Michael Carrick Gagal Bawa Middlesbrough Promosi ke Premier League, Lalu Apa yang Bisa Fans Manchester United Harapkan Darinya?
Ari Prayoga | 14 Januari 2026 09:25
Bola.net - Setahun lalu, Michael Carrick berada dalam situasi yang jauh dari sorotan utama sepak bola dunia. Middlesbrough asuhannya bersiap bertandang ke markas Portsmouth, tim yang tengah terpuruk di Championship.
Namun, kekalahan di Fratton Park menjadi awal dari rangkaian hasil buruk, lima kekalahan dari enam laga berikutnya yang pada akhirnya memupus harapan promosi dan menyeret Boro kembali bertahan di kasta kedua.
Kini, 12 bulan berselang, Carrick justru berada di tengah salah satu pekerjaan paling rumit dan aneh dalam sepak bola modern. Ia dipercaya menangani Manchester United, klub raksasa dengan ekspektasi tak pernah rendah, meski hanya dikontrak hingga akhir musim. Menyebut situasi ini “tidak biasa” terasa terlalu halus. Bagi sebagian orang, ini lebih menyerupai sebuah ironi besar.
Namun begitulah realitasnya. Carrick, yang dikenal berkepribadian tenang dan dihormati di lingkungan sepak bola Inggris, kini memegang peran impian yang sepenuhnya berada dalam genggamannya, dan bisa hilang kapan saja.
Fakta Carrick di Middlesbrough

Carrick bukan sosok darurat yang sekadar “dipanggil pulang”, bukan pula pelatih muda yang naik kelas dari akademi. Di usia 44 tahun, ia justru memasuki fase yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai usia matang bagi seorang manajer modern.
Pengalamannya menangani 136 pertandingan bersama Middlesbrough, klub besar dengan tekanan konsisten untuk promosi ke Premier League, menjadi bekal yang tidak bisa diabaikan.
Memang, fakta tak bisa dipungkiri: Carrick gagal memenuhi target utama Boro, yakni kembali ke Premier League. Ia dipecat, bahkan hampir bersamaan dengan kepergian Ange Postecoglou dari Tottenham Hotspur, sebuah momen yang sempat memicu spekulasi bahwa Carrick bisa saja cocok menangani Spurs. Meski gagal, reputasinya sebagai figur sepak bola tetap relatif utuh.
Tugas Carrick di Manchester United

Penunjukan Carrick di Manchester United jelas menyimpang dari pakem. Klub sebesar United biasanya membidik nama besar dengan rekam jejak gemilang. Namun sejarah sepak bola kerap menghadirkan pengecualian. Tidak semua jalur sukses harus mengikuti rute konvensional.
Ambil contoh Bayern Munchen. Siapa yang menyangka klub raksasa Jerman itu menunjuk Vincent Kompany, pelatih yang baru saja terdegradasi bersama Burnley dengan rekor poin terendah klub? Nyatanya, keputusan tersebut tidak berujung bencana.
Dalam konteks United, Carrick justru dihadapkan pada tugas yang relatif jelas. Tim sebenarnya produktif dalam menciptakan peluang dan memiliki ancaman nyata di lini depan.
Masalahnya terletak pada efektivitas penyelesaian akhir dan rapuhnya pertahanan. Statistik menunjukkan, hanya enam tim terbawah Premier League yang kebobolan lebih banyak dibanding United.
Tantangan itu tentu tidak sederhana. Namun Carrick akan mendapat dukungan teknis signifikan dari Steve Holland. Selain itu, jadwal United yang relatif longgar, 17 pertandingan dalam 19 pekan memberi waktu cukup untuk membenahi detail di lapangan latihan.
Target Carrick di Manchester United

Syaratnya tegas dan tanpa kompromi. Jika Manchester United gagal finis di zona Liga Champions, Carrick hampir pasti tersingkir. Sebaliknya, jika ia mampu membawa tim ini menembus empat besar atau bahkan posisi kelima jika itu cukup, manajemen klub akan berada dalam dilema besar.
Secara realistis, peluang itu terbuka. Di luar tiga besar, kualitas tim-tim Premier League musim ini cenderung merata. Sejarah pun berpihak: sejak musim 2003/2004, jarang ada tim peringkat empat dengan raihan poin serendah situasi saat ini. Posisi empat dan lima benar-benar “siapa cepat dia dapat”.
Membawa United yang tengah disfungsi ke Liga Champions mungkin bukan pencapaian spektakuler, tapi jelas layak diapresiasi. Pada akhirnya, jika Carrick mampu menyelesaikan misi ini, ia pantas mendapat kepercayaan untuk musim depan.
Apakah situasi ini terasa seperti lelucon sepak bola modern? Ya, nyaris demikian. Namun Carrick adalah sosok sepak bola yang solid dan rasional. Dan di tengah kekacauan ini, kisahnya bersama Manchester United masih mungkin berakhir manis.
Sumber: Mirror
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pisah dengan Real Madrid, Apakah Xabi Alonso Mau Latih Manchester United?
Liga Inggris 14 Januari 2026, 11:40
-
Manchester City yang Semakin Hijau: Pasang 10.500 Panel Surya Demi Net-Zero 2030
Bolatainment 14 Januari 2026, 11:31
LATEST UPDATE
-
Rio Ferdinand Dibuat Kecewa Banget Sama Gelandang Manchester United Satu Ini
Liga Inggris 14 Januari 2026, 11:57
-
Baru Main 106 Menit, Niclas Fullkrug Sudah Cedera di AC Milan
Liga Italia 14 Januari 2026, 11:49
-
Pisah dengan Real Madrid, Apakah Xabi Alonso Mau Latih Manchester United?
Liga Inggris 14 Januari 2026, 11:40
-
Manchester City yang Semakin Hijau: Pasang 10.500 Panel Surya Demi Net-Zero 2030
Bolatainment 14 Januari 2026, 11:31
-
4 Hal yang Harus Dibenahi Alvaro Arbeloa Jelang Debutnya Bersama Real Madrid
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 11:29
-
Inikah Pembelian Pertama Michael Carrick di Manchester United?
Liga Inggris 14 Januari 2026, 11:09
-
Michael Carrick Siap Berikan Kesempatan Kepada Pemain Muda di Tim Utama MU, Tapi...
Liga Inggris 14 Januari 2026, 10:59
LATEST EDITORIAL
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45
-
5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi dari Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:22
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22







