Masa Suram MU: Gagal Main di Eropa, Harga Saham Anjlok, Tak Diminati Sultan Kaya Raya Qatar
Ari Prayoga | 27 Mei 2025 11:44
Bola.net - Kelompok investor asal Qatar pimpinan Sheikh Jassim bin Hamad al-Thani dikabarkan tidak akan kembali mengajukan tawaran untuk membeli Manchester United, meskipun harga saham klub terus merosot tajam. Padahal, situasi kritis yang dialami Setan Merah saat ini sempat memicu spekulasi bahwa Qatar mungkin akan kembali dengan penawaran baru.
Sebelumnya, Sheikh Jassim bersaing ketat dengan taipan Inggris Sir Jim Ratcliffe dalam proses akuisisi klub yang dimiliki keluarga Glazer. Namun, hanya Ratcliffe yang berhasil masuk ke dalam struktur kepemilikan klub setelah Glazer membuka diri terhadap skema investasi sebagian.
Sayangnya, kehadiran Ratcliffe melalui perusahaan INEOS justru belum membawa perubahan berarti. Manchester United justru terjerumus ke titik nadir dalam sejarah Premier League mereka.
Musim ini, United mencatatkan pencapaian terburuk dalam era Premier League dengan finis di peringkat 15. Sejumlah keputusan dari kepemimpinan baru dianggap merugikan, mulai dari pemutusan hubungan kerja massal hingga kebijakan pemotongan biaya yang drastis.
Qatar Tak Tertarik Beli MU

Di tengah kekacauan ini, nilai saham klub merosot hingga lebih dari 17 persen dalam setahun terakhir. Penurunan drastis ini sempat memunculkan spekulasi bahwa Sheikh Jassim mungkin tertarik kembali, kali ini dengan penawaran yang lebih rendah.
Namun menurut laporan Daily Mail, kubu Qatar tidak menunjukkan minat sedikit pun untuk mengajukan tawaran ulang. Bagi Sheikh Jassim, akuisisi hanya layak dilakukan jika mencakup kepemilikan penuh, bukan sekadar saham minoritas seperti yang saat ini terjadi di bawah Ratcliffe.
Sebelumnya, Sheikh Jassim telah menyiapkan tawaran senilai £5 miliar dan menyatakan kesediaannya untuk melunasi utang besar yang membelit klub. Namun, karena perbedaan pandangan dengan keluarga Glazer, kesepakatan tersebut tidak pernah tercapai.
Masa Suram Manchester United

Manchester United kini menghadapi kenyataan pahit: absen dari seluruh kompetisi Eropa musim depan—baru pertama kalinya sejak era 1990-an. Kekalahan menyakitkan dari Tottenham di final Liga Europa membuat peluang terakhir mereka untuk tampil di Liga Champions lenyap.
Di tengah ketidakpastian masa depan klub, kepemilikan Timur Tengah dalam sepak bola Eropa terus tumbuh. Manchester City dimiliki Abu Dhabi, Newcastle United dikuasai Arab Saudi, dan Qatar masih mempertahankan kendali atas PSG di Prancis. Namun, sejauh ini, Qatar belum berhasil mencatatkan kehadiran langsung dalam sepak bola Inggris.
Ratcliffe dan tim INEOS-nya pun belum menunjukkan tanda-tanda akan melepaskan saham mereka, walaupun tekanan dari suporter semakin tinggi.
Pada laga penutup musim di Old Trafford, para penggemar kembali melontarkan protes keras terhadap keluarga Glazer, menyoroti kegagalan dalam membawa klub keluar dari krisis.
Klasemen Premier League
Sumber: Daily Mail
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 20:01
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Monako di Monte Carlo
Otomotif 7 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











