Mentalitas Tottenham Mulai Dipertanyakan
Richard Andreas | 4 September 2018 12:30
- Mantan kapten Liverpool, Graeme Souness menilai Tottenham masih membutuhkan pemimpin di barisan pemain belakang setelah takluk dari Watford di pekan keempat Premier League 2018/19. Menurutnya, celah pertahanan Tottenham tampak jelas di laga tersebut.
Kekalahan tersebut juga menandai kekalahan pertama Tottenham di Premier League musim ini. Tiga kemenangan beruntun di pekan-pekan sebelumnya terhenti di hadapan Watford.
Nahasnya, kedua gol Watford hadir dari situasi bola mati. Bek-bel Spurs tampak lemah mengatasi situasi bola mati yang berakibat pada dua gol lawan. Koordinasi bek Liverpool patut dipertanyakan.
Souness yakin Mauricio Pochettino tak akan senang melihat cara timnya kebobolan. Baca penjelasannya di bawah ini:
Tak Senang
Menurut Souness, pelatih sekelas Mauricio Pochettino pasti kecewa melihat penampilan Tottenham di laga tersebut. Salah satu penyebabnya adalah karena pemain Tottenham tak mengindahkan peringatan yang sebelumnya sudah dikatakan Pochettino.
Dia (Pochettino) tak akan senang. Sebab dia sudah memperingatkan para pemainnya dan beberapa dari mereka tak mengindahkannya, saya tak bisa mengingat dia tak senang seperti itu, jelas Souness di tribalfootball.
Fakta bahwa Tottenham kebobolan dari situasi bola mati bukanlah hal bagus, tetapi saya lebih cemas melihat beberapa pemain yang tak tampak di babak kedua saat mereka menghadapi kesulitan, beberapa bahkan mudah dilewati lawan.
Pukulan Keras
Lebih lanjut, Souness percaya kekalahan ini terasa seperti pukulan di wajah bagi Tottenham. Jika ingin jadi tim besar, Tottenham tak boleh takut pada tim manapun. Di laga seperti kontra Watford itulah mentalitas para pemainnya diuji.
Jika anda ingin jadi salah satu tim besar, pesaing juara, anda tak boleh takut pada siapa pun. Kekalahan ini mungkin terasa seperti pukulan di wajah. Jika anda adalah tim besar dan pemain besar, pada laga seperti inilah anda bersinar.
Semua bisa tampil sebagai pribadi hebat di ruang ganti ketika menang, teatpi ketika anda terpukul seperti inilah anda mengetahui kondisi tim yang sesungguhnya, sambung Souness.
Bisakah Tottenham menghapus kritik dan mengatasi kekecewaaan? Entah itu laga terbesar dalam semusim atau melawan tim yang kurang kuat, anda harus melakukan apa yang diperlukan untuk kembali ke jalur yang tepat. (tbf/dre)
Tonton Vidio Menarik Ini
Berita video beberapa momen para atlet yang meraih medali emas di Asian Games 2018.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:52
-
Man City Main di Lapangan Sintetis dan Beku, Pep Guardiola: Dilarang Cengeng!
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:49
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 20 Januari 2026, 08:45
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










