Tiket Belum Habis, Laga Perdana Inggris di Piala Dunia 2026 Terancam Kursi Kosong!

Tiket Belum Habis, Laga Perdana Inggris di Piala Dunia 2026 Terancam Kursi Kosong!
Selebrasi Marcus Rashford dan Ollie Watkins dalam laga Inggris vs Kosta Rika, 11 Juni 2026. (c) AP Photo/John Raoux

Bola.net - Piala Dunia 2026 kembali diwarnai perdebatan soal harga tiket yang dianggap terlalu mahal bagi sebagian besar suporter. Di tengah klaim tingginya minat publik terhadap turnamen ini, sejumlah pertandingan masih belum berhasil terjual habis.

Sorotan terbaru mengarah pada laga pembuka Inggris melawan Kroasia yang akan digelar pekan depan. Ratusan tiket untuk pertandingan tersebut masih tersedia di berbagai platform penjualan dan penjualan kembali.

Situasi ini menambah tekanan bagi FIFA yang sebelumnya telah mendapat kritik karena kebijakan harga tiket yang dinilai membuat banyak penggemar biasa sulit menghadiri pertandingan secara langsung.

Tiket Inggris vs Kroasia Masih Banyak Tersedia

Tiket Inggris vs Kroasia Masih Banyak Tersedia

Selebrasi Declan Rice usai mencetak gol di laga Inggris vs Kosta Rika, Kamis (11/06/2026). (c) AP Photo/John Raoux

Meski FIFA berkali-kali menyebut Piala Dunia 2026 menerima 500 juta permintaan pemesanan tiket, kenyataannya sejumlah pertandingan masih memiliki kursi kosong yang belum terjual.

Salah satu contohnya adalah pertandingan Inggris melawan Kroasia di Texas pada Rabu mendatang. Ratusan tiket masih tersedia baik di platform resmi maupun situs penjualan kembali.

Harga tiket termurah untuk pertandingan tersebut mencapai 867 dolar AS atau sekitar 648 pounds. Sementara paket termahal dibanderol hingga 9.225 dolar AS atau sekitar 6.900 pounds dan sudah termasuk akses lounge VIP serta paket makanan.

Di situs resmi FIFA, tiket kategori hospitality juga masih tersedia. Harganya berkisar antara 2.430 dolar AS hingga 3.150 dolar AS.

FIFA Bela Kebijakan Harga Tiket

FIFA Bela Kebijakan Harga Tiket

Selebrasi Anthony Gordon dan Declan Rice di laga Inggris vs Kosa Rika, Kamis (11/06/2026). (c) AP Photo/John Raoux

FIFA sebelumnya telah menurunkan sebagian harga tiket dalam upaya menarik lebih banyak suporter datang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun kritik terhadap tingginya biaya menonton pertandingan secara langsung belum mereda.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa harga rata-rata tiket sebenarnya berada di bawah 500 dolar AS. Ia juga menyebut harga tersebut masih sebanding dengan biaya menghadiri pertandingan olahraga besar lainnya di Amerika Utara.

"Jika dijual dengan harga yang lebih rendah, di pasar ini tiket tersebut akan berpindah tangan secara legal ke pasar sekunder dengan harga yang jauh, jauh, jauh lebih tinggi. Lalu ke mana uang itu akan pergi?"

"Ya, kepada pihak yang mengelola pasar sekunder atau aktivitas pasar gelap, bukan kepada sepak bola."

"Jika kami melakukan sesuatu yang salah, maka mungkin semua pihak yang menjual tiket di Amerika Utara juga melakukan hal yang salah."

Selain laga Inggris melawan Kroasia, tiket pertandingan grup lainnya juga masih tersedia dengan harga tinggi. Tiket laga Inggris melawan Ghana di Boston dijual kembali mulai dari 423 pounds hingga 4.354 pounds, sedangkan pertandingan melawan Panama berkisar antara 513 pounds sampai 6.678 pounds.

Kursi Kosong Kembali Jadi Sorotan

Perdebatan mengenai harga tiket semakin menguat setelah pertandingan Korea Selatan melawan Ceko di Guadalajara memperlihatkan banyak kursi kosong di stadion.

FIFA sebelumnya menyatakan pertandingan tersebut dihadiri 44.985 penonton dari kapasitas stadion 45.664 kursi. Namun tayangan televisi menunjukkan sejumlah area kosong yang cukup terlihat, terutama di sektor VIP.

Laporan Financial Times juga menyebut hampir 180 ribu tiket fase grup masih tersedia di platform penjualan kembali resmi. Untuk laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay, sekitar 4.400 tiket masih tersedia pada Sabtu pagi waktu GMT.

Tiket termurah yang dijual langsung oleh FIFA untuk pertandingan tersebut mencapai 1.120 dolar AS atau sekitar 838,2 pounds. Sementara sejumlah pertandingan fase grup yang kurang diminati masih dipasarkan dengan harga lebih dari 300 dolar AS, belum termasuk biaya perjalanan dan akomodasi selama berada di Amerika Utara.