
Bola.net - Inggris memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Panama dengan skor 2-0. Hasil itu membuat Inggris finis sebagai juara grup meski performanya belum sepenuhnya meyakinkan.
Kemenangan atas Panama tidak diraih dengan mudah. Dua gol baru tercipta pada babak kedua saat menghadapi satu-satunya tim di turnamen yang gagal mencetak gol sepanjang fase grup.
Penampilan Inggris tetap menuai kritik meski meraih hasil positif. Salah satu kritik paling tajam datang dari mantan striker Watford, Troy Deeney.
Deeney menilai sejumlah pemain depan Inggris tampil jauh di bawah ekspektasi. Ia bahkan menggunakan istilah yang cukup keras untuk menggambarkan performa mereka sepanjang pertandingan.
Deeney Kritik Saka, Rashford, dan Madueke

Berbicara dalam tayangan CBS Sports, Deeney mengarahkan kritik kepada Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Noni Madueke. Menurutnya, ketiga pemain tersebut terlalu sering kehilangan penguasaan bola.
"Perhatikan jumlah kehilangan bola, 14 untuk Saka, 20 untuk Rashford, dan 7 untuk Madueke," ujar Deeney. Ia menilai angka tersebut sulit diterima apabila kontribusi mereka dalam membangun serangan tidak efektif.
Kritik paling tajam diberikan kepada Rashford dan Madueke. Deeney merasa keputusan yang mereka ambil di lapangan justru merugikan tim.
"Jika Anda menonton pertandingan itu, Madueke saat pertama masuk menggiring bola melewati lawan lalu mengirimnya keluar lapangan untuk tendangan gawang. Apa saya harus antusias melihat itu?" katanya.
"Rashford terus masuk ke dalam dengan kaki kanan dan ingin menembak. Jika bukan itu, dia menendang bola dengan harapan ada seseorang di sana. Itu sangat boros," lanjut Deeney.
Menilai Pemain Inggris Terlalu Percaya Diri

Menurut Deeney, performa lini serang Inggris justru menurun setelah jeda pertandingan. Ia merasa para pemain terlalu mengandalkan kemampuan individu saat menghadapi Panama.
"Saya tahu apa masalahnya. Mereka arogan dan tidak peka. Mereka berpikir yang perlu dilakukan hanya berlari melewati lawan," ucap Deeney.
Ia menilai para pemain merasa kualitas klub yang mereka bela membuat mereka otomatis lebih baik dibanding lawan. Pandangan tersebut dianggap menjadi penyebab banyak keputusan buruk di lapangan.
"Mereka arogan dan tidak peka, dan grafik itu merangkum semuanya dengan sempurna," tambahnya.
Djed Spence Juga Tidak Luput dari Kritik

Beberapa hari sebelumnya, Deeney juga mengkritik bek Tottenham, Djed Spence. Pemain tersebut berpotensi mendapat peran lebih besar pada fase gugur karena masalah cedera yang menimpa beberapa pemain Inggris.
Dalam wawancara dengan talkSPORT, Deeney mempertanyakan mengapa Lewis Hall tidak menjadi pilihan utama. Ia mengaku memiliki keraguan terhadap kemampuan bertahan Spence.
"Saya khawatir jika kami memilih Spence. Maaf, saya tidak menyukainya dalam bertahan karena menurut saya dia sering kehilangan fokus," ujar Deeney.
Meski demikian, Inggris tetap melangkah ke fase gugur dengan status juara grup. Tantangan yang lebih berat kini menanti pasukan Thomas Tuchel saat memasuki babak knockout Piala Dunia 2026.
Sumber: Give Me Sport
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 01:19Gol Lionel Messi Tak Kunjung Berhenti
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 00:53Skotlandia Tersingkir, Steve Clarke Undur Diri
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 01:19Gol Lionel Messi Tak Kunjung Berhenti
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 00:53Skotlandia Tersingkir, Steve Clarke Undur Diri
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 00:37Kritik Keras untuk 3 Pemain Inggris: Arogan dan Tidak Peka
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 29 Juni 2026 01:19Gol Lionel Messi Tak Kunjung Berhenti
-
piala dunia 29 Juni 2026 00:53Skotlandia Tersingkir, Steve Clarke Undur Diri
SOROT
-
Liputan6 28 Juni 2026 22:15Polisi Tetapkan 4 Tersangka Demo Ricuh di Gedung Grahadi
-
Liputan6 28 Juni 2026 21:14Dua Granat Nanas Bekas Perang Dunia II Dimusnahkan di Jayapura
-
Liputan6 28 Juni 2026 20:00Lubang 30 Cm Renggut Nyawa Balita di Tebet
-
Liputan6 28 Juni 2026 19:39Cegah Tawuran Lewat Penjaringan Boxing, Tanding Tinju di Rusun
-
Liputan6 28 Juni 2026 19:18Isi Pesan Terakhir Dokter Icha pada Keluarga: Saya Takut, Biar Saya Mati
-
Liputan6 28 Juni 2026 19:09Lapas Cipinang Bantah Razman Nasution Dapat Perlakuan Khusus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya











:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8546248/original/055983900_1782487868-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_22.25.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8645976/original/027247500_1782656078-1000809845.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8643992/original/016495900_1782651635-814cd2ed-2cd3-4383-b9a5-82ecd9f6ba7f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5632392/original/097888500_1778231473-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8642352/original/072868900_1782649108-71277.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180098/original/050973900_1743734329-Razman_Nasution_0.jpg)

