Membedah Taktik 'Carrick Ball': Gaya Main Progresif Michael Carrick yang Bikin MU Meliriknya

Asad Arifin | 12 Januari 2026 18:29
Membedah Taktik 'Carrick Ball': Gaya Main Progresif Michael Carrick yang Bikin MU Meliriknya
Michael Carrick saat masih menjadi manajer Middlesbrough (c) Middlesbrough Official

Bola.net - Nama Michael Carrick kembali mengemuka di Manchester United. Legenda lini tengah Setan Merah itu disebut sebagai kandidat kuat manajer interim.

Rekam jejak Carrick di Old Trafford bukan hal baru. Ia pernah menjadi asisten manajer MU pada 2018–2021, lalu memimpin tim sebagai karteker dalam tiga laga.

Advertisement

Setelah meninggalkan MU, Carrick membangun reputasi sebagai manajer di Middlesbrough. Ia menangani klub tersebut dari 2022 hingga 2025.

Meski gagal promosi ke Premier League, Carrick meninggalkan jejak taktik yang jelas. Middlesbrough tampil agresif, produktif, dan memiliki identitas permainan kuat.

1 dari 4 halaman

Fondasi Taktik dan Struktur Permainan

Fondasi Taktik dan Struktur Permainan

Michael Carrick saat masih menjadi manajer Middlesbrough (c) Middlesbrough Official

Michael Carrick mengandalkan formasi dasar 4-2-3-1. Struktur ini memberi keseimbangan saat bertahan dan fleksibilitas saat menyerang.

Ketika menguasai bola, formasi berubah menjadi 3-2-5. Transisi ini dicapai lewat pergerakan bek sayap, terutama dari sisi kiri.

Satu bek sayap aktif overlap dan masuk ke area serang. Bek sayap lainnya bertahan lebih dalam dan membentuk tiga bek bersama dua bek tengah.

Pendekatan ini membuat Middlesbrough stabil di belakang. Pada saat bersamaan, mereka tetap memiliki jumlah pemain cukup di lini depan.

2 dari 4 halaman

Pola Serangan dan Dominasi Ruang

Pola Serangan dan Dominasi Ruang

Michael Carrick saat masih menjadi manajer Middlesbrough (c) Middlesbrough Official

Dalam fase menyerang, striker Carrick tidak hanya berperan sebagai target man. Penyerang kerap turun untuk membuka ruang di belakang bek lawan.

Pergerakan ini dimanfaatkan gelandang serang yang berlari dari lini kedua. Carrick menekankan timing dan eksploitasi half-space.

Satu pemain sayap menjaga lebar lapangan. Sayap lainnya melakukan inversi untuk menciptakan keunggulan jumlah di tengah.

Dengan lima pemain sejajar di lini serang, pertahanan lawan dipaksa memilih. Bertahan rendah atau melakukan man-to-man, keduanya berisiko membuka celah.

3 dari 4 halaman

Adaptasi, Filosofi, dan Pengembangan Pemain

Adaptasi, Filosofi, dan Pengembangan Pemain

Dua pemain Manchester United, Ayden Heaven dan Patrick Dorgu usai laga melawan Wolves, 31 Desember 2025. (c) AP Photo/Dave Thompson

Carrick dikenal kukuh pada sistemnya. Namun, ia juga menunjukkan fleksibilitas saat situasi menuntut perubahan.

Saat pertahanan Middlesbrough rapuh, Carrick sempat beralih ke skema tiga bek. Tujuannya memperbaiki organisasi bertahan dan stabilitas tim.

Setelah kondisi membaik, ia kembali ke 4-2-3-1. Data dan performa masa lalu menjadi dasar keyakinannya pada sistem tersebut.

Salah satu kekuatan Carrick adalah mengembangkan pemain. Ia mengubah Chuba Akpom menjadi penyerang hybrid antara nomor 9 dan 10 yang mencetak 28 gol liga, didukung Cameron Archer dan Aaron Ramsey.

Sumber: substack