Nasib Frank Lampard, Melatih Chelsea Memang Tidak Seenteng Arsenal atau Manchester United
Richard Andreas | 26 Januari 2021 05:20
Bola.net - Frank Lampard akhirnya tidak sampai bertahan dua tahun sebagai pelatih Chelsea. Senin (25/1/2021) kemarin, The Blues mengumumkan pemecatan sang legenda, keputusan yang tetap mengejutkan meski sudah diprediksi.
Lampard mulai melatih Chelsea di awal musim 2019/20, menggantikan Maurizio Sarri. Saat itu Lampard tiba dalam kondisi yang serba sulit, bahkan mungkin sebagian besar pelatih bakal menolaknya.
Chelsea baru saja kehilangan Eden Hazard dan dijatuhi hukuman embargo transfer. Lampard pun dipaksa bekerja dengan pemain-pemain yang ada, dan hasilnya ternyata melebihi ekspektasi.
Nahasnya, musim ini usai mendapatkan banyak pemain baru, Lampard justru gagal menyamai prestasi musim lalu. Dia pun tidak punya waktu untuk bekerja lebih lama, pemecatan tiba lebih cepat.
Model yang berbeda
Pemecatan Lampard ini mengundang tanda tanya besar, mengapa nama-nama lain seperti Mikel Arteta dan Ole Gunnar Solskjaer mendapatkan kesempatan lebih?
Arteta pernah begitu tertekan di Arsenal dalam laju buruk, Solskjaer pun berulang kali dikritik ketika MU terseok-seok. Namun, keduanya masih dipertahankan sampai sekarang, berbeda dengan Lampard dengan Chelsea yang baru bermasalah beberapa pekan terakhir.
Perbedaan ini pun dipahami betul oleh Gary Neville, analis Sky Sports. Menurutnya, model pengelolaan klub di Chelsea jauh berbeda dengan MU atau Arsenal.
"Chelsea menggunakan model yang jauh berbeda dibandingkan dengan Arsenal dan Manchester United," buka Neville.
MU dan Arsenal lebih baik
Menurut Neville, meski doyan memecat pelatih beberapa tahun terakhir, MU sebenarnya selalu memberi waktu ekstra. Arsenal justru lebih baik lagi, Arteta masih diberi kesempatan meski sempat melaju dua bulan tanpa kemenangan.
"Saya tahu MU memecat David Moyes hanya dalam waktu delapan bulan, tapi saat itu situasinya unik. MU biasanya memberi waktu beberapa tahun untuk pelatih," sambung Neville."
"Arsenal pun dalam sejarah selalu memberi waktu pada pelatih, tapi Chelsea tidak pernah seperti itu."
Lampard seharusnya tahu
Meski begitu, Neville yakin perbedaan pengelolaan Chelsea ini bukan hal baru. Lampard seharusnya tahu pekerjaan macam apa yang dia terima, terlebih dia merupakan mantan pemain.
"Frank sudah tahu itu ketika dia menerima tawaran dan sejak awal dia sudah tahu kondisinya. Dia tahu dia tidak akan mendapatkan kesempatan sampai tiga tahun atau semacamnya," lanjut Neville.
"Di dunia ideal, Anda bisa berkata bahwa pelatih seharusnya mendapatkan kesempatan sampai dua tahun untuk membuktikan diri, tapi di Chelsea tidak pernah seperti itu," pungkasnya.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
Kritik untuk Chelsea: Frank Lampard Harusnya Diberi Kesempatan!
Kabar Bagus, Mbappe Serius Pertimbangkan Hijrah ke Liverpool
Chelsea Sempat Dekati Dua Pelatih Jerman Sebelum Pecat Lampard
Chelsea Dikritik Karena Pecat Lampard: Harusnya Tiru MU, Liverpool, dan Arsenal
Gabung Arsenal, Martin Odegaard Debut Lawan MU?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
