liga Inggris 14 Februari 2026, 18:53
-
Jadwal 32 Besar FA Cup Pekan Ini Live di Vidio, 14-17 Februari 2026
Liga Inggris 14 Februari 2026, 16:01
LATEST UPDATE
-
Matheus Cunha Soal Challenge Potong Rambut Fans Man United: Tidak Peduli!
Liga Inggris 15 Februari 2026, 03:30
-
Catat Tonggak Bersejarah: Harry Kane Tembus 500 Gol Karier!
Bundesliga 15 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Napoli vs Roma 16 Februari 2026
Liga Italia 15 Februari 2026, 02:45
-
Hasil Al Fateh vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo Balik Jadi Starter dan Langsung Cetak Gol!
Asia 15 Februari 2026, 02:44
-
Big Match Inter vs Juventus: Gianluca Zambrotta Minta Bianconeri Matikan Dimarco
Liga Italia 15 Februari 2026, 00:36
-
Nonton Live Streaming Inter vs Juventus di Vidio - Serie A 2025/2026
Liga Italia 15 Februari 2026, 00:22
-
Man of the Match Man City vs Salford City: Rayan Cherki
Liga Inggris 15 Februari 2026, 00:13
-
Hasil Man City vs Salford City: Gol Debut Marc Guehi Bawa Citizens ke 16 Besar FA Cup
Liga Inggris 15 Februari 2026, 00:02
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00




