Membedah Masalah Kreativitas Arsenal: Teka-Teki yang Mustahil Dipecahkan Arteta?
Richard Andreas | 3 Desember 2020 06:00
Bola.net - Akhir pekan lalu Arsenal menelan kekalahan pahit 1-2 dari Wolverhampton. Hasil yang ingin segera dilupakan Mikel Arteta, meski dia jelas harus segera mencari solusi.
Ya, Arsenal sekarang tengah menempuh awal musim terburuk mereka sejak 1981/82. Jumat (4/12/2020) besok mereka akan menghadapi Rapid Vienna di Liga Europa, wajib menang, sebelum melawan Tottenham di akhir pekan.
Masalah utama Arsenal saat ini masih sama, mereka tidak bisa menciptakan cukup peluang untuk mencetak gol. Padahal Arsenal sudah mencoba tampil berani dan menyerang, tapi begitu sulit menciptakan peluang matang untuk melepas tembakan.
Total Arsenal hanya membuat 30 tembakan tepat sasaran di Premier League musim ini, keempat terendah di antara tim-tim lain.
Sebenarnya apa masalah Arsenal, dan bisakah Arteta disalahkan sepenuhnya?
Belum jelas
Ketika melihat daftar penyerang dalam skuad Arsenal, sulit membedah mengapa mereka begitu sulit mencetak gol -- bahkan tidak banyak tembakan ke gawang.
Meski begitu, menurut Football London, Arteta pun patut memikul beban kesalahan. Dia masih didukung fans, tapi sejumlah keputusannya terbilang aneh dan meragukan.
Arteta juga baru 12 bulan menangani Arsenal, klub senior pertama dalam kariernya sebagai pelatih. Dia masih dalam proses belajar, dan diduga akan jadi pelatih top.
Masalah personil
Arteta memilih gaya bermain yang khusus untuk Arsenal, dengan mementingkan struktur tim dan berpusat pada aliran umpan serta kombinasi permainan.
Masalahnya, Arsenal yang sekarang sepertinya masih belum punya pemain yang tepat untuk mengimplementasikan filosofi permainan yang diinginkan Arteta. Alhasil mereka sering menemui jalan buntu ketika harus mengalirkan bola sampai di wilayah sepertiga akhir.
Terbukti, jika wilayah permainan dibagi dalam tiga bagian seimbang, Arsenal ada di peringkat ke-4 (dari 20 tim) dalam jumlah sentuhan di wilayah defensif mereka, lalu merosot ke peringkat 7 dalam sentuhan di tengah lapangan, dan merosot lagi ke peringkat ke-13 perihal sentuhan di lini serang.
Terlalu kaku?
Terkadang untuk menciptakan peluang berbahaya, tim-tim mengandalkan kemampuan individu dan sentuhan magis pemain terbaik mereka. Namun, Arteta tidak membiarkan ini terjadi di Arsenal, tidak ada pemain yang boleh bermain bebas.
Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa Arsenal ada di peringkat ke-4 terbawah dalam jumlah dribel per 90 menit, juga jumlah operan matang per 90 menit.
Mereka juga tidak berani melepas tembakan jarak jauh. Ini semakin menjelaskan bahwa skuad Arsenal harus terpaku pada filosofi permainan Arteta, bahkan terlalu fokus, sampai tidak berani mencoba melepas tembakan spekulatif.
Memegang teguh taktik dan bermain disiplin memang perlu, tapi sepertinya Arteta pun harus memahami pentingnya kreativitas pemain di lapangan.
Sumber: Football London
Baca ini juga ya!
Arsenal Diminta Mencadangkan Pemain Ini Saat Melawan Tottenham
Diogo Jota, Rekrutan Terbaik Premier League Musim 2020-21
Satu Tahun Kepergian Unai Emery, Masalah Arsenal Masih Itu-itu Saja
Rahasia Kehebatan Diogo Jota: Tumbuh Mengidolakan Cristiano Ronaldo Sejak Kecil
Mau Sukses, Manchester United Harus Move On dari Masa Lalu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


