Ogah Pakai 'Poppy Shirt', Nemanja Matic Rupanya Punya Kenangan Buruk di Masa Lalu
Editor Bolanet | 6 November 2018 05:00
Bola.net - - Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, membuat kontroversi kecil dengan menolak menggunakan simbol Poppy di seragamnya. Tetapi, pemain asal Serbia itu memiliki alasan yang jelas atas sikapnya yang mengundang sorotan itu.
Sebagai informasi, simbol Poppy merupakan sebuah tradisi untuk memperingati para tentara yang meninggal pada perang dunia lalu. Poppy merupakan bunga berwarna merah yang tumbuh di medan perang setelah Perang Dunia Pertama berakhir.
Penggunaan Poppy ini sendiri tidak hanya terbatas pada Inggris saja. Beberapa negara juga menggunakan simbol tersebut untuk memperingati para veteran perang yang tumbang di medan perang, seperti Kanada, Australia, hingga Republik Irlandia.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Alasan Matic
Pada hari Minggu (4/11), hampir seluruh pemain di Premier League menggunakan simbol itu di seragam mereka. Namun, pandangan mengarah ke Matic yang memutuskan untuk tidak lagi menggunakannya pada musim-musim sebelumnya.
Melalui media sosial Instagram, ia mencoba menjelaskan alasan dibalik keputusannya tersebut. Ia tidak menggunakan simbol Poppy untuk mengenang serangan NATO yang mengarah ke negaranya di tahun 1999 lalu.
"Meskipun saya melakukanya sebelumnya, sekarang saya merasa tidak tepat untuk mengenakan poppy di seragam saya. Saya paham betul mengapa orang mengenakan poppy, saya sangat menghormati hak setiap orang yang melakukannya. Dan saya punya rasa simpati untuk semuanya yang kehilangan orang tercinta karena konflik," tulis Matic di Instagram, dikutip dari CNN.
"Namun, bagi saya, itu adalah pengingat serangan yang saya rasakan sebagai anak muda berumur 12 tahun yang hidup di Vrelo dengan ketakutan karena negara saya dihancurkan oleh pengeboman di Serbia tahun 1999," lanjutnya.
Tak Bermaksud Menyinggung
Matic pun menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin menyinggung siapapun dengan tidak menggunakan simbol itu di seragamnya. Oleh karena itu, ia berharap publik bisa menerima alasan di balik keputusannya.
"Saya tidak ingin merusak poppy sebagai simbol kebanggaan di Inggris atau menyinggung siapapun. Namun, kami semua adalah produk dari didikan sendiri dan ini adalah pilihan personal untuk alasan yang telah dijelaskan," tambahnya.
"Saya berharap semuanya paham dengan alasan yang telah saya jelaskan sekarang, dan saya bisa berkonsentrasi dalam membantu tim untuk laga yang akan datang," tandasnya.
Matic bukanlah satu-satunya yang menolak untuk mengenakan Poppy di seragamnya. Gelandang Stoke City, James McClean, juga selalu menolak menggunakannya untuk mengenang insiden Bloody Sunday di negaranya, Irlandia Utara, tahun 1972 lalu.
Saksikan Juga Video Ini
Ada satu mantan pemain Manchester United yang masih terbenam dalam pikiran bintang Juventus, Cristiano Ronaldo. Siapakah dia? Silahkan simak informasi selengkapnya melalui tautan video di bawah ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saingi Arsenal, MU Juga Kejar Bruno Guimaraes
Liga Inggris 28 Juni 2026, 14:30
-
MU Putuskan Lepas Striker Muda Berbakat Mereka di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 28 Juni 2026, 13:30
-
Setelah Elliot Anderson, Manchester City Incar Pemain Chelsea Ini?
Liga Inggris 28 Juni 2026, 10:30
LATEST UPDATE
-
Gol Lionel Messi Tak Kunjung Berhenti
Piala Dunia 29 Juni 2026, 01:19
-
Skotlandia Tersingkir, Steve Clarke Undur Diri
Piala Dunia 29 Juni 2026, 00:53
-
Kritik Keras untuk 3 Pemain Inggris: Arogan dan Tidak Peka
Piala Dunia 29 Juni 2026, 00:37
-
Prediksi Starting XI Brasil untuk Ladeni Jepang
Piala Dunia 28 Juni 2026, 23:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada, 29 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 23:30
-
Gokil! Setelah Nico Paz, Como Mau Datangkan Pemain Chelsea Ini
Liga Italia 28 Juni 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41












