Malam Horor Marc Cucurella: Jadi Titik Terlemah Chelsea Saat Dibungkam Arsenal

Editor Bolanet | 15 Januari 2026 08:20
Malam Horor Marc Cucurella: Jadi Titik Terlemah Chelsea Saat Dibungkam Arsenal
Winger Arsenal, Bukayo Saka berebut bola dengan bek Chelsea, Marc Cucurella di leg 1 semifinal Carabao Cup 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Chelsea harus membawa beban defisit satu gol saat giliran ke Emirates Stadium usai takluk 2-3 dari Arsenal di leg pertama semifinal Carabao Cup. Pertemuan pertama 4 besar Piala Liga Inggris ini digelar di Stamford Bridge, Kamis (15/1/2026) dini hari tadi.

Di balik kekalahan ini, sorotan tajam tidak hanya mengarah pada Robert Sanchez yang melakukan dua blunder fatal di bawah mistar gawang. Marc Cucurella justru dianggap menampilkan performa terburuknya musim ini, menjadi titik lemah yang dieksploitasi habis-habisan oleh lawan.

Advertisement

Meski Alejandro Garnacho sempat menghidupkan asa lewat dua golnya, rapuhnya lini pertahanan dan kesalahan individu membuat The Blues gagal mengamankan hasil positif di kandang sendiri.

1 dari 3 halaman

Rosenior Pasang Badan untuk Sanchez

Rosenior Pasang Badan untuk Sanchez

Aksi kiper Chelsea, Robert Sanchez di laga melawan Arsenal pada leg 1 semifinal Carabao Cup. (c) AP Photo/Alastair Grant

Robert Sanchez menjadi sorotan negatif setelah gagal mengantisipasi sepak pojok pada gol pertama dan tangkapannya yang lepas memudahkan Viktor Gyokeres mencetak gol kedua. Namun, manajer Liam Rosenior dengan tegas menolak menyalahkan kiper asal Spanyol tersebut dan memilih mengambil tanggung jawab penuh.

Rosenior mengungkapkan bahwa kesalahan tersebut terjadi karena Sanchez sedang beradaptasi dengan instruksi taktik baru yang dimintanya, padahal mereka baru bekerja sama selama dua hari.

"Itu gol tim, bukan cuma salah Rob (Sanchez). Saya meminta Rob melakukan hal-hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya," ujar Rosenior membela anak asuhnya.

"Jika pemain saya membuat kesalahan saat melakukan apa yang saya minta, itu tanggung jawab saya. Tugas saya membantu mereka, bukan menyalahkan mereka," tegas sang manajer.

2 dari 3 halaman

Mimpi Buruk Cucurella Hadapi Saka

Mimpi Buruk Cucurella Hadapi Saka

Pemain Chelsea, Marc Cucurella, bereaksi setelah menerima kartu merah dalam pertandingan Liga Inggris, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Jika Sanchez terlindungi oleh pembelaan taktis manajer, statistik Marc Cucurella di lapangan sulit untuk dibela. Bek kiri ini seolah mengalami malam yang ingin segera dilupakannya setelah menjadi bulan-bulanan Bukayo Saka di sisi sayap.

Cucurella tercatat kehilangan penguasaan bola sebanyak 14 kali, jumlah terbanyak di antara bek Chelsea lainnya dalam laga tersebut. Akurasi umpannya pun anjlok ke angka 74 persen di bawah tekanan pressing Arsenal, jauh di bawah rata-rata musimannya yang mencapai 88 persen.

Situasi diperparah dengan kartu kuning yang ia terima di babak pertama akibat menjegal Saka. Hal ini membuat agresivitas bertahannya mati kutu, membiarkan Saka sukses melakukan lima dribel melewatinya sebelum akhirnya Rosenior menariknya keluar di menit ke-81.

3 dari 3 halaman

Angin Segar dari Bangku Cadangan

Di tengah kekacauan lini belakang, masuknya pemain pengganti memberikan sedikit harapan nyata bagi The Blues. Alejandro Garnacho tampil krusial sebagai game changer dengan mencetak dua gol yang menjaga peluang Chelsea tetap hidup dalam persaingan tiket ke final.

Kredit khusus juga layak diberikan kepada Jorrel Hato yang masuk menggantikan posisi Cucurella di 20 menit terakhir pertandingan. Cucurella sendiri pada akhirnya digantikan oleh Tosin di 10 menit terakhir.

Bek berusia 19 tahun ini tampil jauh lebih tenang, memenangkan seluruh duelnya, dan terlihat nyaman memerankan peran inverted yang diinginkan Rosenior.

Performa kontras antara Cucurella dan Hato kini menuntut keberanian Rosenior untuk merombak susunan pemain jelang laga berikutnya melawan Brentford.

LATEST UPDATE