Mati-matian Arsenal Buru Gelar Premier League: Gaya Main Dikritik pun Tak Apa

Richard Andreas | 13 Maret 2026 21:42
Mati-matian Arsenal Buru Gelar Premier League: Gaya Main Dikritik pun Tak Apa
Skuad Arsenal merayakan gol Viktor Gyokeres ke gawang Sunderland, Sabtu (7/2/2026) (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Arsenal sedang berada di jalur menuju musim yang bisa menjadi salah satu yang paling bersejarah dalam era modern klub. Tim asuhan Mikel Arteta memimpin perburuan gelar Premier League sekaligus masih bersaing di Liga Champions, FA Cup, dan Carabao Cup.

Namun, di tengah performa impresif tersebut, apresiasi terhadap Arsenal tidak selalu datang dengan mudah. Di luar lapangan, kritik mengenai gaya bermain mereka justru semakin sering terdengar, baik dari pelatih lawan maupun tokoh-tokoh dalam dunia sepak bola.

Advertisement

Fenomena ini memunculkan pertanyaan menarik, apakah Arsenal benar-benar kurang dihargai, atau justru kesuksesan mereka memicu ketidaknyamanan di kalangan rival?

1 dari 5 halaman

Arsenal Dinilai Semakin Sulit Dikalahkan

Arsenal Dinilai Semakin Sulit Dikalahkan

Pemain Arsenal, Noni Madueke, merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan FA Cup melawan Mansfield Town, Sabtu (7/3/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Beberapa sosok di Premier League melihat Arsenal sebagai tim yang sangat sulit ditembus, terutama ketika mereka sudah unggul lebih dulu dalam pertandingan.

Mengutip The Athletic, seorang analis dari klub Premier League menggambarkan betapa sulitnya menghadapi Arsenal ketika situasi berubah setelah gol pertama tercipta. Menurutnya, celah yang sebelumnya terlihat dalam analisis pertandingan bisa langsung menghilang begitu Arsenal memimpin.

Ia menjelaskan bahwa saat skor masih imbang, lawan masih merasa memiliki peluang untuk menekan Arsenal. Namun begitu mereka tertinggal, struktur permainan Arsenal menjadi jauh lebih rapat dan disiplin.

“Ketika skor masih 0-0 Anda merasa masih punya kesempatan membuat mereka frustrasi. Tapi begitu tertinggal, ceritanya berubah total. Ruang yang sebelumnya terlihat seolah hilang begitu saja,” katanya.

Statistik pertahanan Arsenal musim ini memperkuat pandangan tersebut. Hingga tahap kompetisi yang sama, Arsenal hanya kebobolan 22 gol, jauh lebih sedikit dibandingkan Everton yang menjadi tim dengan pertahanan terbaik ketiga tetapi sudah kebobolan 33 gol.

2 dari 5 halaman

Senjata Mematikan Arsenal: Set-Piece

Senjata Mematikan Arsenal: Set-Piece

Selebrasi pemain Arsenal (kiri-kanan), Gabriel Magalhaes, Viktor Gyoekeres dan Piero Hincapie merayakan gol ke gawang Tottenham, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Salah satu aspek permainan Arsenal yang paling sering disorot adalah kemampuan mereka dalam memaksimalkan situasi bola mati.

Arsenal menjadi salah satu tim dengan pendekatan paling detail dalam memanfaatkan situasi tersebut. Ada tiga faktor utama yang membuat Arsenal sangat berbahaya dari bola mati.

Pertama adalah kualitas analisis pertandingan yang memungkinkan mereka mengidentifikasi kelemahan lawan dengan sangat spesifik.

Kedua adalah kualitas umpan dari pemain seperti Bukayo Saka dan Declan Rice.

Ketiga adalah banyaknya pemain dengan kemampuan duel udara yang kuat, terutama Gabriel yang sangat agresif menyerang bola.

Arsenal sempat menjadi pengecualian di Premier League karena lebih sering menggunakan inswinging corner dibandingkan tim lain. Kini, pendekatan tersebut mulai diikuti banyak klub.

Bahkan beberapa tim mencoba meniru detail kecil dari pendekatan Arsenal, mulai dari cara mereka menumpuk pemain di area enam yard hingga bagaimana para bek berjalan perlahan ke depan sebelum tendangan sudut diambil untuk meningkatkan tekanan psikologis kepada lawan.

3 dari 5 halaman

Kritik Soal Game Management dan Time-Wasting

Kritik Soal Game Management dan Time-Wasting

Selebrasi winger Arsenal, Eberechi Eze usai mencetak gol ke gawang Tottenham pada lanjutan Liga Inggris, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Meski efektif, pendekatan Arsenal tidak lepas dari kritik. Beberapa pelatih menilai gaya bermain mereka terlalu pragmatis dan sering memperlambat tempo pertandingan.

Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, menjadi salah satu yang paling vokal setelah timnya kalah 0-1 dari Arsenal. Ia menyoroti beberapa momen ketika kiper David Raya meminta perawatan serta lamanya Arsenal mengeksekusi bola mati.

“Itu bukan sepak bola, apa yang Arsenal lakukan di sana,” kata Hurzeler. “Mereka membuat aturan sendiri, apa pun cara mereka bermain.”

Kritik serupa juga datang dari pelatih Liverpool, Arne Slot, yang menilai meningkatnya fokus pada bola mati membuat sebagian pertandingan Premier League musim ini kurang menyenangkan untuk ditonton.

Meski begitu, Slot tidak secara khusus menyalahkan Arsenal. Ia justru menilai timnya juga perlu memanfaatkan tren tersebut.

Pep Guardiola juga mengakui bahwa sepak bola modern memang semakin menaruh perhatian pada detail bola mati.

“Kami juga bergerak ke arah itu,” ujar manajer Manchester City tersebut. “Sekarang saya jauh lebih memperhatikan set-piece dibandingkan ketika saya memulai karier sebagai pelatih.”

4 dari 5 halaman

Pujian Dari Banyak Pelatih Top

Pujian Dari Banyak Pelatih Top

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta merayakan kemenangan atas Tottenham di Derbi London Utara yang dimenangi The Gunners 4-1, Minggu 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Di tengah kritik yang muncul, tidak sedikit pelatih yang justru memberikan pujian besar kepada Arsenal.

Pelatih Brentford, Keith Andrews, menyebut Arsenal sebagai tim terbaik di Inggris saat ini. Ia memuji kualitas individu pemain, mentalitas tim, serta struktur taktik yang dibangun Arteta.

Scott Parker dari Burnley juga memuji kualitas taktik Arsenal. “Ini tim yang dilatih dengan luar biasa. Mereka bisa menyelesaikan berbagai situasi dalam pertandingan. Mereka bukan tim yang hanya mengandalkan bola mati,” katanya.

Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, secara khusus menyoroti kualitas lini belakang Arsenal yang dipimpin David Raya, William Saliba, dan Gabriel.

David Moyes juga memberikan dukungan terhadap Arsenal di tengah kritik yang beredar. “Saya sering mendengar kritik terhadap Arsenal,” katanya.

“Namun, jika Anda benar-benar berada di dunia sepak bola dan memahami apa yang terjadi, mereka melakukan pekerjaan luar biasa untuk memimpin liga.”

5 dari 5 halaman

Arsenal Jadi Simbol Perubahan Gaya Premier League

Meski demikian, tidak semua orang di sepak bola merasa nyaman dengan tren yang kini berkembang.

Muncul penilaian bahwa sepak bola Inggris musim ini menjadi lebih mengutamakan fisik dan lebih fokus pada detail set-piece dibandingkan kreativitas dalam permainan terbuka.

Nah yang menarik, endekatan seperti ini berpotensi membawa sepak bola Inggris kembali ke gaya lama yang lebih mengutamakan kekuatan fisik dibandingkan kualitas teknis.

Di balik perdebatan tersebut, satu hal tampak jelas, hampir semua pihak di dalam industri sepak bola tetap menghormati apa yang telah dibangun Arsenal.

Banyak orang mungkin tidak selalu menyukai cara mereka bermain. Namun, efektivitas, disiplin taktik, dan konsistensi mereka musim ini sulit untuk diperdebatkan.

LATEST UPDATE