Maunya Arsenal Apa? Quadruple Batal, Treble Gagal
Richard Andreas | 5 April 2026 13:59
Bola.net - Sekitar sebulan lalu, Arsenal berada di jalur yang tampak nyaris sempurna. Mereka memimpin persaingan di Premier League, masih bertahan di Liga Champions, dan juga melaju di dua kompetisi domestik, Carabao Cup serta FA Cup.
Alhasil, dalam banyak analisis sepak bola Inggris, tim asuhan Mikel Arteta bahkan mulai disebut sebagai kandidat serius untuk meraih quadruple. Namun, dalam waktu yang sangat singkat, narasi itu runtuh.
Arsenal lebih dulu gagal mengangkat trofi Carabao Cup setelah kalah 0-2 dari Manchester City pada final di Wembley, 22 Maret 2026. Kekalahan tersebut menjadi pukulan pertama bagi ambisi besar mereka musim ini.
Belum sempat benar-benar bangkit dari kekecewaan itu, pukulan berikutnya datang di FA Cup. Minggu, 5 April 2026, Arsenal secara mengejutkan disingkirkan Southampton dengan skor 1-2 pada laga perempat final di St Marys Stadium.
Southampton membuka keunggulan lebih dulu melalui Ross Stewart. Arsenal sempat membalas lewat Viktor Gyokeres, tetapi gol Shea Charles memastikan kemenangan tuan rumah sekaligus mengakhiri perjalanan The Gunners di kompetisi tersebut.
Dalam waktu kurang dari dua pekan, dua peluang trofi langsung menghilang.
Dari Kandidat Quadruple ke Realitas

Situasi ini terasa kontras dengan kondisi Arsenal beberapa minggu sebelumnya. Ketika performa mereka stabil dan konsisten, pembicaraan tentang quadruple bukanlah sesuatu yang berlebihan.
Arsenal tampil dominan dalam banyak pertandingan. Mereka memiliki kedalaman skuad yang cukup baik serta permainan kolektif yang matang.
Kombinasi penguasaan bola, pressing agresif, dan kreativitas lini tengah membuat mereka tampak seperti tim yang siap bersaing di semua kompetisi.
Kekalahan di final Carabao Cup memunculkan kritik terhadap beberapa keputusan Mikel Arteta, termasuk pemilihan pemain dan pendekatan taktik di laga final.
Tak lama setelah itu, kekalahan dari Southampton kembali memperlihatkan masalah lain, yaitu kesalahan defensif dan kegagalan memaksimalkan peluang.
Dalam dua pertandingan krusial tersebut, Arsenal bukan hanya kalah. Mereka terlihat rapuh pada momen-momen yang menentukan.
Rotasi, Jadwal Padat, dan Risiko

Situasi ini juga tidak lepas dari padatnya jadwal pertandingan yang harus dihadapi Arsenal. Sebagai tim yang bersaing di berbagai kompetisi, rotasi pemain menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.
Beberapa perubahan komposisi tim terlihat dalam pertandingan FA Cup. Keputusan itu sebagian dipengaruhi kebutuhan menjaga kebugaran pemain inti di tengah jadwal yang sangat padat.
Di atas kertas, rotasi merupakan langkah yang wajar. Namun, risikonya juga jelas, yaitu stabilitas permainan bisa terganggu, terutama ketika laga yang dihadapi memiliki tekanan besar.
Kondisi tersebut terlihat ketika Arsenal menghadapi Southampton. Beberapa kesalahan individu dan kurangnya efektivitas di depan gawang akhirnya menjadi faktor yang menentukan hasil pertandingan.
Target yang Kini Tersisa
Dengan tersingkirnya Arsenal dari Carabao Cup dan FA Cup, ambisi quadruple resmi berakhir. Treble domestik juga tidak mungkin lagi dicapai.
Kini Arsenal hanya memiliki dua target yang tersisa: Premier League dan Liga Champions.
Secara matematis peluang itu masih terbuka. Arsenal masih memimpin klasemen liga, sementara perjalanan mereka di kompetisi Eropa juga belum berakhir.
Meski begitu, perubahan situasi dalam beberapa pekan terakhir menghadirkan pertanyaan yang berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya apa yang ingin dikejar Arsenal musim ini?
Jangan sampai ketinggalan infonya
Sebenarnya Apa yang Dikatakan Enzo Fernandez Sehingga Dapat Sanksi dari Chelsea?
Ryan Giggs Desak Michael Carrick Rekrut Adam Wharton ke Manchester United: Dia Sudah MU Banget!
Benarkah Hubungan Chelsea dan Enzo Fernandez Retak?
Barcelona Mundur, MU Punya Calon Pembeli untuk Marcus Rashford: Siap Bayar Hampir 2 Kali Lipat!
Bintang Everton Ini Girang Diminati Manchester United, Ingin Gabung Klub Impiannya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 05:34
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Joao Pedro
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 04:36
-
Hasil Fulham vs Chelsea: Drama Lima Gol, Era Xabi Alonso Dimulai dengan Manis
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 04:16
-
Enzo Fernandez Paksakan Pindah ke Manchester City?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 23:33
-
Arsenal dan Julian Alvarez Terpisah Upeti Rp3 Triliun
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:33
LATEST UPDATE
-
Juventus Cemas, Kenan Yildiz Terancam Absen 2 Bulan Usai Cedera Lawan Frosinone
Liga Italia 25 Agustus 2026, 10:44
-
Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 10:04
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 25 Agustus 2026, 09:59
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 09:52
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 09:47
-
Juventus Capai Kesepakatan Rekrut Kamil Grabara dari Wolfsburg
Liga Italia 25 Agustus 2026, 09:24
-
Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias dari Palmeiras
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 08:44
-
5 Pelajaran Chelsea vs Fulham: Cole Palmer Bersinar dalam Debut Impian Xabi Alonso
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 08:04
-
Workout Selesai, Nongkrong Menanti: Ini Cara Balik Fresh Tanpa Extra Time
Lain Lain 25 Agustus 2026, 08:00
-
Xabi Alonso Bela Robert Sanchez Usai Bikin 2 Blunder Kontra Fulham
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 07:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
