Manchester United Geram, Siap Layangkan Protes Resmi ke PGMOL Usai Kontroversi Penalti

Ari Prayoga | 22 Maret 2026 06:15
Manchester United Geram, Siap Layangkan Protes Resmi ke PGMOL Usai Kontroversi Penalti
Pelatih Manchester United, Michael Carrick, berjabat tangan dengan Kobbie Mainoo usai laga melawan Bournemouth di Bournemouth, Inggris, Jumat (20/3/2026) (c) Andrew Matthews/PA via AP

Bola.net - Manchester United dikabarkan akan melayangkan protes resmi kepada Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) menyusul keputusan kontroversial dalam laga kontra Bournemouth yang berakhir imbang 2-2, Sabtu (22/3/2026) dini hari WIB.

Kubu Setan Merah dibuat murka setelah wasit Stuart Attwell tidak memberikan penalti saat Amad Diallo dijatuhkan di kotak terlarang. Insiden tersebut terjadi tak lama setelah United mendapatkan penalti dalam situasi serupa, ketika Matheus Cunha dilanggar melalui tarikan jersey oleh pemain lawan.

Advertisement

Menurut pandangan United, Amad secara jelas ditarik jatuh oleh Adrien Truffert. Namun, keputusan berbeda justru diambil wasit dengan membiarkan permainan berlanjut. Situasi semakin menyakitkan karena Bournemouth langsung membalas melalui gol Ryan Christie dalam serangan berikutnya.

Kontroversi tak berhenti di situ. Bournemouth kemudian mendapat penalti usai pelanggaran Harry Maguire terhadap Evanilson, insiden yang dinilai memiliki kemiripan dengan pelanggaran terhadap Amad. Maguire bahkan diganjar kartu merah, membuat United harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

1 dari 3 halaman

Kemarahan Manchester United

Kemarahan Manchester United

Harry Maguire dikartu merah di laga Bournemouth vs Manchester United, Sabtu (21/03/2026). (c) Andrew Matthews/PA via AP

Manajemen United disebut “sangat marah” atas keputusan yang mereka nilai sebagai kesalahan VAR yang merugikan. Mereka juga mempertanyakan inkonsistensi dalam pengambilan keputusan untuk dua insiden yang dinilai serupa dalam satu pertandingan.

Akibat kartu merah tersebut, Maguire dipastikan absen dalam laga berikutnya melawan Leeds United.

Pelatih United, Michael Carrick, secara terbuka mengkritik keputusan wasit. Ia menyebut kegagalan memberikan penalti untuk Amad sebagai sesuatu yang “mencengangkan”.

“Menurut saya, setidaknya satu dari dua keputusan itu pasti salah. Jika yang pertama penalti, maka yang kedua juga harusnya penalti. Situasinya hampir identik, dua tangan menarik pemain di dalam kotak saat menguasai bola,” ujar Carrick.

Ia juga menyoroti dampak besar dari keputusan tersebut terhadap jalannya pertandingan. “Kami seharusnya mendapat penalti, tapi tidak diberikan. Mereka kemudian mencetak gol dan momentum berubah,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Manchester United Permasalahkan Durasi Injury Time

Manchester United Permasalahkan Durasi Injury Time

Duel James Hill dengan Bruno Fernandes di laga Bournemouth vs Manchester United, Sabtu (21/03/2026). (c) Andrew Matthews/PA via AP

Selain soal penalti, United juga mempertanyakan tambahan waktu sembilan menit yang diberikan di akhir laga. Klub menilai durasi tersebut berlebihan dan menjadi pola yang terus berulang sepanjang musim ini.

Kekecewaan terhadap perangkat pertandingan memang bukan hal baru bagi United musim ini. Sebelumnya, mereka juga memprotes keputusan yang tidak mengusir bek Brentford, Nathan Collins, dalam insiden yang dianggap menghalangi peluang emas.

Selain itu, United juga merasa dirugikan saat tidak mendapat penalti dalam laga melawan Wolverhampton Wanderers, serta dianulirnya gol Lisandro Martinez saat menghadapi Burnley pada Januari lalu, yang kebetulan juga dipimpin oleh Attwell.

Kini, dengan rentetan keputusan kontroversial tersebut, United berharap PGMOL di bawah kepemimpinan Howard Webb dapat memberikan penjelasan sekaligus evaluasi terhadap kinerja wasit di lapangan.

Sumber: Manchester Evening News

3 dari 3 halaman

Klasemen Premier League 2025/2026

LATEST UPDATE