Kritik Keras untuk 3 Pemain Inggris: Arogan dan Tidak Peka

Kritik Keras untuk 3 Pemain Inggris: Arogan dan Tidak Peka
Pemain Inggris Bukayo Saka, kedua dari kiri, mengontrol bola saat dikawal oleh pemain Panama Jorge Gutierrez dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 Panama vs Inggris di East Rutherford, 27 Juni 2026 (c) AP Photo/Frank Franklin II

Bola.net - Inggris memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Panama dengan skor 2-0. Hasil itu membuat Inggris finis sebagai juara grup meski performanya belum sepenuhnya meyakinkan.

Kemenangan atas Panama tidak diraih dengan mudah. Dua gol baru tercipta pada babak kedua saat menghadapi satu-satunya tim di turnamen yang gagal mencetak gol sepanjang fase grup.

Penampilan Inggris tetap menuai kritik meski meraih hasil positif. Salah satu kritik paling tajam datang dari mantan striker Watford, Troy Deeney.

Deeney menilai sejumlah pemain depan Inggris tampil jauh di bawah ekspektasi. Ia bahkan menggunakan istilah yang cukup keras untuk menggambarkan performa mereka sepanjang pertandingan.

Deeney Kritik Saka, Rashford, dan Madueke

Deeney Kritik Saka, Rashford, dan Madueke

Kiper Panama Orlando Mosquera (kanan) menghalau tembakan pemain Inggris Noni Madueke dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 antara Panama vs Inggris, Sabtu, 27 Juni 2026 (c) AP Photo/Adam Hunger

Berbicara dalam tayangan CBS Sports, Deeney mengarahkan kritik kepada Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Noni Madueke. Menurutnya, ketiga pemain tersebut terlalu sering kehilangan penguasaan bola.

"Perhatikan jumlah kehilangan bola, 14 untuk Saka, 20 untuk Rashford, dan 7 untuk Madueke," ujar Deeney. Ia menilai angka tersebut sulit diterima apabila kontribusi mereka dalam membangun serangan tidak efektif.

Kritik paling tajam diberikan kepada Rashford dan Madueke. Deeney merasa keputusan yang mereka ambil di lapangan justru merugikan tim.

"Jika Anda menonton pertandingan itu, Madueke saat pertama masuk menggiring bola melewati lawan lalu mengirimnya keluar lapangan untuk tendangan gawang. Apa saya harus antusias melihat itu?" katanya.

"Rashford terus masuk ke dalam dengan kaki kanan dan ingin menembak. Jika bukan itu, dia menendang bola dengan harapan ada seseorang di sana. Itu sangat boros," lanjut Deeney.

Pertandingan Selanjutnya
World Cup World Cup | 1 Juli 2026
Inggris Inggris
23:00 WIB
Congo DR Congo DR

Menilai Pemain Inggris Terlalu Percaya Diri

Menilai Pemain Inggris Terlalu Percaya Diri

Pemain Panama Fidel Escobar membantu pemain Inggris Marcus Rashford (kanan) berdiri dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 antara Panama vs Inggris di East Rutherford, N.J., dekat New York, Sabtu, 27 Juni 2026 (c) AP Photo/Adam Hunger

Menurut Deeney, performa lini serang Inggris justru menurun setelah jeda pertandingan. Ia merasa para pemain terlalu mengandalkan kemampuan individu saat menghadapi Panama.

"Saya tahu apa masalahnya. Mereka arogan dan tidak peka. Mereka berpikir yang perlu dilakukan hanya berlari melewati lawan," ucap Deeney.

Ia menilai para pemain merasa kualitas klub yang mereka bela membuat mereka otomatis lebih baik dibanding lawan. Pandangan tersebut dianggap menjadi penyebab banyak keputusan buruk di lapangan.

"Mereka arogan dan tidak peka, dan grafik itu merangkum semuanya dengan sempurna," tambahnya.

Djed Spence Juga Tidak Luput dari Kritik

Djed Spence Juga Tidak Luput dari Kritik

Aksi Djed Spence pada laga Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Beberapa hari sebelumnya, Deeney juga mengkritik bek Tottenham, Djed Spence. Pemain tersebut berpotensi mendapat peran lebih besar pada fase gugur karena masalah cedera yang menimpa beberapa pemain Inggris.

Dalam wawancara dengan talkSPORT, Deeney mempertanyakan mengapa Lewis Hall tidak menjadi pilihan utama. Ia mengaku memiliki keraguan terhadap kemampuan bertahan Spence.

"Saya khawatir jika kami memilih Spence. Maaf, saya tidak menyukainya dalam bertahan karena menurut saya dia sering kehilangan fokus," ujar Deeney.

Meski demikian, Inggris tetap melangkah ke fase gugur dengan status juara grup. Tantangan yang lebih berat kini menanti pasukan Thomas Tuchel saat memasuki babak knockout Piala Dunia 2026.

Sumber: Give Me Sport