Manchester United Diminta Relakan Romelu Lukaku
Yaumil Azis | 8 Agustus 2019 02:00
Bola.net - Manchester United masih bersikukuh. Mereka enggan melepas Romelu Lukaku lebih rendah dari harga yang telah ditetapkan. Sang kiper legendaris, Peter Schmeichel, sampai harus meminta mereka agar bisa merelakan pria asal Belgia tersebut.
Menurut kabar, Manchester United sudah menolak tawaran Inter Milan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Proposal yang paling terakhir dari klub raksasa Italia itu bernilai 70 juta poundsterling, dan masih saja ditolak.
Manajemen the Red Devils berharap bisa mendapatkan dana segar sebesar 85 juta poundsterling dari hasil penjualan Lukaku. Padahal sebenarnya, mereka berada dalam posisi yang tidak memungkinkan untuk mempertahankan sang penyerang itu.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, ingin mengutamakan Marcus Rashford ketimbang Lukaku musim 2019/20 nanti. Dan Lukaku pun telah menyatakan rasa tertariknya dengan sepak bola Italia.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Jangan Paksa Lukaku Bertahan
Sebenarnya opsi Lukaku tidak hanya Inter Milan saja. Beberapa waktu lalu, penyerang berumur 26 tahun tersebut didekati oleh rival terberat Nerazzurri, Juventus. Mereka bahkan sampai menawarkan pertukaran dengan Paulo Dybala yang membuat MU dirumorkan tertarik.
Namun Dybala tidak tertarik pindah ke Manchester United dan lebih memilih opsi lainnya, atau bahkan memaksa bertahan di Bianconeri. Transfer pun batal dan Juventus harus segera merevisi tawarannya.
Bagaimana pun juga, masa depan Lukaku di Old Trafford sudah tak lagi terlihat. Kemungkinan dirinya memperkuat klub lain sangatlah besar. Sehingga Peter Schmeichel pun meminta bekas timnya tersebut untuk legowo dan membiarkannya pergi ke klub lain.
"Begitu dia berkata, 'saya tak ingin berada di sini', saya pikir itu tidak akan memberi manfaat kepada siapapun yang memaksanya untuk bertahan. Saya yakin masalah ini akan segera terselesaikan," tutur Schmeichel seperti yang dikutip dari Sky Sports.
Manchester United Bisa 'Bebas'
Kepergian Lukaku sendiri, lanjut Solskjaer, dianggap akan memberikan keuntungan bagi Manchester United. Bukan hanya dari segi materi, tapi juga kebebasan Solskjaer dalam menerapkan strategi yang diinginkan.
"Pada akhirnya, jika anda memiliki seseorang seperti Lukaku, anda harus bermain dengan cara tertentu dengannya. Dia adalah pemain yang sangat dominan," tambah pria berdarah Denmark tersebut.
"Saat anda memainkan Romelu, anda harus bermain dengan cara yang khusus. Jika dia tidak ingin bermain di klub ini, maka anda akan bebas untuk bermain dengan cara yang lain," tandasnya.
Skema pelatih Inter Milan, Antonio Conte, dianggap sangat cocok dengan gaya bermain Lukaku. Lihat saja sederet striker yang pernah digunakan olehnya baik di Chelsea ataupun Juventus, mulai dari Fernando Llorente hingga Olivier Giroud.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










